The R&A - Working for Golf
Pembebasan dari Kondisi Lapangan Tidak Normal (Termasuk Obstruksi Permanen), Kondisi Binatang Berbahaya, Bola Tertanam
The Rules of Golf
Lihat Edisi Pemain
Lompat Ke Bagian
16.1
a
b
c
d
e
f
16.2
a
b
16.3
a
b
16.4
Jelajahi Lebih Lanjut

Peraturan 15
Peraturan 17

Tujuan: Peraturan 16 mencakup dimana dan bagaimana pemain boleh mengambil pembebasan gratis dengan memainkan bola dari tempat lain, seperti saat terdapat gangguan dari kondisi lapangan tidak normal atau kondisi binatang berbahaya.

  • Kondisi ini tidak dianggap sebagai bagian dari tantangan memainkan lapangan, dan pembebasan gratis secara umum diperbolehkan kecuali di area penalti.
  • Pemain umumnya mengambil pembebaan dengan mengedrop bola di area pembebasan berdassarkan titik pembebasan penuh terdekat.

Peraturan ini juga mencakup pembebasan gratis saat bola pemain tertanam di bekas jatuhannya sendiri di area umum.

16.1
Kondisi Lapangan Tidak Normal (Termasuk Obstruksi Permanen)

Peraturan ini mencakup pembebasan gratis yang diperbolehkan dari gangguan oleh lubang binatang, gugus untuk rawat, obstruksi permanen atau air sementara.

  • Ini secara keseluruhan disebut kondisi lapangan tidak normal, namun masing-masing memiliki Definisi terpisah.
  • Peraturan ini tidak memberikan pembebasan dari obstruksi lepas (tipe lain dari pembebasan gratis yang diperbolehkan berdasarkan Peraturan 15.2a) atau benda pembatas atau benda integral (dimana pembebasan gratis tidak diperbolehkan).
a
Kapan Pembebasan Diperbolehkan

(1)Pengertian dari Gangguan oleh Kondisi Lapangan Tidak Normal. Gangguan terjadi di saat terdapat satu dari hal berikut ini:

  • Bola pemain menyentuh atau berada di dalam atau di atas kondisi lapangan tidak normal,
  • Kondisi lapangan tidak normal secara fisik mengganggu area ancang-ancang yang diinginkan atau area ayunan yang diinginkan pemain, atau .
  • Hanya disaat bola berada di putting green, kondisi lapangan tidak normal di atas atau di luar putting green mengganggu garis main.

Apabila kondisi lapangan tidak normal cukup dekat sehingga mengganggu pemain namun tidak memenuhi persyaratan di atas, tidak terdapat gangguan berdasarkan Peraturan ini.

Lihat Committee Procedures, Section 8; Model Local Rule F-6  (Komite dapat mengadopsi Peraturan Setempat yang tidak memberikan pembebasan atas kondisi lapangan tidak normal di mana hanya terdapat gangguan atas area ancang-ancang yang diinginkan).

(2) Pembebasan Diperbolehkan Dimana Saja di Lapangan Kecuali Bola Berada di Area penalti. Pembebasan dari gangguan oleh kondisi lapangan tidak normal diperbolehkan berdasarkan Peraturan 16.1 hanya disaat:

  • Kondisi lapangan tidak normal berada di lapangan (bukan di luar perbatasan),  dan
  • Bola berada dimana saja di lapangan, selain di dalam area penalti (di mana pembebasan hanya berdasarkan Peraturan 17).

(3)Tidak Ada Pembebasan Di saat Jelas Tidak Wajar untuk Memainkan Bola. Tidak ada pembebasan berdasarkan Peraturan 16.1:

  • Disaat jelas tidak wajar untuk memainkan bola sebagaimana letaknya karena hal lain selain dari kondisi lapangan tidak normal (sebagai contoh, disaat pemain berdiri di air sementara atau di obstruksi permanen namun tidak dapat melakukan pukulan karena bolanya berada di semak-semak), atau
  • Di saat gangguan terjadi hanya karena pemain memilih klab, tipe ancang-ancang atau ayunan atau arah permainan yang jelas tidak wajar berdasarkan situasi saat itu.

[Terdapat Klarifikasi:  Arti dari "Jelas Tidak Wajar untuk Memainkan Bola" Saat Memutuskan Apakah Pembebasan Diperbolehkan ]

Lihat Committee Procedures, Section 8; Model Local Rule F-23  (Komite dapat mengadopsi Peraturan Setempat yang memperbolehkan pembebasan gratis dari gangguan atas obstruksi permanen sementara di dalam atau di luar lapangan).

b
Pembebasan atas Bola di Area Umum

Apabila bola pemain di area umum dan terdapat gangguan oleh kondisi lapangan tidak normal di lapangan, pemain boleh mengambil pembebasan gratis dengan mengedrop bola semulanya atau bola lain di area pembebasan ini (lihat Peraturan 14.3):

  • Titik Referensi: Titik pembebasan penuh terdekat di area umum.
  • Ukuran Area Pembebasan Diukur dari Titik Referensi: Satu panjang-klab, namun dengan batasan berikut:
  • Batas Lokasi Area Pembebasan:
    • Harus berada di area umum,
    • Tidak boleh lebih dekat ke lubang dari titik referensi, dan
    • Harus bebas sepenuhnya dari semua gangguan oleh kondisi lapangan tidak normal.
c
Pembebasan atas Bola di Bunker

Apabila bola pemain berada di bunker dan terdapat gangguan oleh kondisi lapangan tidak normal di lapangan, pemain boleh mengambil antara pembebasan gratis berdasarkan (1) atau pembebasan dengan penalti berdasarkan (2):

(1) Pembebasan Gratis: Memainkan dari Bunker. Pemain boleh mengambil pembebasan gratis berdasarkan Peraturan 16.1b, namun:

  • Titik pembebasan penuh terdekat dan area pembebasan harus berada di bunker.
  • Apabila tidak terdapat titik pembebasan penuh terdekat di bunker, pemain tetap boleh mengambil pembebasan ini, dengan menggunakan titik pembebasan maksimum tersedia di bunker sebagai titik referensi.

(2)Pembebasan dengan Penalti: Bermain dari Luar Bunker (Pembebasan Di Garis-Belakang). Dengan satu pukulan penalti, pemain boleh mengedrop bola semulanya atau bola lain (lihat Peraturan 14.3) di area pembebasan  berdasarkan garis referensi berlanjut lurus ke belakang dari lubang melalui tempat semula dari bola:

  • Titik Referensi: Titik di lapangan yang dipilih oleh pemain yang berada di garis referensi dan menjauhi ke lubang dari tempat semulanya (tanpa batas seberapa jauh di garis ke belakang:
    • Dalam memilih titik referensi ini, pemain seyogyanya menentukan titik tersebut dengan menggunakan sebuah benda (seperti sebuah tee).
    • Apabila pemain mengedrop bola tanpa memilih titik ini, titik referensi dianggap adalah titik di garis pada jarak yang sama ke lubang dimana bola yang didrop pertama kali menyentuh dasar.
  • Ukuran Area Pembebasan Diukur dari Titik Referensi: Satu panjang-klab, namun dengan batasan berikut:
  • Batas Lokasi Area Pembebasan
    • Tidak boleh lebih dekat ke lubang dari titik referensi, dan
    • Boleh di area dari lapangan mana saja, namun
    • Apabila lebih dari satu area dari lapangan terdapat dalam jarak satu panjang-klab dari titik referensi, bola harus berhenti di area pembebasan di area dari lapangan yang sama yang pertama kali disentuh bola saat mengedrop di area pembebasan.
d
Pembebasan atas Bola di Putting Green

Apabila bola pemain berada di putting green dan terdapat gangguan oleh kondisi lapangan tidak normal di lapangan, pemain boleh mengambil pembebasan gratis dengan meletakkan bola semulanya atau bola lain di titik pembebasan penuh terdekat, menggunakan prosedur untuk meletakkan kembali bola berdasarkan Peraturan  14.2b(2) dan 14.2e.

  • Titik pembebasan penuh terdekat harus berada di putting green atau di area umum.
  • Bila tidak terdapat titik pembebasan penuh terdekat demikian, pemain masih dapat mengambil pembebasan gratis ini dengan menggunakan titik pembebasan maksimum tersedia sebagai titik referensi, yang mana harus berada di putting green atau area umum.
e
Pembebasan atas Bola yang Tidak Ditemukan namun Berada Di Dalam atau Di Atas Kondisi Lapangan Tidak Normal

Apabila bola pemain tidak ditemukan dan diketahui atau hampir dapat dipastikan bola berhenti di dalam atau di atas kondisi lapangan tidak normal di lapangan, pemain boleh menggunakan pilihan pembebasan ini selain mengambil pembebasan pukulan-dan-jarak:

  • Pemain boleh mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan  16.1b, c atau d, menggunakan titik perkiraan dimana bola terakhir kali memotong sisi dari kondisi lapangan tidak normal di lapangan yang dianggap sebagai tempat dari bola untuk tujuan mencari titik pembebasan penuh terdekat.
  • Sesaat setelah pemain meletakkan bola lain ke dalam permainan untuk mengambil pembebasan dengan cara ini:
    • Bola semulanya tidak lagi berada dalam permainan dan tidak boleh dimainkan.
    • Bahkan bila kemudian ditemukan di lapangan sebelum waktu pencarian tiga menit berakhir (lihat Peraturan 6.3b).

Namun apabila tidak diketahui atau hampir dapat dipastikan bola berhenti di dalam atau di atas kondisi lapangan tidak normal dan bola hilang, pemain harus mengambil pembebasan pukulan-dan-jarak berdasarkan Peraturan 18.2.

f
Pembebasan Harus Diambil dari Gangguan oleh Zona Dilarang Bermain di Kondisi Lapangan Tidak Normal

Dalam tiap situasi berikut, bola tidak boleh dimainkan sebagaimana letaknya:

(1) Di saat Bola Berada di Zona Dilarang Bermain. Apabila bola pemain berada di zona dilarang bermain di dalam atau di kondisi lapangan tidak normal di area umum, di bunker atau di putting green:

  • Zona Dilarang Bermain di Area Umum. Pemain harus mengambil pembebasan gratis berdasarkan Peraturan 16.1b.
  • Zona Dilarang Bermain di Bunker. Pemain harus mengambil pembebasan gratis atau pembebasan dengan penalti berdasarkan Peraturan 16.1c(1) or (2).
  • Zona Dilarang Bermain di Putting Green. Pemain harus mengambil pembebasan gratis berdasarkan Peraturan 16.1d.

(2)Di saat Zona Dilarang Bermain mengganggu Ancang-Ancang atau Ayunan pada Bola Dimana Saja di Lapangan Selain Area Penalti. Apabila bola pemain berada di luar zona dilarang bermain dan berada di area umum, di bunker atau di putting green, dan zona dilarang bermain(baik itu di dalam kondisi lapangan tidak normal atau di area penalti) mengganggu area ancang-ancang yang diinginkan atau area ayunan yang diinginkan pemain, pemain harus antara:

  • Mengambil pembebasan bila diperbolehkan berdasarkan Peraturan  16.1b, c atau d, bergantung apakah bola berada di area umum, di bunker atau di putting green, atau
  • Mengambil pembebasan bola tidak dapat dimainkan berdasarkan Peraturan 19.

Untuk apa yang harus dilakukan di saat terdapat gangguan dari zona dilarang bermain untuk bola di area penalti, lihat Peraturan 17.1e.

Penalti atas Memainkan Bola dari Tempat Salah Melanggar Peraturan 16.1: Penalti Umum berdasarkan Peraturan 14.7a.

16.2
Situasi Binatang Berbahaya
a
Kapan Pembebasan Diperbolehkan

“Kondisi binatang berbahaya” terjadi disaat binatang berbahaya (seperti ular berbisa, lebah penyengat, buaya, semut api atau beruang) di dekat bola dapat menyebabkan cedera fisik serius bagi pemain bila ia memainkan bolanya sebagaimana letaknya.

Pemain boleh mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan 16.2b dari gangguan oleh kondisi binatang berbahaya dimanapun bolanya berada di lapangan, namun pembebasan itu tidak diperbolehkan:

  • Di saat jelas tidak wajar untuk memainkan bola sebagaimana letaknya karena gangguan oleh hal lain selain kondisi binatang berbahaya (sebagai contoh, disaat pemain tidak mungkin melakukan pukulan karena bola berada di semak-semak), atau .
  • Di saat gangguan terjadi hanya karena pemain memilih klab, tipe ancang-ancang atau ayunan atau arah permainan yang jelas tidak wajar berdasarkan situasi saat itu.
b
Pembebasan Atas Kondisi Binatang Berbahaya

Saat terjadi gangguan oleh kondisi binatang berbahaya:

(1)Di saat Bola Berada Dimana Saja Selain Area Penalti. Pemain boleh mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan  16.1b, c atau d bergantung apakah bola berada di area umum, di bunker atau di putting green.

(2)Di saat Bola Berada di Area Penalti. Pemain boleh mengambil pembebasan gratis atau pembebasan dengan penalti:

  • Pembebasan Gratis: Bermain dari Dalam Area Penalti. Pemain boleh mengambil pembebasan gratis berdasarkan Peraturan 16.1b, namun titik pembebasan penuh terdekatnya dan pembebasan area harus berada di area penalti.
  • Pembebasan Dengan Penalti: Bermain dari Luar Area Penalti.
    • Pemain boleh mengambil pembebasan dengan penalti berdasarkan Peraturan 17.1d.
    • Apabila terjadi gangguan oleh kondisi binatang berbahaya dimana bola akan dimainkan setelah mengambil pembebasan dengan penalti ini di luar area penalti, pemain boleh selanjutnya mengambil pembebasan berdasarkan (1) tanpa penalti tambahan.

Untuk kepentingan Peraturan ini, titik pembebasan penuh terdekat berarti titik terdekat (tidak lebih dekat ke lubang) di mana tidak terdapat kondisi binatang berbahaya.

Penalti atas Memainkan Bola dari Tempat Salah Pelanggaran Peraturan16.2: Penalti Umum berdasarkan Peraturan 14.7a.

16.3
Bola Tertanam
a
Kapan Pembebasan Diperbolehkan

(1) Bola Harus Tertanam di Area Umum. Pembebasan diperbolehkan berdasarkan Peraturan 16.3b hanya di saat bola pemain berada tertanam di area umum.

  • Tidak ada pembebasan berdasarkan Peraturan ini bila tertanam dimana saja selain di area umum.
  • Namun apabila bola tertanam di putting green, pemain boleh memarkah tempat dari bola dan mengangkat dan membersihkan bola, memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh benturan bola, dan meletakkan kembali bola di tempat semulanya (lihat Peraturan 13.1c(2)).

Pengecualian – Kapan Pembebasan Tidak Diperbolehkan atas Bola Tertanam di Area Umum: Pembebasan berdasarkan Peraturan 16.3b tidak diperbolehkan:

  • Di saat bola tertanam di pasir pada bagian dari area umum yang tidak dipotong setinggi fairway atau lebih rendah, atau
  • Di saat gangguan oleh hal lain selain bola tertanam membuat pukulan jelas tidak wajar (sebagai contoh, disaat pemain tidak mungkin melakukan pukulan karena bolanya berada di semak-semak).

(2) Memutuskan Apakah Bola Tertanam. Bola pemain tertanam hanya bila:

  • Bola berada di tempat bekas jatuhannya sendiri sebagai akibat dari pukulan pemain sebelumnya, dan
  • Sebagian dari bola berada di bawah batas dasar.

Apabila pemain tidak dapat memastikan apakah bolanya berada di tempat bekas jatuhannya sendiri atau bekas jatuhan yang dibuat bola lain, pemain boleh menganggap bolanya tertanam bila secara wajar diputuskan dari informasi yang ada bahwa bola berada di bekas jatuhannya sendiri .

Bola tidak tertanambila ia berada di bawah batas dasar sebagai akibat dari hal lain selain pukulan pemain sebelumnya, seperti di saat:

  • Bola ditekan ke dasar oleh seseorang yang menginjaknya,
  • Bola di pukul langsung ke dasar tanpa sempat terbang, atau
  • Bola didrop dalam mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan.
b
Pembebasan atas Bola Tertanam

Di saat bola pemain tertanam di area umum dan pembebasan diperbolehkan berdasarkan Peraturan 16.3a, pemain boleh mengambil pembebasan gratis dengan mengedrop bola semulanya atau bola lain di area pembebasan ini (lihat Peraturan 14.3):

  • Titik Referensi Suatu tempat tepat di belakang dimana bola tertanam.
  • Ukuran Area Pembebasan Diukur dari Titik Referensi: Satu panjang-klab, namun dengan batasan berikut:
  • Batas Lokasi Area Pembebasan
    • Harus berada di area umum, dan
    • Tidak boleh berada lebih dekat ke lubang dari titik referensi.

[Terdapat Klarifikasi: Pemain Tidak Selalu Diperbolehkan Mengambil Pembebasan Bola Tertanam]

Lihat Committee Procedures, Section 8; Model Local Rule F-2 (Komite dapat mengadopsi Peraturan Setempat yang hanya memperbolehkan pembebasan untuk bola yang tertanamdi area yang dipotong setinggi fairway atau lebih pendek).

Penalti atas Memainkan Bola dari Tempat Salah Melanggar Peraturan 16.3: Penalti Umum berdasarkan Peraturan 14.7a.

16.4
Mengangkat Bola untuk Memastikan Bila Ia Berada di Kondisi Dimana Pembebasan Diperbolehkan

Apabila pemain secara wajar meyakini bolanya berada di kondisi dimana pembebasan gratis diperbolehkan berdasarkan Peraturan  15.2, 16.1 atau 16.3, namun tidak dapat memutuskan tanpa mengangkat bolanya:

  • Pemain boleh mengangkat bolanya untuk memastikan bila pembebasan diperbolehkan, namun:
  • Tempat dari bola harus dimarkahi terlebih dahulu, dan bola yang diangkat tidak boleh dibersihkan (kecuali di putting green) (lihat Peraturan 14.1).

Apabila pemain mengangkat bolanya tanpa keyakinan yang wajar (kecuali di putting green dimana pemain boleh mengangkat berdasarkan Peraturan 13.1b), ia dikenai satu pukulan penalti.

Apabila pembebasan diperbolehkan dan pemain mengambil pembebasan, tidak ada penalti bahkan bila pemain tidak memarkah tempat dari bola sebelum mengangkatnya atau membersihkan bola yang diangkat.

Apabila pembebasan diperbolehkan, atau apabila pemain memilih untuk tidak mengambil pembebasan yang mana diperbolehkan:

  • Pemain dikenai satu pukulan penalti bila ia tidak memarkah tempat dari bola sebelum mengangkatnya atau membersihkan bola yang diangkat disaat tidak diperbolehkan, dan
  • Bola harus diletakkan kembali di tempat semulanya (lihat Peraturan 14.2).

Penalti atas Memainkan Bola Pengganti Di mana Tidak Diperbolehkan atau Memainkan Bola dari Tempat Salah Melanggar Peraturan 16.4: Penalti Umum berdasarkan Peraturan  6.3b atau 14.7a.

Apabila pelanggaran ganda atas Peraturan akibat dari tindakan tunggal atau tindakan berkaitan, lihat Peraturan 1.3c(4).

Lubang Binatang

Lubang apapun yang digali oleh seekor binatang, selain lubang-lubang yang digali oleh binatang yang ditetapkan sebagai benda alam lepas(seperti cacing atau serangga).

Istilah lubang binatang termasuk:

  • Material lepas yang keluar lubang hasil galian binatang
  • Jalur aus atau jejak menuju ke lubang, dan
  • Area di tanah yang terdorong keatas atau berubah sebagai akibat dari galian binatang di bawah tanah.

 

Interpretasi Lubang Binatang/1 – Tapak Kaki BInatang atau Injakan Ternak Tersendiri Bukanlah Lubang Binatang.

Tapak kaki binatang tersendiri yang tidak menuju ke lubang binatang bukanlah lubang yang dibuat oleh binatang namun lebih kepada ketidakrataan permukaan yang daripadanya pembebasan tanpa penalti tidak diperbolehkan. Namun, bila kerusakan itu berada di putting green, ia dapat diperbaiki (Peraturan 13.1c(2) – Perbaikan yang Diperbolehkan di Putting Green).

Gugus Untuk Rawat - GUR

Bagian manapun di lapangan yang ditetapkan sebagai gugus untuk rawat (baik itu dimarkahi atau secara lain) oleh Komite. Segala gugus untuk rawat yang ditetapkanmanapun mencakup:

  • Seluruh bagian dasar (ground) di sisi dalam dari area yang ditetapkan, dan
  • Segala rumput, semak, pohon atau benda alamiah lain yang tumbuh ataumenempel yang berakar di area yang ditetapkan, termasuk bagian manapundari benda tersebut yang berlanjut di atas dasar di luar sisi area yang ditetapkan(namun tidak saat benda tersebut menempel pada dasar atau berada di bawah dasar di luar dari sisi yang ditetapkan, seperti akar pohon yang merupakan bagiandari pohon yang tumbuh di sisi dalam).

Gugus untuk rawat juga mencakup perihal berikut, bahkan bila Komite tidakmenetapkan demikian:

  • Segala lubang yang dibuat oleh Komite atau staf pemelihara lapangan dalam:
    • Menyiapkan lapangan(seperti sebuah lubang darimana suatu patok dipindahkan atau lubang di green ganda yang dipakai untuk permainan hole lain), atau
    • Memelihara lapangan (seperti sebuah lubang yang terbentuk karena pemindahan lempeng rumput atau pokok pohon atau memasang pipa saluran, namun tidak termasuk lubang aerasi).
  • Potongan rumput, daun-daun dan material lainnya yang ditumpuk untuk kemudian dipindahkan. Namun:
    • Segala material alamiah yang ditumpuk untuk dipindahkan juga merupakan benda alam lepas, dan
    • Segala material yang ditinggalkan di lapangan yang tidak akan dipindahkan bukanlah gugus untuk rawat kecuali Komite menetapkan demikian.
  • Segala habitat binatang (seperti sarang burung) yang begitu dekat dengan bola pemain sehingga pukulan atau ancang-ancang pemain dapat merusaknya, kecuali bila habitat dibuat oleh binatang yang ditetapkan sebagai benda alam lepas (seperti cacing atau serangga).

Sisi dari gugus untuk rawat seyogyanya didefinisikan oleh patok, garis atau fitur fisik:

  • Patok: Di saat ditentukan oleh patok, sisi gugus untuk rawat ditentukan oleh garisantara titik di sisi luar patok-patok di dasar (ground), dan patok-patok berada didalam gugus untuk rawat .
  • Garis: Di saat ditentukan oleh cat garis di dasar (ground), sisi gugus untuk rawatadalah tepi di sisi luar dari garis, dan garis itu sendiri berada di gugus untuk rawat.
  • Fitur Fisik Di saat ditentukan oleh fitur fisik (seperti hamparan bunga (flower bed)atau tempat pembibitan rumput), Komite seyogyanya menyatakan bagaimana sisi dari gugus untuk rawat ditentukan.

Disaat sisi gugus untuk rawat ditentukan oleh garis atau fitur fisik, patok-patok dapatdigunakan untuk menunjukkan dimana gugus untuk rawat berada, namun merekatidak memiliki arti lain.

 

Interpretasi Gugus Untuk Rawat/1 – Kerusakan yang Disebabkan oleh Komite atau Staf Pemelihara Lapangan Tidak Selalu Merupakan Gugus Untuk Rawat

Suatu lubang yang dibuat oleh staf pemelihara lapangan adalah gugus untuk rawat bahkan saat tidak dimarkahi sebagai gugus untuk rawat. Namun, tidak semua kerusakan yang disebabkan oleh staf pemelihara lapangan secara langsung adalah gugus untuk rawat.

Contoh dari kerusakan yang tidak secara langsung adalah gugus untuk rawat:

  • Bekas roda yang dibuat traktor (namun Komite layak menyatakan bekas roda yang dlam sebagai gugus untuk rawat).
  • Sumbat lubang lama yang cekung ke bawah permukaan putting green, namun lihat Peraturan 13.1c (Perbaikan yang Diperbolehkan di Putting Green).

Interpretasi Gugus Untuk Rawat/2 – Bola di Pohon yang Berakar di Gugus Untuk Rawat Berada di Gugus Untuk Rawat

Apabila suatu pohon berakar di gugus untuk rawat dan bola pemain berada di dahan pohon itu, bola tesebut berada di gugus untuk rawat bahkan bila dahan itu berlanjut keluar dari area yang ditentukan.

Apabila pemain memutuskan untuk mengambil pembebasan gratis berdasarkan Peraturan 16.1 dan titik di dasar tepat di bawah dari bola yang terletak di pohon itu berada di luar gugus untuk rawat, titik referensi untuk menentukan area pembebasan dan mengambil pembebasan adalah titik di dasar tersebut.

Interpretasi Gugus Untuk Rawat/3 – Pohon Tumbang atau Tunggul Pohon Tidak Selalu Merupakan Gugus Untuk Rawat

Pohon tumbnag atau tunggul pohon yang Komite ingin pindahkan, namun tidak dalam proses dipindahkan, tidak secara otomatis merupakan gugus untuk rawat. Namun, bila pohon dan tunggul pohon sedang dalam proses dicabut atau diputing untuk kemudian dipindahkan, mereka adalah “material yang ditumpuk untuk dipindahkan” yang kemudian merupakan gugus untuk rawat.

Contoh, pohon yang tumbang di area umum dan masih menempel di tunggulnya bukanlah gugus untuk rawat. Namun, pemain dapat meminta pembebasan dari Komite dan Komite layak menyatakan area yang tertutup pohon tumbang itu sebagai gugus untuk rawat.

Obstruksi Permanen

Segala obstruksi yang:

  • Tidak dapat dipindahkan tanpa usaha yang berlebihan atau tanpa merusakobstruksi tersebut atau lapangan, dan
  • Sebaliknya tidak memenuhi definisi sebagai sebuah obstruksi lepas.

Komite dapat menetapkan obstruksi mana saja sebagai sebuah obstruksi permanen, bahkan bila ia memenuhi definisi sebagai obstruksi lepas.

 

Interpretasi Obstruksi Permanen/1 – Rumput di Sekitar Obstruksi Bukanlah Bagian dari Obstruksi

Semua rumput di sekitar obstruksi permanen atau menutupi obstruksi permanen, bukan bagian dari obstruksi.

Contoh, sebagian pipa air berada di bawah dasar dan sebagian di atas dasar. Bila pipa yang berada di bawah dasar menyebabkan rumput terangkat, rumput terangkat itu bukan merupakan bagian dari obstruksi permanen.

Air Sementara

Segala akumulasi air yang sementara di permukaan dasar (seperti genangan air darihujan atau irigasi atau luapan dari area air) yang:

  • Bukan area penalti, dan
  • Dapat dilihat sebelum atau sesudah pemain mengambil ancang-ancang (tanpa menekan ke bawah berlebihan dengan kakinya).

Tidaklah cukup bila dasar (ground) tersebut sekedar basah, becek atau lembek atauair hanya sebentar saja terlihat disaat pemain menginjak dasar; akumulasi air harus tetap ada baik sebelum ataupun sesudah ancang-ancang diambil.

Kasus khusus:

  • Embun dan embun beku bukanlah air sementara.
  • Salju dan es alamiah (selain embun beku) adalah benda alam lepas atau, saat berada di dasar (ground), air sementara, atas pilihan pemain.
  • Es buatan adalah obstruksi.
Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Obstruksi Lepas

Sebuah obstruksi yang dapat dipindahkan tanpa usaha berlebihan dan tanpa merusak obstruksi tersebut atau lapangan.

Apabila bagian dari obstruksi permanen atau benda integral (seperti sebuah gerbang atau pintu atau bagian dari kabel yang menempel) memenuhi kedua ketentuan itu,maka bagian tersebut diperlakukan sebagai obstruksi lepas.

Namun hal ini tidak berlaku apabila bagian yang bisa bergerak dari suatu obstruksi permanen atau benda integral tidak ditujukan untuk digerakkan (seperti batu lepas yang berupakan bagian dari tembok batu).

Walaupun suatu obstruksi dapat digerakkan, Komite dapat menetapkannya sebagai suatu obstruksi permanen.

 

Interpretasi Obstruksi Lepas /1 – Bola yang Diabaikan adalah Obstruksi Lepas

Sebuah bola yang diabaikan adalah obstruksi lepas.

Benda Pembatas Lapangan

Benda artifisial yang mendefinisikan atau menunjukkan di luar perbatasan, seperti tembok, pagar, patok dan pegangan pembatas, yang daripadanya pembebasan gratis tidak diperbolehkan.

Ini mencakup semua alas dan tiang dari pagar pembatas lapangan, namun tidaktermasuk:

  • Siku penunjang atau kabel penahan yang menempel pada tembok atau pagar, atau
  • Segala tangga, jembatan atau konstruksi serupa yang digunakan untuk melewatitembok atau pagar tersebut.

Benda pembatas lapangan dianggap permanen walaupun dapat digerakkan atau sebagian daripadanya dapat digerakkan (lihat Peraturan 8.1a).

Benda pembatas lapangan bukanlah obstruksi atau benda integral.

 

Interpretasi Benda Pembatas Lapangan/1 – Status dari Tempelan di Benda Pembatas Lapangan

Benda-benda yang menempel pada benda pembatas lapangan, namun bukan merupakan bagian dari benda pembatas lapangan, adalah obstruksi dan pemain dapat diperbolehkan mengambil pembebasan gratis darinya.

Apabila Komite tidak ingin memberi pembebasan gratis dari obstruksi yang menempel ke benda pembatas lapangan, ia dapat membuat Peraturan Setempat yang menyatakan obstruksi tersebut adalah benda integral, sehingga benda tersebut kehilangan statusnya sebagai obstruski dan pembebasan gratis tidak diperbolehkan.

Contoh, apabila siku penopang terlalu dekat dengan pagar pembatas lapangan yang bila dibiarkan sebagai obstruksi akan juga memberi pembebasan gratis dari benda pembatas lapangan, maka Komite dapat memilih untuk menyatakan penopang itu sebagai benda integral.

Interpretasi Benda Pembatas Lapangan/2 – Status dari Gerbang yang Menempel ke Benda Pembatas Lapangan

Gerbang untuk melewati tembok atau pagar pembatas lapangan bukanlah bagian dari benda pembatas lapangan. Gerbang demikian adalah obstruksi kecuali Komite memilih untuk menyatakannya sebagai benda integral.

Interpretasi Benda Pembatas Lapangan/3 – Benda Pembatas Lapangan Lepas atau Bagian Lepas dari Benda Pembatas Lapangan Tidak Boleh Digerakkan

Benda pembatas lapangan dianggap permanen, bahkan bila bagian dari benda tersebut didesain lepas. Untuk konsistenti, ini berlaku untuk semua benda pembatas lapangan.

Contoh bagaimana benda pembatas lapangan lepas dapat mempengaruhi permainan dalam suatu ronde adalah saat benda pembatas lapangan mengganggu ancang-ancang seorang pemain sehingga ia mengangkat patok dari dasar (pelanggaran Peraturan 8.1a), namun sebagian patah saat diangkat. Bila pemain menyadari kesalahannya sebelum melakukan pukulan berikutnya, ia dapat mengembalikan kondisi yang menjadi lebih baik tersebut dengan meletakkan kembali sebagian dari benda pembatas lapangan secukupnya untuk mengembalikan gangguan saat sebelum patok diangkat.

Namun bila kondisi yang lebih baik tidak dapat dikembalikan (seperti saat benda pembatas lapangan telah bengkok atau patah sedemkian rupa sehingga kondisi yang lebih baik tidak dapat dikembalikan), pemain tidak dapat menghindari penalti.

Benda Integral

Sebuah benda artifisial yang ditetapkan oleh Komite sebagai bagian dari tantangan dalam memainkan lapangan dimana pembebasan gratis tidak diperkenankan.

Benda Integral dianggap permanen (lihat Peraturan 8.1a). Namun bila bagian darisebuah benda integral (seperti sebuah gerbang atau pintu atau bagian dari kabel yang menempel) memenuhi definisi dari obstruksi lepas, bagian tersebut dianggap sebagai sebuah obstruksi lepas.

Benda artifisial yang ditetapkan oleh Komite sebagai benda integral bukanlah obstruksi atau benda pembatas lapangan.

Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Ancang-ancang

Posisi kaki dan badan pemain saat bersiap untuk dan melakukan suatu pukulan.

Putting Green

Area di hole yang pemain mainkan yang:

  • Secara khusus dipersiapkan untuk putting, atau
  • Komite tetapkan sebagai putting green (seperti disaat menggunakan greensementara).

Terdapat lubang pada putting green di suatu hole dimana pemain berupayamemasukkan bola. Putting green adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan. Putting green pada semula hole lain (yang saat itu pemain tidak mainkan) adalah green salah dan merupakan bagian dari area umum.

Sisi dari suatu putting green ditentukan mulai dari area yang terlihat secara khususdipersiapkan (seperti dimana rumput secara jelas dipotong untuk menunjukkantepinya), kecuali Komite menentukan sisi dengan cara lain (seperti dengan menggunakan garis atau titik-titik).

Apabila green ganda digunakan untuk dua hole berbeda:

  • Keseluruhan area yang dipersiapkan dimana terdapat kedua lubang diperlakukan sebagai putting green disaat memainkan masing-masing hole.

Namun Komite dapat menetapkan suatu tepi yang membagi green ganda menjadi dua putting green terpisah, sehingga disaat pemain memainkan satu diantaranya,bagian dari green ganda untuk hole yang lain adalah green salah.

Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Putting Green

Area di hole yang pemain mainkan yang:

  • Secara khusus dipersiapkan untuk putting, atau
  • Komite tetapkan sebagai putting green (seperti disaat menggunakan greensementara).

Terdapat lubang pada putting green di suatu hole dimana pemain berupayamemasukkan bola. Putting green adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan. Putting green pada semula hole lain (yang saat itu pemain tidak mainkan) adalah green salah dan merupakan bagian dari area umum.

Sisi dari suatu putting green ditentukan mulai dari area yang terlihat secara khususdipersiapkan (seperti dimana rumput secara jelas dipotong untuk menunjukkantepinya), kecuali Komite menentukan sisi dengan cara lain (seperti dengan menggunakan garis atau titik-titik).

Apabila green ganda digunakan untuk dua hole berbeda:

  • Keseluruhan area yang dipersiapkan dimana terdapat kedua lubang diperlakukan sebagai putting green disaat memainkan masing-masing hole.

Namun Komite dapat menetapkan suatu tepi yang membagi green ganda menjadi dua putting green terpisah, sehingga disaat pemain memainkan satu diantaranya,bagian dari green ganda untuk hole yang lain adalah green salah.

Garis Main

Garis yang pemain harapkan akan dilalui bolanya setelah suatu pukulan, termasuk area yang wajar di garis tersebut ke atas dari dasar (ground) dan di kedua sisi dari garis tersebut.

Garis main tidak selalu berupa garis lurus antara dua titik (misalnya, ia dapat berupagaris lengkung berdasarkan tujuan pemain akan alur jalan bolanya).

Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Komite

Seseorang atau kelompok orang yang bertanggung jawab atas kompetisi atau lapangan tersebut.

Lihat Committee Procedures, Section 1 (menjelaskan peran dari Komite).

Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Ancang-ancang

Posisi kaki dan badan pemain saat bersiap untuk dan melakukan suatu pukulan.

Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Lapangan

Keseluruhan area permainan di dalam sisi segala pembatas lapangan yang ditentukan oleh Komite.

  • Seluruh area di dalam dari sisi pembatas adalah dalam perbatasan (in bounds) danmerupakan bagian dari lapangan.
  • Seluruh area di luar dari sisi pembatas adalahdi luar perbatasan (out of bounds) dan bukan bagian dari lapangan.
  • Sisi pembatas berlanjut baik ke atas maupun kebawah dari dasar.

Lapangan terbentuk atas lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Di Luar Perbatasan

Segala area di luar tepi pembatas lapangan yang ditetapkan oleh Komite. Segala area di dalam tepi adalah di dalamperbatasan.

Sisi pembatas lapangan berlanjut ke atas dan ke bawah dari dasar (ground):

  • Ini berarti semua dasar (ground) dan segala benda lainnya (seperti segala bendaartifisial atau alamiah) di sisi dalam sisi pembatas lapangan adalah di dalamperbatasan, baik itu pada, di atas atau di bawah permukaan dari dasar (ground).
  • Apabila sebuah benda berada di kedua sisi baik itu di sisi dalam dan di sisi luar sisipembatas lapangan (seperti tangga yang menempel pada sebuah pagar pembataslapangan, atau sebuah pohon yang berakar di sisi luar tepi dengan cabang-cabangyang menjorok ke sisi dalam tepi atau sebaliknya), hanya bagian dari benda yangberada di sisi luar dari sisi yang berada di luar perbatasan.

Sisi pembatas lapangan seyogyanya ditetapkan oleh benda pembatas lapangan atau garis:

  • Benda pembatas lapangan: Di saat ditetapkan oleh patok-patok atau pagar, sisi pembatas lapangan ditentukan oleh garis antara titik di sisi lapangan dari patok-patok atau tiang pagar di dasar (tidak termasuk siku penopang), dan patok-patok atau tiang pagar tersebut berada di luar perbatasan.
    Di saat ditetapkan oleh benda lain seperti sebuah tembok atau di saat Komite ingin memberlakukan pagar pembatas lapangan secara berbeda, Komiteseyogyanya menetapkan tepi pembatas lapangan tersebut.
  • Garis: Di saat ditetapkan oleh cat garis di dasar, sisi pembatas lapangan adalah tepi di sisi lapangan dari garis, dan garis itu sendiri berada di luar perbatasan.
    Di saat sebuah garis di dasar menetapkan sisi pembatas lapangan, patok-patok dapat digunakan untuk menunjukkan dimana sisi pembatas lapangan berada, namun mereka tidak memiliki arti lain.

Patok-patokpembatas lapangan atau garis seyogyanya berwana putih.

Lapangan

Keseluruhan area permainan di dalam sisi segala pembatas lapangan yang ditentukan oleh Komite.

  • Seluruh area di dalam dari sisi pembatas adalah dalam perbatasan (in bounds) danmerupakan bagian dari lapangan.
  • Seluruh area di luar dari sisi pembatas adalahdi luar perbatasan (out of bounds) dan bukan bagian dari lapangan.
  • Sisi pembatas berlanjut baik ke atas maupun kebawah dari dasar.

Lapangan terbentuk atas lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Area Penalti

Suatu area darimana diperkenankan pembebasan dengan satu pukulan penalti bila bola pemain berhenti di sana.

Suatu area penalti adalah:

  • Segala badan air di lapangan (baik itu dimarkahi atau tidak oleh Komite), termasuk laut, danau, kolam, sungai, selokan, saluran air di permukaan atau lokasi air terbuka lainnya (walaupun tidak mengandung air), dan
  • Segala bagian lapangan lain yang ditetapkan oleh Komite sebagai sebuah area penalti.

Area penalti adalah salah satu dari lima area lapangan yang ditetapkan.

Ada dua tipe berbeda dari area penalti, dibedakan oleh warna yang digunakan untuk memarkahinya:

  • Area penalti kuning (dimarkahi oleh garis atau patok-patok kuning) memberikanpemain dua pilihan pembebasan (Peraturan 17.1d(1) dan (2)).
  • Area penalti merah (dimarkahi oleh garis atau patok-patok merah) memberikanpemain tambahan pilihan pembebasan menyamping (Peraturan 17.1d(3)), sebagai tambahan atas dua pilihan pembebasan yang tersedia pada area penalti kuning.

Apabila warna area penalti tidak dimarkahi atau ditandai oleh Komite, ia diperlakukan sebagai area penalti merah.

Sisi dari area penalti berlanjut ke atas maupun ke bawah dari dasar (ground):

  • Hal ini berarti semua dasar (ground) dan segala benda lainnya (seperti segalabenda artifisial atau alamiah) di sisi dalam dari tepi adalah bagian dari area penaltitersebut, baik itu pada, di atas ataupun dibawah permukaan dari dasar (ground).
  • Apabila sebuah benda berada di kedua sisi baik itu sisi dalam dan sisi luar tepi(seperti sebuah jembatan di atas area penalti, atau sebuah pohon yang berakar disisi dalam tepi dengan cabang-cabang menjorok ke sisi luar tepi atau sebaliknya),hanya bagian dari benda tersebut yang berada di sisi dalam tepi merupakan bagiandari area penalti.

Sisi dari suatu area penalti seyogyanya ditentukan dengan patok-patok, garis ataufitur fisik:

  • Patok: Di saat ditetapkan oleh patok-patok, sisi dari area penalti ditentukan oleh garis antara titik di sisi luar patok-patok di dasar (ground), dan patok-patok berada di dalam area penalti.
  • Garis: Di saat ditetapkan oleh cat garis di dasar (ground), sisi dari area penalti adalah sisi dari sisi luar garis tersebut, dan garis itu sendiri berada di area penalti.
  • Fitur Fisik Di saat ditetapkan oleh fitur fisik (seperti pantai, atau area gurun atautembok penahan), Komite seyogyanya menyatakan bagaimana sisi dari area penalti tersebut ditentukan.

Di saat sisi dari area penalti ditentukan oleh garis atau oleh fitur fisik, patok-patokdapat digunakan untuk menunjukkan dimana area penalti berada, namun merekatidak memiliki arti lain.

Di saat sisi dari badan air tidak ditetapkan oleh Komite, sisi dari area penalti ditentukan oleh pembatas alaminya (yaitu, disaat dasar (ground) menurun untuk membentuk lekukan dimana air akan berada).

Apabila suatu lokasi air terbuka umumnya tidak mengandung air (seperti selokan airatau area aliran air yang kering selain dalam musim hujan), Komite dapat menetapkan area itu sebagai bagian dari area umum (yang berarti ia bukanlah area penalti).

Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Air Sementara

Segala akumulasi air yang sementara di permukaan dasar (seperti genangan air darihujan atau irigasi atau luapan dari area air) yang:

  • Bukan area penalti, dan
  • Dapat dilihat sebelum atau sesudah pemain mengambil ancang-ancang (tanpa menekan ke bawah berlebihan dengan kakinya).

Tidaklah cukup bila dasar (ground) tersebut sekedar basah, becek atau lembek atauair hanya sebentar saja terlihat disaat pemain menginjak dasar; akumulasi air harus tetap ada baik sebelum ataupun sesudah ancang-ancang diambil.

Kasus khusus:

  • Embun dan embun beku bukanlah air sementara.
  • Salju dan es alamiah (selain embun beku) adalah benda alam lepas atau, saat berada di dasar (ground), air sementara, atas pilihan pemain.
  • Es buatan adalah obstruksi.
Obstruksi Permanen

Segala obstruksi yang:

  • Tidak dapat dipindahkan tanpa usaha yang berlebihan atau tanpa merusakobstruksi tersebut atau lapangan, dan
  • Sebaliknya tidak memenuhi definisi sebagai sebuah obstruksi lepas.

Komite dapat menetapkan obstruksi mana saja sebagai sebuah obstruksi permanen, bahkan bila ia memenuhi definisi sebagai obstruksi lepas.

 

Interpretasi Obstruksi Permanen/1 – Rumput di Sekitar Obstruksi Bukanlah Bagian dari Obstruksi

Semua rumput di sekitar obstruksi permanen atau menutupi obstruksi permanen, bukan bagian dari obstruksi.

Contoh, sebagian pipa air berada di bawah dasar dan sebagian di atas dasar. Bila pipa yang berada di bawah dasar menyebabkan rumput terangkat, rumput terangkat itu bukan merupakan bagian dari obstruksi permanen.

Pukulan

Gerakan ke depan suatu klab yang dilakukan untuk memukul bola.

Namun pukulan belum dilakukan apabila pemain tersebut:

  • Memutuskan di saat ayunan ke depan tidak untuk memukul bola tersebut danmencegah terjadinya pukulan dengan secara sengaja menghentikan kepala klabsebelum mengenai bola tersebut atau, apabila tidak dapat dihentikan, dengansecara sengaja tidak mengenai bola tersebut.
  • Secara tidak sengaja memukul bola disaat melakukan ayunan latih atau disaatmelakukan persiapan untuk melakukan pukulan.

Disaat Peraturan merujuk pada “memainkan sebuah bola,” ini bermakna samadengan melakukan sebuah pukulan.

Skor pemain pada suatu hole atau ronde dinyatakan sebagai sejumlah “pukulan” atau “pukulan yang dilakukan” yang mana bermakna pukulan-pukulan yang dibuat maupun segala pukulan-pukulan penalti (lihat Peraturan 3.1c).

 

Interpretasi Pukulan /1 – Menentukan Apakah Pukulan Telah Dilakukan

Apabila pemain memulai ayunan ke depan sebuah klab dengan tujuan memukul bola, tindakannya dihitung sebagai suatu pukulan saat:

  • Kepala klabnya dibelokkan atau dihentikan oleh pengaruh luar (seperti dahan pohon) baik bola terpukul ataupun tidak.
  • Kepala klabnya terlepas dari tangkainya selama ayunan ke depan dan pemain melanjutkan ayunan ke depannya dengan tangkainya saja, baik bola terpukul ataupun tidak.
  • Kepala klabnya terlepas dari tangkainya selama ayunan ke depan dan pemain melanjutkan ayunan ke depannya dengan tangkainya saja, dengan kepala kalbnya jatuh dan membentur bola tersebut.

Tindakan pemain tidak dihitung sebagai pukulan di tiap situasi berikut:

  • Selama ayunan ke depan, kepala klab pemain terlepas dari tangkainya. Pemain menghentikan ayunan ke depannya sebelum bolanya, namun kepala klab jatuh dan memukul dan menggerakkan bolanya.
  • Selama ayinan ke belakang, kepala klab pemain terlepas dari tangkainya. Pemain menyelesaikan ayunan ke depannya dnegan tangkainya namun tidak memukul bola.
  • Bola berhenti di dahan pohon di luar jangkauan sebuah klab. Apabila pemain menggerakkan bolanya dengan memukul bagian bawah dari dahan bukan bolanya, Peraturan 9.4 (Bola Diangkat atau Digerakkan oleh Pemain) berlaku.
Ancang-ancang

Posisi kaki dan badan pemain saat bersiap untuk dan melakukan suatu pukulan.

Komite

Seseorang atau kelompok orang yang bertanggung jawab atas kompetisi atau lapangan tersebut.

Lihat Committee Procedures, Section 1 (menjelaskan peran dari Komite).

Lapangan

Keseluruhan area permainan di dalam sisi segala pembatas lapangan yang ditentukan oleh Komite.

  • Seluruh area di dalam dari sisi pembatas adalah dalam perbatasan (in bounds) danmerupakan bagian dari lapangan.
  • Seluruh area di luar dari sisi pembatas adalahdi luar perbatasan (out of bounds) dan bukan bagian dari lapangan.
  • Sisi pembatas berlanjut baik ke atas maupun kebawah dari dasar.

Lapangan terbentuk atas lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Area Umum

Area lapangan yang mencakup keseluruhan lapangan selain keempat area yang ditetapkan: (1) area tee di mana pemain harus bermain saat memulai hole yang ia mainkan, (2) semua  area penalti, (3) semua bunker, dan (4) putting green dari hole yang pemain mainkan.

Area umum mencakup:

  • Semua lokasi tee di lapangan selain dari area tee, dan
  • Semua green salah.
Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Lapangan

Keseluruhan area permainan di dalam sisi segala pembatas lapangan yang ditentukan oleh Komite.

  • Seluruh area di dalam dari sisi pembatas adalah dalam perbatasan (in bounds) danmerupakan bagian dari lapangan.
  • Seluruh area di luar dari sisi pembatas adalahdi luar perbatasan (out of bounds) dan bukan bagian dari lapangan.
  • Sisi pembatas berlanjut baik ke atas maupun kebawah dari dasar.

Lapangan terbentuk atas lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Drop

Memegang bola dan melepaskannya sehingga jatuh melalui udara, dengan tujuan agar bola berada dalam permainan.

Apabila pemain melepaskan sebuah bola tidak dengan tujuan agar bola berada dalam permainan, bola tersebut belum didrop dan tidak berada dalam permainan (lihat Peraturan 14.4).

Setiap Peraturan pembebasan memberi ketentuan area pembebasan secara spesifik di mana bola harus didrop dan berhenti.

Dalam mengambil pembebasan, pemain harus melepaskan bola dari suatu lokasisetinggi lutut sehingga bola tersebut:

  • Jatuh lurus ke bawah, tanpa pemain melempar, memutar atau menggulirkannya atau menggunakan gerakan apapun yang dapat mempengaruhi kemana bola akanberhenti, dan
  • Tidak menyentuh bagian manapun dari badan atau perlengkapan pemain sebelum ia membentur dasar (ground). (lihat Peraturan 14.3b).
Area Pembebasan

Area dimana pemain harus mengedrop sebuah bola disaat mengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan. Tiap Peraturan pembebasan mengharuskan pemain untuk menggunakan area pembebasan yang spesifik dimana ukuran dan tempatnya berdasarkan atas tiga faktor berikut:

  • Titik Referensi Titik darimana ukuran area pembebasan diukur.
  • Ukuran Area Pembebasan Diukur dari Titik Referensi: Area pembebasan adalah satu ataupun dua panjang-klab dari titik referensi, namun dengan batas tertentu:
  • Batas Lokasi Area Pembebasan Lokasi dari area pembebasan dapat dibatasidengan satu cara atau lebih sehingga, contoh:
    • Ia hanya berada di area dari lapangan yang ditentukan tertentu, seperti hanya di area umum, atau tidak di bunker atau area penalti,
    • Ia tidak lebih mendekati lubang dari titik referensi atau harus berada di luar area penalti atau bunker darimana pembebasan diambil, atau
    • Ia berada dimana tidak terdapat gangguan (sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan tertentu) dari kondisi darimana pembebasan diambil.

Dalam menggunakan panjang-klab untuk menentukan ukuran dari area pembebasan, pemain diperkenankan mengukur secara langsung melewati selokan, lubang atau kondisi serupa, dan secara langsung melewati atau menembus suatu benda (seperti sebuah pohon, pagar, tembok, terowongan, saluran air atau kepala sprinkler), namun tidak diperkenankan untuk mengukur menembus dasar (ground) yang secara alamiah turun dan naik.

Lihat Committee Procedures, Section 2I (Komite dapat memilih untuk memperbolehkan atau mengharuskan pemain menggunakan zona drop sebagai area pembebasan saat mengambil pembebasan tertentu).


Klarifikasi – Menentukan Apakah Bola di Area Pembebasan

Di saat menentukan apakah suatu bola telah berhenti di area pembebasan (seperti satu atau dua panjang-klab dari titik referensi bergantung dari Peraturan yang diterapkan), bola itu berada di area pembebasan bila sebagian dari bola itu berada di dalam pengukuran satu atau dua panjang-klab. Namun, sebuah bola tidak berada di area pembebasan bila sebagian dari bola berada lebih dekat ke lubang dari titik referensi atau di saat sebagian dari bola mendapat gangguan dari kondisi dari mana pembebasan gratis diambil.
(Klarifikasi ditambahkan 12/2018)

Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Titik referensi untuk mengambil pembebasan gratis dari suatu kondisi lapangan tidak normal (Peraturan 16.1), kondisi binatang berbahaya (Peraturan 16.2), green salah (Peraturan 13.1e) atau zona dilarang bermain (Peraturan 16.1f dan 17.1e), atau dalammengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan Setempat.

Itu adalah titik perkiraan dimana bola tersebut akan berhenti yang:

  • Terdekat dengan tempat semula bola, namun tidak lebih dekat ke lubang daritempat tersebut,
  • Berada di area lapangan yang diharuskan, dan
  • Mana kondisi tidak akan menganggu pukulan yang akan dilakukan pemain dari tempat semula bila kondisi tersebut tidak ada.

Memperkirakan titik referensi ini mengharuskan pemain untuk menentukan pilihan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk melakukanpukulan.

Pemain tidak perlu melakukan simulasi pukulan dengan mengambil ancang-ancangdan mengayunkan klab pilihan tersebut (namun secara umum pemain direkomendasikan untuk melakukan hal ini untuk membantu menentukan perkiraan yang tepat).

Titik pembebasan penuh terdekat berhubungan hanya atas kondisi tertentu dimana pembebasan akan diambil dan kemungkinan di sebuah lokasi dimana terdapat gangguan dari sesuatu yang lain:

  • Bila pemain mengambil pembebasan kemudian mendapat gangguan dari kondisilain dimana pembebasan diperkenankan, pemain tersebut dapat mengambilpembebasan kembali dengan menentukan titik pembebasan penuh terdekat yangbaru dari kondisi baru tersebut.
  • Pembebasan harus diambil secara terpisah atas tiap kondisi, namun pemain dapatmengambil pembebasan dari kedua kondisi secara bersamaan (dengan penentuantitik pembebasan penuh terdekat dari kedua kondisi) disaat, setelah mengambilpembebasan dari tiap kondisi secara terpisah, dapat disimpulkan secara wajarbila tetap melakukan hal tersebut kondisi-kondisi tersebut akan tetap salingmengganggu.

 

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /1 – Diagram Ilustrasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Dalam diagram, terminologi “titik pembebasan penuh terdekat” dalam Peraturan 16.1 (Kondisi Lapangan Tidak Normal) untuk pembebasan dari gangguan oleh Gugus Untuk Rawat diilustrasikan pemain bermain dengan tangan kanan dan tangan kiri.

Titik pembebasan penuh terdekat harus diinterprestasikan secara tegas. Pemain tidak boleh memilih di sisi mana dari gugus untuk rawat bola akan didrop, kecuali ada dua jarak yang sama atas titik pembebasan penuh terdekat. Bahkan bila satu sisi dari gugus untuk rawat di fairway dan lainnya di semak, bila titik pembebasan penuh terdekat berada di semak, maka itulah titik pembebasan penuh terdekat pemain.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /2 – Pemain Tidak Mengikuti Prosedur yang Direkomendasi dalam Memutuskan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Walaupun ada prosedur yang direkomendasikan untuk menentukan titik pembebasan penuh terdekat, Peraturan tidak mengharuskan pemain untuk menentukan titik ini saat mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan (seperti saat mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal berdasarkan Peraturan 16.1b (Pembebasan ata Bola di Area Umum)). Apabila pemain tidak menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara akurat atau menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara tidak tepat, pemain hanya dikenai penalti bila hal ini mengakibatkan ia mengedrop bola di area pembebasan yang tidak sesuai ketentuan dari Peraturan dan bola kemudian dimainkan.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /3 – Apakah Pemain Telah Mengambil Pembebasan Secara Salah Bila Kondisi Tetap Mengganggu untuk Pukulan dengan Klab yang Tidak Digunakan untuk Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Di saat pemain mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal, ia mengambil pembebasan hanya atas gangguan yang ia dapati dengan menggunakan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk memainkan bola dari tempat tersebut. Setelah pemain mengambil pembebasan dan tidak ada lagi gangguan untuk pukulan yang pemain akan lakukan, segala gangguan berikutnya adalah suatu situasi baru.

Contoh, bola pemain berhenti di rough tebal di area umum kira-kira 230 yard dari green. Pemain memilih wedge untuk melakukan pukulan berikutnya dan mendapati ancang-ancangnya menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat. Pemain menentukan titik pembebasan penuh terdekat nya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan berdasarkan Peraturan 14.3b(3) (Bola Harus Didrop di Area Pembebasan) dan Peraturan 16.1 (Pembebasan dari Kondisi Lapangan Tidak Normal).

Bola bergulir ke letak yang bagus dalam area pembebasan dari mana pemain meyakini pukulan berikutnya dapat dimainkan dengan wood 3. Bila pemain menggunakan wedge untuk pukulan selanjutnya tidak akan gangguan dari gugus untuk rawat. Namun, menggunakan wood 3, kaki pemain kembali menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat tersebut. Ini adalah suatu situasi baru dan pemain dapat memainkan bolanya sebagaimana letaknya atau mengambil pembebasan atas situasi baru tersebut.

Interpretasi Hilang /4 – Pemain Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat namun Secara Fisik Tidak Dapat Melakukan Pukulan yang Diinginkan

Tujuan dari menentukan titik pembebasan penuh terdekat adalah untuk mencari titik referensi di lokasi yang terdekat agar lagi terdapat gangguan dari kondisi. Dalam menentukan titik pembebasan penuh terdekat, pemain tidak dijamin untuk mendapat letak yang bagus atau dapat dmainkan.

Contoh, apabila pemain tidak dapat melakukan pukulan dari area pembebasan sebagaimana diukur dari titik pembebasan penuh terdekat karena arah main terhalangi pohon, atau pemain tidak dapat melakukan ayunan ke belakang untuk pukulan yang diinginkan karena semak, ini tidak merubah kenyataan bahwa titik yang ditentukan tersebut adalah titik pembebasan penuh terdekat.

Setelah bola berada dalam permainan, pemain harus memutuskan tipe pukulan yang akan ia lakukan. Pukulan ini, yang termasuk pilihan klab, dapat berbeda dari yang seharusnya dilakukan dari tempat bola semula bila kondisi tidak ada di sana.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di bagian manapun dari area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan dari kondisi tersebut.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /5 – Pemain Secara Fisik Tidak Dapat Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Apabila pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya, harus diperkirakan, dan area pembebasan kemudian didasarkan atas titik estimasi tersebut.

Contoh, dalam mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan 16.1, pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya karena titik tersebut berada di tengan pokok pohon atau pagar pembatas lapangan menghalangi peain dalam mengambil ancang-ancang.

Pemain harus mengestimasi titik pembebasan penuh terdekatnya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan berdasarkan Peraturan 16.1.

Area Umum

Area lapangan yang mencakup keseluruhan lapangan selain keempat area yang ditetapkan: (1) area tee di mana pemain harus bermain saat memulai hole yang ia mainkan, (2) semua  area penalti, (3) semua bunker, dan (4) putting green dari hole yang pemain mainkan.

Area umum mencakup:

  • Semua lokasi tee di lapangan selain dari area tee, dan
  • Semua green salah.
Panjang-Klab

Panjang dari klab terpanjang dari ke 14 (atau kurang) klab yang pemain miliki selama ronde (sebagaimana diperkenankan oleh Peraturan 4.1b(1)), selain putter.

Sebagai contoh, bila klab terpanjang (selain putter) yang pemain miliki selama ronde adalah driver 43 inci (109.22 cm), panjang-klab bagi pemain tersebut adalah 43 inci untuk ronde tersebut.

Panjang-klab digunakan untuk menetapkan area tee pemain di tiap hole dan dalam menentukan besar area pembebasan pemain disaat mengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan.

 

Interpretasi Panjang-Klab/1 – Arti dari “Panjang-Klab” Saat Pengukuran

Untuk tujuan pengukuran saat menentukan area pembebasan, panjang keseluruhan klab digunakan, mulai dari ujung kepala klab sampai pangkal grip. Namun bila klab memakai penutup kepala atau memiliki tambahan di pangkal grip, mereka tidak boleh digunakan sebagai bagian dari klab untuk mengukur.

Interpretasi Panjang-Klab/2 – Bagaimana Mengukur Saat Klab Terpanjang Patah

Apabila klab terpanjang yang pemain miliki dalam ronde patah, klab patah itu tetap digunakan untuk menentukan ukuran area pembebasanya. Namun, bila klab terpanjang patah dan pemain diperbolehkan menggantinya dengan klab lain (Pengecualian atas Peraturan 4.1b(3)) dan pemain melakukannya, klab patah tersebut tidak lagi merupakan sebagai klab terpanjangnya.

Apabila pemain memulai suatu ronde dengan kurang dari 14 klab dan memutuskan untuk menambah klab lain ayng lebih lebih panjang dari semua klabnya, klab yang ditambahkan itu digunakan untuk pengukuran asalkan itu bukan putter.

Klarifikasi –  Arti “Panjang-Klab” Saat Bermain dengan Partner

Dalam bentuk permainan berpartner, klab terpanjang dari kedua partner, kecuali putter, dapat digunakan untuk menentukan area tee atau ukuran area pembebasan.
(Klarifikasi ditambahkan 12/2018)

Area Umum

Area lapangan yang mencakup keseluruhan lapangan selain keempat area yang ditetapkan: (1) area tee di mana pemain harus bermain saat memulai hole yang ia mainkan, (2) semua  area penalti, (3) semua bunker, dan (4) putting green dari hole yang pemain mainkan.

Area umum mencakup:

  • Semua lokasi tee di lapangan selain dari area tee, dan
  • Semua green salah.
Lubang

Titik penyelesaian di putting green untuk hole yang dimainkan:

  • Lubang harus berdiameter 4 ¼ inci (108 mm) dengan kedalaman sekurangkurangnya4 inci (101.6 mm).
  • Bila mengunakan pelapis, ukuran luar diameternya tidak boleh melebihi 4 ¼ inci(108 mm). Pelapis tersebut harus dibenamkan sekurang-kurangnya 1 inci (25.4 mm)di bawah permukaan putting green, kecuali jika sifat tanahnya mengharuskannya lebih dekat ke permukaan.

Kata "hole" (saat tidak digunakan dalam definisi) digunakan di sepanjang Peraturan yang berarti bagian dari lapangan yang dikaitkan dengan suatu area tee, putting green dan lubang tertentu. Memainkan suatu hole dimulai dari area tee dan berakhir saat bola telah masuk lubang di putting green (atau saat Peraturan menyatakan hole itu telah diselesaikan).

 

Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Bunker

Area pasir yang disiapkan secara khusus, umumnya berupa cekungan di mana rumput atau tanah dipindahkan.

Berikut ini bukan bagian dari sebuah bunker:

  • Bibir, dinding atau muka di sisi area yang disiapkan dan berupa tanah, rumput, tumpukan lempeng rumput atau material artifisial;
  • Tanah atau segala benda natural yang tumbuh atau menempel di dalam tepi area yang disiapkan (seperti rumput, semak atau pohon);
  • Pasir yang tumpah keluar atau berada di luar sisi area yang disiapkan; dan
  • Semua area pasir lain di lapangan yang tidak berada di dalam sisi area yang disiapkan (seperti gurun pasir dan area pasir alamiah lainnya atau area yang sering dirujuk sebagai waste area).

Bunker adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Komite dapat menetapkan area pasir yang disiapkan sebagai bagian dari area umum (yang berarti bukan sebuah bunker) atau dapat menetapkan area pasir yang ada sebagai sebuah bunker.

Saat sebuah bunker sedang diperbaiki dan Komite menetapkan keseluruhan bunker sebagai gugus untuk rawat, ia diperlakukan sebagai area umum (yang berarti bukan sebuah bunker).

Kata “pasir” sebagaimana dipergunakan dalam Definisi ini dan Peraturan 12mencakup segala material serupa dengan pasir yang digunakan sebagai materialbunker (seperti kerang yang ditumbuk), demikian juga segala tanah yang dicampur dengan pasir.

Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Lapangan

Keseluruhan area permainan di dalam sisi segala pembatas lapangan yang ditentukan oleh Komite.

  • Seluruh area di dalam dari sisi pembatas adalah dalam perbatasan (in bounds) danmerupakan bagian dari lapangan.
  • Seluruh area di luar dari sisi pembatas adalahdi luar perbatasan (out of bounds) dan bukan bagian dari lapangan.
  • Sisi pembatas berlanjut baik ke atas maupun kebawah dari dasar.

Lapangan terbentuk atas lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Titik referensi untuk mengambil pembebasan gratis dari suatu kondisi lapangan tidak normal (Peraturan 16.1), kondisi binatang berbahaya (Peraturan 16.2), green salah (Peraturan 13.1e) atau zona dilarang bermain (Peraturan 16.1f dan 17.1e), atau dalammengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan Setempat.

Itu adalah titik perkiraan dimana bola tersebut akan berhenti yang:

  • Terdekat dengan tempat semula bola, namun tidak lebih dekat ke lubang daritempat tersebut,
  • Berada di area lapangan yang diharuskan, dan
  • Mana kondisi tidak akan menganggu pukulan yang akan dilakukan pemain dari tempat semula bila kondisi tersebut tidak ada.

Memperkirakan titik referensi ini mengharuskan pemain untuk menentukan pilihan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk melakukanpukulan.

Pemain tidak perlu melakukan simulasi pukulan dengan mengambil ancang-ancangdan mengayunkan klab pilihan tersebut (namun secara umum pemain direkomendasikan untuk melakukan hal ini untuk membantu menentukan perkiraan yang tepat).

Titik pembebasan penuh terdekat berhubungan hanya atas kondisi tertentu dimana pembebasan akan diambil dan kemungkinan di sebuah lokasi dimana terdapat gangguan dari sesuatu yang lain:

  • Bila pemain mengambil pembebasan kemudian mendapat gangguan dari kondisilain dimana pembebasan diperkenankan, pemain tersebut dapat mengambilpembebasan kembali dengan menentukan titik pembebasan penuh terdekat yangbaru dari kondisi baru tersebut.
  • Pembebasan harus diambil secara terpisah atas tiap kondisi, namun pemain dapatmengambil pembebasan dari kedua kondisi secara bersamaan (dengan penentuantitik pembebasan penuh terdekat dari kedua kondisi) disaat, setelah mengambilpembebasan dari tiap kondisi secara terpisah, dapat disimpulkan secara wajarbila tetap melakukan hal tersebut kondisi-kondisi tersebut akan tetap salingmengganggu.

 

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /1 – Diagram Ilustrasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Dalam diagram, terminologi “titik pembebasan penuh terdekat” dalam Peraturan 16.1 (Kondisi Lapangan Tidak Normal) untuk pembebasan dari gangguan oleh Gugus Untuk Rawat diilustrasikan pemain bermain dengan tangan kanan dan tangan kiri.

Titik pembebasan penuh terdekat harus diinterprestasikan secara tegas. Pemain tidak boleh memilih di sisi mana dari gugus untuk rawat bola akan didrop, kecuali ada dua jarak yang sama atas titik pembebasan penuh terdekat. Bahkan bila satu sisi dari gugus untuk rawat di fairway dan lainnya di semak, bila titik pembebasan penuh terdekat berada di semak, maka itulah titik pembebasan penuh terdekat pemain.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /2 – Pemain Tidak Mengikuti Prosedur yang Direkomendasi dalam Memutuskan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Walaupun ada prosedur yang direkomendasikan untuk menentukan titik pembebasan penuh terdekat, Peraturan tidak mengharuskan pemain untuk menentukan titik ini saat mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan (seperti saat mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal berdasarkan Peraturan 16.1b (Pembebasan ata Bola di Area Umum)). Apabila pemain tidak menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara akurat atau menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara tidak tepat, pemain hanya dikenai penalti bila hal ini mengakibatkan ia mengedrop bola di area pembebasan yang tidak sesuai ketentuan dari Peraturan dan bola kemudian dimainkan.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /3 – Apakah Pemain Telah Mengambil Pembebasan Secara Salah Bila Kondisi Tetap Mengganggu untuk Pukulan dengan Klab yang Tidak Digunakan untuk Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Di saat pemain mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal, ia mengambil pembebasan hanya atas gangguan yang ia dapati dengan menggunakan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk memainkan bola dari tempat tersebut. Setelah pemain mengambil pembebasan dan tidak ada lagi gangguan untuk pukulan yang pemain akan lakukan, segala gangguan berikutnya adalah suatu situasi baru.

Contoh, bola pemain berhenti di rough tebal di area umum kira-kira 230 yard dari green. Pemain memilih wedge untuk melakukan pukulan berikutnya dan mendapati ancang-ancangnya menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat. Pemain menentukan titik pembebasan penuh terdekat nya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan berdasarkan Peraturan 14.3b(3) (Bola Harus Didrop di Area Pembebasan) dan Peraturan 16.1 (Pembebasan dari Kondisi Lapangan Tidak Normal).

Bola bergulir ke letak yang bagus dalam area pembebasan dari mana pemain meyakini pukulan berikutnya dapat dimainkan dengan wood 3. Bila pemain menggunakan wedge untuk pukulan selanjutnya tidak akan gangguan dari gugus untuk rawat. Namun, menggunakan wood 3, kaki pemain kembali menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat tersebut. Ini adalah suatu situasi baru dan pemain dapat memainkan bolanya sebagaimana letaknya atau mengambil pembebasan atas situasi baru tersebut.

Interpretasi Hilang /4 – Pemain Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat namun Secara Fisik Tidak Dapat Melakukan Pukulan yang Diinginkan

Tujuan dari menentukan titik pembebasan penuh terdekat adalah untuk mencari titik referensi di lokasi yang terdekat agar lagi terdapat gangguan dari kondisi. Dalam menentukan titik pembebasan penuh terdekat, pemain tidak dijamin untuk mendapat letak yang bagus atau dapat dmainkan.

Contoh, apabila pemain tidak dapat melakukan pukulan dari area pembebasan sebagaimana diukur dari titik pembebasan penuh terdekat karena arah main terhalangi pohon, atau pemain tidak dapat melakukan ayunan ke belakang untuk pukulan yang diinginkan karena semak, ini tidak merubah kenyataan bahwa titik yang ditentukan tersebut adalah titik pembebasan penuh terdekat.

Setelah bola berada dalam permainan, pemain harus memutuskan tipe pukulan yang akan ia lakukan. Pukulan ini, yang termasuk pilihan klab, dapat berbeda dari yang seharusnya dilakukan dari tempat bola semula bila kondisi tidak ada di sana.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di bagian manapun dari area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan dari kondisi tersebut.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /5 – Pemain Secara Fisik Tidak Dapat Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Apabila pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya, harus diperkirakan, dan area pembebasan kemudian didasarkan atas titik estimasi tersebut.

Contoh, dalam mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan 16.1, pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya karena titik tersebut berada di tengan pokok pohon atau pagar pembatas lapangan menghalangi peain dalam mengambil ancang-ancang.

Pemain harus mengestimasi titik pembebasan penuh terdekatnya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan berdasarkan Peraturan 16.1.

Area Pembebasan

Area dimana pemain harus mengedrop sebuah bola disaat mengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan. Tiap Peraturan pembebasan mengharuskan pemain untuk menggunakan area pembebasan yang spesifik dimana ukuran dan tempatnya berdasarkan atas tiga faktor berikut:

  • Titik Referensi Titik darimana ukuran area pembebasan diukur.
  • Ukuran Area Pembebasan Diukur dari Titik Referensi: Area pembebasan adalah satu ataupun dua panjang-klab dari titik referensi, namun dengan batas tertentu:
  • Batas Lokasi Area Pembebasan Lokasi dari area pembebasan dapat dibatasidengan satu cara atau lebih sehingga, contoh:
    • Ia hanya berada di area dari lapangan yang ditentukan tertentu, seperti hanya di area umum, atau tidak di bunker atau area penalti,
    • Ia tidak lebih mendekati lubang dari titik referensi atau harus berada di luar area penalti atau bunker darimana pembebasan diambil, atau
    • Ia berada dimana tidak terdapat gangguan (sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan tertentu) dari kondisi darimana pembebasan diambil.

Dalam menggunakan panjang-klab untuk menentukan ukuran dari area pembebasan, pemain diperkenankan mengukur secara langsung melewati selokan, lubang atau kondisi serupa, dan secara langsung melewati atau menembus suatu benda (seperti sebuah pohon, pagar, tembok, terowongan, saluran air atau kepala sprinkler), namun tidak diperkenankan untuk mengukur menembus dasar (ground) yang secara alamiah turun dan naik.

Lihat Committee Procedures, Section 2I (Komite dapat memilih untuk memperbolehkan atau mengharuskan pemain menggunakan zona drop sebagai area pembebasan saat mengambil pembebasan tertentu).


Klarifikasi – Menentukan Apakah Bola di Area Pembebasan

Di saat menentukan apakah suatu bola telah berhenti di area pembebasan (seperti satu atau dua panjang-klab dari titik referensi bergantung dari Peraturan yang diterapkan), bola itu berada di area pembebasan bila sebagian dari bola itu berada di dalam pengukuran satu atau dua panjang-klab. Namun, sebuah bola tidak berada di area pembebasan bila sebagian dari bola berada lebih dekat ke lubang dari titik referensi atau di saat sebagian dari bola mendapat gangguan dari kondisi dari mana pembebasan gratis diambil.
(Klarifikasi ditambahkan 12/2018)

Bunker

Area pasir yang disiapkan secara khusus, umumnya berupa cekungan di mana rumput atau tanah dipindahkan.

Berikut ini bukan bagian dari sebuah bunker:

  • Bibir, dinding atau muka di sisi area yang disiapkan dan berupa tanah, rumput, tumpukan lempeng rumput atau material artifisial;
  • Tanah atau segala benda natural yang tumbuh atau menempel di dalam tepi area yang disiapkan (seperti rumput, semak atau pohon);
  • Pasir yang tumpah keluar atau berada di luar sisi area yang disiapkan; dan
  • Semua area pasir lain di lapangan yang tidak berada di dalam sisi area yang disiapkan (seperti gurun pasir dan area pasir alamiah lainnya atau area yang sering dirujuk sebagai waste area).

Bunker adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Komite dapat menetapkan area pasir yang disiapkan sebagai bagian dari area umum (yang berarti bukan sebuah bunker) atau dapat menetapkan area pasir yang ada sebagai sebuah bunker.

Saat sebuah bunker sedang diperbaiki dan Komite menetapkan keseluruhan bunker sebagai gugus untuk rawat, ia diperlakukan sebagai area umum (yang berarti bukan sebuah bunker).

Kata “pasir” sebagaimana dipergunakan dalam Definisi ini dan Peraturan 12mencakup segala material serupa dengan pasir yang digunakan sebagai materialbunker (seperti kerang yang ditumbuk), demikian juga segala tanah yang dicampur dengan pasir.

Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Titik referensi untuk mengambil pembebasan gratis dari suatu kondisi lapangan tidak normal (Peraturan 16.1), kondisi binatang berbahaya (Peraturan 16.2), green salah (Peraturan 13.1e) atau zona dilarang bermain (Peraturan 16.1f dan 17.1e), atau dalammengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan Setempat.

Itu adalah titik perkiraan dimana bola tersebut akan berhenti yang:

  • Terdekat dengan tempat semula bola, namun tidak lebih dekat ke lubang daritempat tersebut,
  • Berada di area lapangan yang diharuskan, dan
  • Mana kondisi tidak akan menganggu pukulan yang akan dilakukan pemain dari tempat semula bila kondisi tersebut tidak ada.

Memperkirakan titik referensi ini mengharuskan pemain untuk menentukan pilihan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk melakukanpukulan.

Pemain tidak perlu melakukan simulasi pukulan dengan mengambil ancang-ancangdan mengayunkan klab pilihan tersebut (namun secara umum pemain direkomendasikan untuk melakukan hal ini untuk membantu menentukan perkiraan yang tepat).

Titik pembebasan penuh terdekat berhubungan hanya atas kondisi tertentu dimana pembebasan akan diambil dan kemungkinan di sebuah lokasi dimana terdapat gangguan dari sesuatu yang lain:

  • Bila pemain mengambil pembebasan kemudian mendapat gangguan dari kondisilain dimana pembebasan diperkenankan, pemain tersebut dapat mengambilpembebasan kembali dengan menentukan titik pembebasan penuh terdekat yangbaru dari kondisi baru tersebut.
  • Pembebasan harus diambil secara terpisah atas tiap kondisi, namun pemain dapatmengambil pembebasan dari kedua kondisi secara bersamaan (dengan penentuantitik pembebasan penuh terdekat dari kedua kondisi) disaat, setelah mengambilpembebasan dari tiap kondisi secara terpisah, dapat disimpulkan secara wajarbila tetap melakukan hal tersebut kondisi-kondisi tersebut akan tetap salingmengganggu.

 

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /1 – Diagram Ilustrasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Dalam diagram, terminologi “titik pembebasan penuh terdekat” dalam Peraturan 16.1 (Kondisi Lapangan Tidak Normal) untuk pembebasan dari gangguan oleh Gugus Untuk Rawat diilustrasikan pemain bermain dengan tangan kanan dan tangan kiri.

Titik pembebasan penuh terdekat harus diinterprestasikan secara tegas. Pemain tidak boleh memilih di sisi mana dari gugus untuk rawat bola akan didrop, kecuali ada dua jarak yang sama atas titik pembebasan penuh terdekat. Bahkan bila satu sisi dari gugus untuk rawat di fairway dan lainnya di semak, bila titik pembebasan penuh terdekat berada di semak, maka itulah titik pembebasan penuh terdekat pemain.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /2 – Pemain Tidak Mengikuti Prosedur yang Direkomendasi dalam Memutuskan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Walaupun ada prosedur yang direkomendasikan untuk menentukan titik pembebasan penuh terdekat, Peraturan tidak mengharuskan pemain untuk menentukan titik ini saat mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan (seperti saat mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal berdasarkan Peraturan 16.1b (Pembebasan ata Bola di Area Umum)). Apabila pemain tidak menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara akurat atau menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara tidak tepat, pemain hanya dikenai penalti bila hal ini mengakibatkan ia mengedrop bola di area pembebasan yang tidak sesuai ketentuan dari Peraturan dan bola kemudian dimainkan.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /3 – Apakah Pemain Telah Mengambil Pembebasan Secara Salah Bila Kondisi Tetap Mengganggu untuk Pukulan dengan Klab yang Tidak Digunakan untuk Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Di saat pemain mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal, ia mengambil pembebasan hanya atas gangguan yang ia dapati dengan menggunakan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk memainkan bola dari tempat tersebut. Setelah pemain mengambil pembebasan dan tidak ada lagi gangguan untuk pukulan yang pemain akan lakukan, segala gangguan berikutnya adalah suatu situasi baru.

Contoh, bola pemain berhenti di rough tebal di area umum kira-kira 230 yard dari green. Pemain memilih wedge untuk melakukan pukulan berikutnya dan mendapati ancang-ancangnya menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat. Pemain menentukan titik pembebasan penuh terdekat nya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan berdasarkan Peraturan 14.3b(3) (Bola Harus Didrop di Area Pembebasan) dan Peraturan 16.1 (Pembebasan dari Kondisi Lapangan Tidak Normal).

Bola bergulir ke letak yang bagus dalam area pembebasan dari mana pemain meyakini pukulan berikutnya dapat dimainkan dengan wood 3. Bila pemain menggunakan wedge untuk pukulan selanjutnya tidak akan gangguan dari gugus untuk rawat. Namun, menggunakan wood 3, kaki pemain kembali menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat tersebut. Ini adalah suatu situasi baru dan pemain dapat memainkan bolanya sebagaimana letaknya atau mengambil pembebasan atas situasi baru tersebut.

Interpretasi Hilang /4 – Pemain Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat namun Secara Fisik Tidak Dapat Melakukan Pukulan yang Diinginkan

Tujuan dari menentukan titik pembebasan penuh terdekat adalah untuk mencari titik referensi di lokasi yang terdekat agar lagi terdapat gangguan dari kondisi. Dalam menentukan titik pembebasan penuh terdekat, pemain tidak dijamin untuk mendapat letak yang bagus atau dapat dmainkan.

Contoh, apabila pemain tidak dapat melakukan pukulan dari area pembebasan sebagaimana diukur dari titik pembebasan penuh terdekat karena arah main terhalangi pohon, atau pemain tidak dapat melakukan ayunan ke belakang untuk pukulan yang diinginkan karena semak, ini tidak merubah kenyataan bahwa titik yang ditentukan tersebut adalah titik pembebasan penuh terdekat.

Setelah bola berada dalam permainan, pemain harus memutuskan tipe pukulan yang akan ia lakukan. Pukulan ini, yang termasuk pilihan klab, dapat berbeda dari yang seharusnya dilakukan dari tempat bola semula bila kondisi tidak ada di sana.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di bagian manapun dari area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan dari kondisi tersebut.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /5 – Pemain Secara Fisik Tidak Dapat Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Apabila pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya, harus diperkirakan, dan area pembebasan kemudian didasarkan atas titik estimasi tersebut.

Contoh, dalam mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan 16.1, pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya karena titik tersebut berada di tengan pokok pohon atau pagar pembatas lapangan menghalangi peain dalam mengambil ancang-ancang.

Pemain harus mengestimasi titik pembebasan penuh terdekatnya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan berdasarkan Peraturan 16.1.

Bunker

Area pasir yang disiapkan secara khusus, umumnya berupa cekungan di mana rumput atau tanah dipindahkan.

Berikut ini bukan bagian dari sebuah bunker:

  • Bibir, dinding atau muka di sisi area yang disiapkan dan berupa tanah, rumput, tumpukan lempeng rumput atau material artifisial;
  • Tanah atau segala benda natural yang tumbuh atau menempel di dalam tepi area yang disiapkan (seperti rumput, semak atau pohon);
  • Pasir yang tumpah keluar atau berada di luar sisi area yang disiapkan; dan
  • Semua area pasir lain di lapangan yang tidak berada di dalam sisi area yang disiapkan (seperti gurun pasir dan area pasir alamiah lainnya atau area yang sering dirujuk sebagai waste area).

Bunker adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Komite dapat menetapkan area pasir yang disiapkan sebagai bagian dari area umum (yang berarti bukan sebuah bunker) atau dapat menetapkan area pasir yang ada sebagai sebuah bunker.

Saat sebuah bunker sedang diperbaiki dan Komite menetapkan keseluruhan bunker sebagai gugus untuk rawat, ia diperlakukan sebagai area umum (yang berarti bukan sebuah bunker).

Kata “pasir” sebagaimana dipergunakan dalam Definisi ini dan Peraturan 12mencakup segala material serupa dengan pasir yang digunakan sebagai materialbunker (seperti kerang yang ditumbuk), demikian juga segala tanah yang dicampur dengan pasir.

Titik Pembebasan Maksimum Tersedia

Titik referensi untuk mengambil pembebasan gratis dari suatu kondisi lapangan tidak normal di bunker (Peraturan 16.1c) atau di putting green (Peraturan 16.1d) disaat tidakterdapat titik pembebasan penuh terdekat.

Itu adalah titik perkiraan dimana bola akan berada yang:

  • Terdekat dengan tempat semula bola, namun tidak lebih mendekati lubang dari tempat tersebut,
  • Berada di area lapangan yang diharuskan, dan
  • Pemain mendapat gangguan paling minim dari kondisi lapangan tidak normal tersebut dibanding apabila pemain melakukan pukulan di tempat semula tanpa ada kondisi tersebut.

Memperkirakan titik referensi ini mencakup menentukan pilihan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang pemain akan gunakan dalam melakukan pukulan.

Pemain tidak perlu mensimulasikan pukulan dengan mengambil ancang-ancang sebenarnya dan ayunan menggunakan klab pilihannya (namun disarankan agar pemain selalu melakukan hal ini untuk membantu membuat perkiraan yang akurat).

Titik pembebasan maksimum tersedia didapat dengan membandingkan besar relatif gangguan atas letak bola dan area ancang-ancang dan ayunan yang pemain inginkandan, khusus di putting green, garis mainnya. Sebagai contoh, disaat mengambil pembebasan dari air sementara:

  • Titik pembebasan maksimum tersedia kemungkinan dimana bola berada di airyang lebih dangkal dari tempat pemain akan berdiri (lebih mempengaruhi ancang-ancang daripada letak dan ayunan), atau dimana bola berada di air yang lebih dalam dari tempat pemain akan berdiri (lebih mempengaruhi letak dan ayunan daripada ancang-ancang).
  • Di putting green, titik pembebasan maksimum tersedia kemungkinan berdasarkangaris main dimana bola akan melalui air sementara terdangkal atau rentang terpendek.
Bunker

Area pasir yang disiapkan secara khusus, umumnya berupa cekungan di mana rumput atau tanah dipindahkan.

Berikut ini bukan bagian dari sebuah bunker:

  • Bibir, dinding atau muka di sisi area yang disiapkan dan berupa tanah, rumput, tumpukan lempeng rumput atau material artifisial;
  • Tanah atau segala benda natural yang tumbuh atau menempel di dalam tepi area yang disiapkan (seperti rumput, semak atau pohon);
  • Pasir yang tumpah keluar atau berada di luar sisi area yang disiapkan; dan
  • Semua area pasir lain di lapangan yang tidak berada di dalam sisi area yang disiapkan (seperti gurun pasir dan area pasir alamiah lainnya atau area yang sering dirujuk sebagai waste area).

Bunker adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Komite dapat menetapkan area pasir yang disiapkan sebagai bagian dari area umum (yang berarti bukan sebuah bunker) atau dapat menetapkan area pasir yang ada sebagai sebuah bunker.

Saat sebuah bunker sedang diperbaiki dan Komite menetapkan keseluruhan bunker sebagai gugus untuk rawat, ia diperlakukan sebagai area umum (yang berarti bukan sebuah bunker).

Kata “pasir” sebagaimana dipergunakan dalam Definisi ini dan Peraturan 12mencakup segala material serupa dengan pasir yang digunakan sebagai materialbunker (seperti kerang yang ditumbuk), demikian juga segala tanah yang dicampur dengan pasir.

Drop

Memegang bola dan melepaskannya sehingga jatuh melalui udara, dengan tujuan agar bola berada dalam permainan.

Apabila pemain melepaskan sebuah bola tidak dengan tujuan agar bola berada dalam permainan, bola tersebut belum didrop dan tidak berada dalam permainan (lihat Peraturan 14.4).

Setiap Peraturan pembebasan memberi ketentuan area pembebasan secara spesifik di mana bola harus didrop dan berhenti.

Dalam mengambil pembebasan, pemain harus melepaskan bola dari suatu lokasisetinggi lutut sehingga bola tersebut:

  • Jatuh lurus ke bawah, tanpa pemain melempar, memutar atau menggulirkannya atau menggunakan gerakan apapun yang dapat mempengaruhi kemana bola akanberhenti, dan
  • Tidak menyentuh bagian manapun dari badan atau perlengkapan pemain sebelum ia membentur dasar (ground). (lihat Peraturan 14.3b).
Area Pembebasan

Area dimana pemain harus mengedrop sebuah bola disaat mengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan. Tiap Peraturan pembebasan mengharuskan pemain untuk menggunakan area pembebasan yang spesifik dimana ukuran dan tempatnya berdasarkan atas tiga faktor berikut:

  • Titik Referensi Titik darimana ukuran area pembebasan diukur.
  • Ukuran Area Pembebasan Diukur dari Titik Referensi: Area pembebasan adalah satu ataupun dua panjang-klab dari titik referensi, namun dengan batas tertentu:
  • Batas Lokasi Area Pembebasan Lokasi dari area pembebasan dapat dibatasidengan satu cara atau lebih sehingga, contoh:
    • Ia hanya berada di area dari lapangan yang ditentukan tertentu, seperti hanya di area umum, atau tidak di bunker atau area penalti,
    • Ia tidak lebih mendekati lubang dari titik referensi atau harus berada di luar area penalti atau bunker darimana pembebasan diambil, atau
    • Ia berada dimana tidak terdapat gangguan (sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan tertentu) dari kondisi darimana pembebasan diambil.

Dalam menggunakan panjang-klab untuk menentukan ukuran dari area pembebasan, pemain diperkenankan mengukur secara langsung melewati selokan, lubang atau kondisi serupa, dan secara langsung melewati atau menembus suatu benda (seperti sebuah pohon, pagar, tembok, terowongan, saluran air atau kepala sprinkler), namun tidak diperkenankan untuk mengukur menembus dasar (ground) yang secara alamiah turun dan naik.

Lihat Committee Procedures, Section 2I (Komite dapat memilih untuk memperbolehkan atau mengharuskan pemain menggunakan zona drop sebagai area pembebasan saat mengambil pembebasan tertentu).


Klarifikasi – Menentukan Apakah Bola di Area Pembebasan

Di saat menentukan apakah suatu bola telah berhenti di area pembebasan (seperti satu atau dua panjang-klab dari titik referensi bergantung dari Peraturan yang diterapkan), bola itu berada di area pembebasan bila sebagian dari bola itu berada di dalam pengukuran satu atau dua panjang-klab. Namun, sebuah bola tidak berada di area pembebasan bila sebagian dari bola berada lebih dekat ke lubang dari titik referensi atau di saat sebagian dari bola mendapat gangguan dari kondisi dari mana pembebasan gratis diambil.
(Klarifikasi ditambahkan 12/2018)

Lubang

Titik penyelesaian di putting green untuk hole yang dimainkan:

  • Lubang harus berdiameter 4 ¼ inci (108 mm) dengan kedalaman sekurangkurangnya4 inci (101.6 mm).
  • Bila mengunakan pelapis, ukuran luar diameternya tidak boleh melebihi 4 ¼ inci(108 mm). Pelapis tersebut harus dibenamkan sekurang-kurangnya 1 inci (25.4 mm)di bawah permukaan putting green, kecuali jika sifat tanahnya mengharuskannya lebih dekat ke permukaan.

Kata "hole" (saat tidak digunakan dalam definisi) digunakan di sepanjang Peraturan yang berarti bagian dari lapangan yang dikaitkan dengan suatu area tee, putting green dan lubang tertentu. Memainkan suatu hole dimulai dari area tee dan berakhir saat bola telah masuk lubang di putting green (atau saat Peraturan menyatakan hole itu telah diselesaikan).

 

Lapangan

Keseluruhan area permainan di dalam sisi segala pembatas lapangan yang ditentukan oleh Komite.

  • Seluruh area di dalam dari sisi pembatas adalah dalam perbatasan (in bounds) danmerupakan bagian dari lapangan.
  • Seluruh area di luar dari sisi pembatas adalahdi luar perbatasan (out of bounds) dan bukan bagian dari lapangan.
  • Sisi pembatas berlanjut baik ke atas maupun kebawah dari dasar.

Lapangan terbentuk atas lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Lubang

Titik penyelesaian di putting green untuk hole yang dimainkan:

  • Lubang harus berdiameter 4 ¼ inci (108 mm) dengan kedalaman sekurangkurangnya4 inci (101.6 mm).
  • Bila mengunakan pelapis, ukuran luar diameternya tidak boleh melebihi 4 ¼ inci(108 mm). Pelapis tersebut harus dibenamkan sekurang-kurangnya 1 inci (25.4 mm)di bawah permukaan putting green, kecuali jika sifat tanahnya mengharuskannya lebih dekat ke permukaan.

Kata "hole" (saat tidak digunakan dalam definisi) digunakan di sepanjang Peraturan yang berarti bagian dari lapangan yang dikaitkan dengan suatu area tee, putting green dan lubang tertentu. Memainkan suatu hole dimulai dari area tee dan berakhir saat bola telah masuk lubang di putting green (atau saat Peraturan menyatakan hole itu telah diselesaikan).

 

Tee

Sebuah benda yang digunakan untuk menaikkan sebuah bola di atas dasar (ground) untuk memainkan bola tersebut dari area tee. Ia tidak boleh lebih panjang dari empat inci (101.6 mm) dan harus memenuhi ketentuan dari Peraturan Perlengkapan.

Drop

Memegang bola dan melepaskannya sehingga jatuh melalui udara, dengan tujuan agar bola berada dalam permainan.

Apabila pemain melepaskan sebuah bola tidak dengan tujuan agar bola berada dalam permainan, bola tersebut belum didrop dan tidak berada dalam permainan (lihat Peraturan 14.4).

Setiap Peraturan pembebasan memberi ketentuan area pembebasan secara spesifik di mana bola harus didrop dan berhenti.

Dalam mengambil pembebasan, pemain harus melepaskan bola dari suatu lokasisetinggi lutut sehingga bola tersebut:

  • Jatuh lurus ke bawah, tanpa pemain melempar, memutar atau menggulirkannya atau menggunakan gerakan apapun yang dapat mempengaruhi kemana bola akanberhenti, dan
  • Tidak menyentuh bagian manapun dari badan atau perlengkapan pemain sebelum ia membentur dasar (ground). (lihat Peraturan 14.3b).
Lubang

Titik penyelesaian di putting green untuk hole yang dimainkan:

  • Lubang harus berdiameter 4 ¼ inci (108 mm) dengan kedalaman sekurangkurangnya4 inci (101.6 mm).
  • Bila mengunakan pelapis, ukuran luar diameternya tidak boleh melebihi 4 ¼ inci(108 mm). Pelapis tersebut harus dibenamkan sekurang-kurangnya 1 inci (25.4 mm)di bawah permukaan putting green, kecuali jika sifat tanahnya mengharuskannya lebih dekat ke permukaan.

Kata "hole" (saat tidak digunakan dalam definisi) digunakan di sepanjang Peraturan yang berarti bagian dari lapangan yang dikaitkan dengan suatu area tee, putting green dan lubang tertentu. Memainkan suatu hole dimulai dari area tee dan berakhir saat bola telah masuk lubang di putting green (atau saat Peraturan menyatakan hole itu telah diselesaikan).

 

Drop

Memegang bola dan melepaskannya sehingga jatuh melalui udara, dengan tujuan agar bola berada dalam permainan.

Apabila pemain melepaskan sebuah bola tidak dengan tujuan agar bola berada dalam permainan, bola tersebut belum didrop dan tidak berada dalam permainan (lihat Peraturan 14.4).

Setiap Peraturan pembebasan memberi ketentuan area pembebasan secara spesifik di mana bola harus didrop dan berhenti.

Dalam mengambil pembebasan, pemain harus melepaskan bola dari suatu lokasisetinggi lutut sehingga bola tersebut:

  • Jatuh lurus ke bawah, tanpa pemain melempar, memutar atau menggulirkannya atau menggunakan gerakan apapun yang dapat mempengaruhi kemana bola akanberhenti, dan
  • Tidak menyentuh bagian manapun dari badan atau perlengkapan pemain sebelum ia membentur dasar (ground). (lihat Peraturan 14.3b).
Panjang-Klab

Panjang dari klab terpanjang dari ke 14 (atau kurang) klab yang pemain miliki selama ronde (sebagaimana diperkenankan oleh Peraturan 4.1b(1)), selain putter.

Sebagai contoh, bila klab terpanjang (selain putter) yang pemain miliki selama ronde adalah driver 43 inci (109.22 cm), panjang-klab bagi pemain tersebut adalah 43 inci untuk ronde tersebut.

Panjang-klab digunakan untuk menetapkan area tee pemain di tiap hole dan dalam menentukan besar area pembebasan pemain disaat mengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan.

 

Interpretasi Panjang-Klab/1 – Arti dari “Panjang-Klab” Saat Pengukuran

Untuk tujuan pengukuran saat menentukan area pembebasan, panjang keseluruhan klab digunakan, mulai dari ujung kepala klab sampai pangkal grip. Namun bila klab memakai penutup kepala atau memiliki tambahan di pangkal grip, mereka tidak boleh digunakan sebagai bagian dari klab untuk mengukur.

Interpretasi Panjang-Klab/2 – Bagaimana Mengukur Saat Klab Terpanjang Patah

Apabila klab terpanjang yang pemain miliki dalam ronde patah, klab patah itu tetap digunakan untuk menentukan ukuran area pembebasanya. Namun, bila klab terpanjang patah dan pemain diperbolehkan menggantinya dengan klab lain (Pengecualian atas Peraturan 4.1b(3)) dan pemain melakukannya, klab patah tersebut tidak lagi merupakan sebagai klab terpanjangnya.

Apabila pemain memulai suatu ronde dengan kurang dari 14 klab dan memutuskan untuk menambah klab lain ayng lebih lebih panjang dari semua klabnya, klab yang ditambahkan itu digunakan untuk pengukuran asalkan itu bukan putter.

Klarifikasi –  Arti “Panjang-Klab” Saat Bermain dengan Partner

Dalam bentuk permainan berpartner, klab terpanjang dari kedua partner, kecuali putter, dapat digunakan untuk menentukan area tee atau ukuran area pembebasan.
(Klarifikasi ditambahkan 12/2018)

Lubang

Titik penyelesaian di putting green untuk hole yang dimainkan:

  • Lubang harus berdiameter 4 ¼ inci (108 mm) dengan kedalaman sekurangkurangnya4 inci (101.6 mm).
  • Bila mengunakan pelapis, ukuran luar diameternya tidak boleh melebihi 4 ¼ inci(108 mm). Pelapis tersebut harus dibenamkan sekurang-kurangnya 1 inci (25.4 mm)di bawah permukaan putting green, kecuali jika sifat tanahnya mengharuskannya lebih dekat ke permukaan.

Kata "hole" (saat tidak digunakan dalam definisi) digunakan di sepanjang Peraturan yang berarti bagian dari lapangan yang dikaitkan dengan suatu area tee, putting green dan lubang tertentu. Memainkan suatu hole dimulai dari area tee dan berakhir saat bola telah masuk lubang di putting green (atau saat Peraturan menyatakan hole itu telah diselesaikan).

 

Area dari Lapangan

Lima area yang ditetapkan yang membentuk lapangan:

  • Area umum,
  • Area tee di mana pemain harus bermain saat memulai hole yang ia mainkan,
  • Semua area penalti,
  • Semua  bunker, dan
  • Putting green dari hole yang pemain mainkan.
Area dari Lapangan

Lima area yang ditetapkan yang membentuk lapangan:

  • Area umum,
  • Area tee di mana pemain harus bermain saat memulai hole yang ia mainkan,
  • Semua area penalti,
  • Semua  bunker, dan
  • Putting green dari hole yang pemain mainkan.
Panjang-Klab

Panjang dari klab terpanjang dari ke 14 (atau kurang) klab yang pemain miliki selama ronde (sebagaimana diperkenankan oleh Peraturan 4.1b(1)), selain putter.

Sebagai contoh, bila klab terpanjang (selain putter) yang pemain miliki selama ronde adalah driver 43 inci (109.22 cm), panjang-klab bagi pemain tersebut adalah 43 inci untuk ronde tersebut.

Panjang-klab digunakan untuk menetapkan area tee pemain di tiap hole dan dalam menentukan besar area pembebasan pemain disaat mengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan.

 

Interpretasi Panjang-Klab/1 – Arti dari “Panjang-Klab” Saat Pengukuran

Untuk tujuan pengukuran saat menentukan area pembebasan, panjang keseluruhan klab digunakan, mulai dari ujung kepala klab sampai pangkal grip. Namun bila klab memakai penutup kepala atau memiliki tambahan di pangkal grip, mereka tidak boleh digunakan sebagai bagian dari klab untuk mengukur.

Interpretasi Panjang-Klab/2 – Bagaimana Mengukur Saat Klab Terpanjang Patah

Apabila klab terpanjang yang pemain miliki dalam ronde patah, klab patah itu tetap digunakan untuk menentukan ukuran area pembebasanya. Namun, bila klab terpanjang patah dan pemain diperbolehkan menggantinya dengan klab lain (Pengecualian atas Peraturan 4.1b(3)) dan pemain melakukannya, klab patah tersebut tidak lagi merupakan sebagai klab terpanjangnya.

Apabila pemain memulai suatu ronde dengan kurang dari 14 klab dan memutuskan untuk menambah klab lain ayng lebih lebih panjang dari semua klabnya, klab yang ditambahkan itu digunakan untuk pengukuran asalkan itu bukan putter.

Klarifikasi –  Arti “Panjang-Klab” Saat Bermain dengan Partner

Dalam bentuk permainan berpartner, klab terpanjang dari kedua partner, kecuali putter, dapat digunakan untuk menentukan area tee atau ukuran area pembebasan.
(Klarifikasi ditambahkan 12/2018)

Area Pembebasan

Area dimana pemain harus mengedrop sebuah bola disaat mengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan. Tiap Peraturan pembebasan mengharuskan pemain untuk menggunakan area pembebasan yang spesifik dimana ukuran dan tempatnya berdasarkan atas tiga faktor berikut:

  • Titik Referensi Titik darimana ukuran area pembebasan diukur.
  • Ukuran Area Pembebasan Diukur dari Titik Referensi: Area pembebasan adalah satu ataupun dua panjang-klab dari titik referensi, namun dengan batas tertentu:
  • Batas Lokasi Area Pembebasan Lokasi dari area pembebasan dapat dibatasidengan satu cara atau lebih sehingga, contoh:
    • Ia hanya berada di area dari lapangan yang ditentukan tertentu, seperti hanya di area umum, atau tidak di bunker atau area penalti,
    • Ia tidak lebih mendekati lubang dari titik referensi atau harus berada di luar area penalti atau bunker darimana pembebasan diambil, atau
    • Ia berada dimana tidak terdapat gangguan (sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan tertentu) dari kondisi darimana pembebasan diambil.

Dalam menggunakan panjang-klab untuk menentukan ukuran dari area pembebasan, pemain diperkenankan mengukur secara langsung melewati selokan, lubang atau kondisi serupa, dan secara langsung melewati atau menembus suatu benda (seperti sebuah pohon, pagar, tembok, terowongan, saluran air atau kepala sprinkler), namun tidak diperkenankan untuk mengukur menembus dasar (ground) yang secara alamiah turun dan naik.

Lihat Committee Procedures, Section 2I (Komite dapat memilih untuk memperbolehkan atau mengharuskan pemain menggunakan zona drop sebagai area pembebasan saat mengambil pembebasan tertentu).


Klarifikasi – Menentukan Apakah Bola di Area Pembebasan

Di saat menentukan apakah suatu bola telah berhenti di area pembebasan (seperti satu atau dua panjang-klab dari titik referensi bergantung dari Peraturan yang diterapkan), bola itu berada di area pembebasan bila sebagian dari bola itu berada di dalam pengukuran satu atau dua panjang-klab. Namun, sebuah bola tidak berada di area pembebasan bila sebagian dari bola berada lebih dekat ke lubang dari titik referensi atau di saat sebagian dari bola mendapat gangguan dari kondisi dari mana pembebasan gratis diambil.
(Klarifikasi ditambahkan 12/2018)

Area dari Lapangan

Lima area yang ditetapkan yang membentuk lapangan:

  • Area umum,
  • Area tee di mana pemain harus bermain saat memulai hole yang ia mainkan,
  • Semua area penalti,
  • Semua  bunker, dan
  • Putting green dari hole yang pemain mainkan.
Drop

Memegang bola dan melepaskannya sehingga jatuh melalui udara, dengan tujuan agar bola berada dalam permainan.

Apabila pemain melepaskan sebuah bola tidak dengan tujuan agar bola berada dalam permainan, bola tersebut belum didrop dan tidak berada dalam permainan (lihat Peraturan 14.4).

Setiap Peraturan pembebasan memberi ketentuan area pembebasan secara spesifik di mana bola harus didrop dan berhenti.

Dalam mengambil pembebasan, pemain harus melepaskan bola dari suatu lokasisetinggi lutut sehingga bola tersebut:

  • Jatuh lurus ke bawah, tanpa pemain melempar, memutar atau menggulirkannya atau menggunakan gerakan apapun yang dapat mempengaruhi kemana bola akanberhenti, dan
  • Tidak menyentuh bagian manapun dari badan atau perlengkapan pemain sebelum ia membentur dasar (ground). (lihat Peraturan 14.3b).
Area Pembebasan

Area dimana pemain harus mengedrop sebuah bola disaat mengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan. Tiap Peraturan pembebasan mengharuskan pemain untuk menggunakan area pembebasan yang spesifik dimana ukuran dan tempatnya berdasarkan atas tiga faktor berikut:

  • Titik Referensi Titik darimana ukuran area pembebasan diukur.
  • Ukuran Area Pembebasan Diukur dari Titik Referensi: Area pembebasan adalah satu ataupun dua panjang-klab dari titik referensi, namun dengan batas tertentu:
  • Batas Lokasi Area Pembebasan Lokasi dari area pembebasan dapat dibatasidengan satu cara atau lebih sehingga, contoh:
    • Ia hanya berada di area dari lapangan yang ditentukan tertentu, seperti hanya di area umum, atau tidak di bunker atau area penalti,
    • Ia tidak lebih mendekati lubang dari titik referensi atau harus berada di luar area penalti atau bunker darimana pembebasan diambil, atau
    • Ia berada dimana tidak terdapat gangguan (sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan tertentu) dari kondisi darimana pembebasan diambil.

Dalam menggunakan panjang-klab untuk menentukan ukuran dari area pembebasan, pemain diperkenankan mengukur secara langsung melewati selokan, lubang atau kondisi serupa, dan secara langsung melewati atau menembus suatu benda (seperti sebuah pohon, pagar, tembok, terowongan, saluran air atau kepala sprinkler), namun tidak diperkenankan untuk mengukur menembus dasar (ground) yang secara alamiah turun dan naik.

Lihat Committee Procedures, Section 2I (Komite dapat memilih untuk memperbolehkan atau mengharuskan pemain menggunakan zona drop sebagai area pembebasan saat mengambil pembebasan tertentu).


Klarifikasi – Menentukan Apakah Bola di Area Pembebasan

Di saat menentukan apakah suatu bola telah berhenti di area pembebasan (seperti satu atau dua panjang-klab dari titik referensi bergantung dari Peraturan yang diterapkan), bola itu berada di area pembebasan bila sebagian dari bola itu berada di dalam pengukuran satu atau dua panjang-klab. Namun, sebuah bola tidak berada di area pembebasan bila sebagian dari bola berada lebih dekat ke lubang dari titik referensi atau di saat sebagian dari bola mendapat gangguan dari kondisi dari mana pembebasan gratis diambil.
(Klarifikasi ditambahkan 12/2018)

Putting Green

Area di hole yang pemain mainkan yang:

  • Secara khusus dipersiapkan untuk putting, atau
  • Komite tetapkan sebagai putting green (seperti disaat menggunakan greensementara).

Terdapat lubang pada putting green di suatu hole dimana pemain berupayamemasukkan bola. Putting green adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan. Putting green pada semula hole lain (yang saat itu pemain tidak mainkan) adalah green salah dan merupakan bagian dari area umum.

Sisi dari suatu putting green ditentukan mulai dari area yang terlihat secara khususdipersiapkan (seperti dimana rumput secara jelas dipotong untuk menunjukkantepinya), kecuali Komite menentukan sisi dengan cara lain (seperti dengan menggunakan garis atau titik-titik).

Apabila green ganda digunakan untuk dua hole berbeda:

  • Keseluruhan area yang dipersiapkan dimana terdapat kedua lubang diperlakukan sebagai putting green disaat memainkan masing-masing hole.

Namun Komite dapat menetapkan suatu tepi yang membagi green ganda menjadi dua putting green terpisah, sehingga disaat pemain memainkan satu diantaranya,bagian dari green ganda untuk hole yang lain adalah green salah.

Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Lapangan

Keseluruhan area permainan di dalam sisi segala pembatas lapangan yang ditentukan oleh Komite.

  • Seluruh area di dalam dari sisi pembatas adalah dalam perbatasan (in bounds) danmerupakan bagian dari lapangan.
  • Seluruh area di luar dari sisi pembatas adalahdi luar perbatasan (out of bounds) dan bukan bagian dari lapangan.
  • Sisi pembatas berlanjut baik ke atas maupun kebawah dari dasar.

Lapangan terbentuk atas lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Titik referensi untuk mengambil pembebasan gratis dari suatu kondisi lapangan tidak normal (Peraturan 16.1), kondisi binatang berbahaya (Peraturan 16.2), green salah (Peraturan 13.1e) atau zona dilarang bermain (Peraturan 16.1f dan 17.1e), atau dalammengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan Setempat.

Itu adalah titik perkiraan dimana bola tersebut akan berhenti yang:

  • Terdekat dengan tempat semula bola, namun tidak lebih dekat ke lubang daritempat tersebut,
  • Berada di area lapangan yang diharuskan, dan
  • Mana kondisi tidak akan menganggu pukulan yang akan dilakukan pemain dari tempat semula bila kondisi tersebut tidak ada.

Memperkirakan titik referensi ini mengharuskan pemain untuk menentukan pilihan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk melakukanpukulan.

Pemain tidak perlu melakukan simulasi pukulan dengan mengambil ancang-ancangdan mengayunkan klab pilihan tersebut (namun secara umum pemain direkomendasikan untuk melakukan hal ini untuk membantu menentukan perkiraan yang tepat).

Titik pembebasan penuh terdekat berhubungan hanya atas kondisi tertentu dimana pembebasan akan diambil dan kemungkinan di sebuah lokasi dimana terdapat gangguan dari sesuatu yang lain:

  • Bila pemain mengambil pembebasan kemudian mendapat gangguan dari kondisilain dimana pembebasan diperkenankan, pemain tersebut dapat mengambilpembebasan kembali dengan menentukan titik pembebasan penuh terdekat yangbaru dari kondisi baru tersebut.
  • Pembebasan harus diambil secara terpisah atas tiap kondisi, namun pemain dapatmengambil pembebasan dari kedua kondisi secara bersamaan (dengan penentuantitik pembebasan penuh terdekat dari kedua kondisi) disaat, setelah mengambilpembebasan dari tiap kondisi secara terpisah, dapat disimpulkan secara wajarbila tetap melakukan hal tersebut kondisi-kondisi tersebut akan tetap salingmengganggu.

 

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /1 – Diagram Ilustrasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Dalam diagram, terminologi “titik pembebasan penuh terdekat” dalam Peraturan 16.1 (Kondisi Lapangan Tidak Normal) untuk pembebasan dari gangguan oleh Gugus Untuk Rawat diilustrasikan pemain bermain dengan tangan kanan dan tangan kiri.

Titik pembebasan penuh terdekat harus diinterprestasikan secara tegas. Pemain tidak boleh memilih di sisi mana dari gugus untuk rawat bola akan didrop, kecuali ada dua jarak yang sama atas titik pembebasan penuh terdekat. Bahkan bila satu sisi dari gugus untuk rawat di fairway dan lainnya di semak, bila titik pembebasan penuh terdekat berada di semak, maka itulah titik pembebasan penuh terdekat pemain.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /2 – Pemain Tidak Mengikuti Prosedur yang Direkomendasi dalam Memutuskan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Walaupun ada prosedur yang direkomendasikan untuk menentukan titik pembebasan penuh terdekat, Peraturan tidak mengharuskan pemain untuk menentukan titik ini saat mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan (seperti saat mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal berdasarkan Peraturan 16.1b (Pembebasan ata Bola di Area Umum)). Apabila pemain tidak menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara akurat atau menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara tidak tepat, pemain hanya dikenai penalti bila hal ini mengakibatkan ia mengedrop bola di area pembebasan yang tidak sesuai ketentuan dari Peraturan dan bola kemudian dimainkan.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /3 – Apakah Pemain Telah Mengambil Pembebasan Secara Salah Bila Kondisi Tetap Mengganggu untuk Pukulan dengan Klab yang Tidak Digunakan untuk Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Di saat pemain mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal, ia mengambil pembebasan hanya atas gangguan yang ia dapati dengan menggunakan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk memainkan bola dari tempat tersebut. Setelah pemain mengambil pembebasan dan tidak ada lagi gangguan untuk pukulan yang pemain akan lakukan, segala gangguan berikutnya adalah suatu situasi baru.

Contoh, bola pemain berhenti di rough tebal di area umum kira-kira 230 yard dari green. Pemain memilih wedge untuk melakukan pukulan berikutnya dan mendapati ancang-ancangnya menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat. Pemain menentukan titik pembebasan penuh terdekat nya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan berdasarkan Peraturan 14.3b(3) (Bola Harus Didrop di Area Pembebasan) dan Peraturan 16.1 (Pembebasan dari Kondisi Lapangan Tidak Normal).

Bola bergulir ke letak yang bagus dalam area pembebasan dari mana pemain meyakini pukulan berikutnya dapat dimainkan dengan wood 3. Bila pemain menggunakan wedge untuk pukulan selanjutnya tidak akan gangguan dari gugus untuk rawat. Namun, menggunakan wood 3, kaki pemain kembali menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat tersebut. Ini adalah suatu situasi baru dan pemain dapat memainkan bolanya sebagaimana letaknya atau mengambil pembebasan atas situasi baru tersebut.

Interpretasi Hilang /4 – Pemain Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat namun Secara Fisik Tidak Dapat Melakukan Pukulan yang Diinginkan

Tujuan dari menentukan titik pembebasan penuh terdekat adalah untuk mencari titik referensi di lokasi yang terdekat agar lagi terdapat gangguan dari kondisi. Dalam menentukan titik pembebasan penuh terdekat, pemain tidak dijamin untuk mendapat letak yang bagus atau dapat dmainkan.

Contoh, apabila pemain tidak dapat melakukan pukulan dari area pembebasan sebagaimana diukur dari titik pembebasan penuh terdekat karena arah main terhalangi pohon, atau pemain tidak dapat melakukan ayunan ke belakang untuk pukulan yang diinginkan karena semak, ini tidak merubah kenyataan bahwa titik yang ditentukan tersebut adalah titik pembebasan penuh terdekat.

Setelah bola berada dalam permainan, pemain harus memutuskan tipe pukulan yang akan ia lakukan. Pukulan ini, yang termasuk pilihan klab, dapat berbeda dari yang seharusnya dilakukan dari tempat bola semula bila kondisi tidak ada di sana.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di bagian manapun dari area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan dari kondisi tersebut.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /5 – Pemain Secara Fisik Tidak Dapat Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Apabila pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya, harus diperkirakan, dan area pembebasan kemudian didasarkan atas titik estimasi tersebut.

Contoh, dalam mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan 16.1, pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya karena titik tersebut berada di tengan pokok pohon atau pagar pembatas lapangan menghalangi peain dalam mengambil ancang-ancang.

Pemain harus mengestimasi titik pembebasan penuh terdekatnya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan berdasarkan Peraturan 16.1.

Meletakkan Kembali

Menaruh sebuah bola dengan meletakan dan melepaskannya, dengan niat agar bola menjadi dalam permainan.

Apabila pemain meletakkan bola tanpa niat agar bola menjadi dalam permainan, bola tersebut belum diletakkan kembali dan belum di dalam permainan (lihat Peraturan 14.4).

Di saat kapanpun suatu Peraturan mengharuskan sebuah bola untuk diletakkan kembali, Peraturan tersebut menentukan titik spesifik di mana bola tersebut harus didiletakkan kembali.

 

Interpretasi Meletakkan Kembali /1 – Bola Tidak Dapat Diletakkan Kembali Menggunakan Klab

Untuk sebuah bola diletakkan kembali dengan cara yang benar, ia harus ditaruh dan dilepaskan. Ini berarti pemain harus menggunakan tangannya untuk menaruh bola kembali ke dalam permainan di tempat ia diangkat atau dipindahkan.

Contoh, apabila pemain mengangkat bolanya dari putting green dan menaruhnya disamping, pemain tidak bolah meletakkan kembali bola dengan menggulirkannya ke tempat seharusnya menggunakan sebuah klab. Apabila ia melakukannya, bola tidak diletakkan kembali dengan cara yang benar dan pemain dikenai satu pukulan penalti berdasarkan Peraturan 14.2b(2) (Bagaimana Bola Harus Dilletakkan Kembali) apabila kesalahan tidak diperbaiki sebelum pukulan dilakukan.

Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Titik referensi untuk mengambil pembebasan gratis dari suatu kondisi lapangan tidak normal (Peraturan 16.1), kondisi binatang berbahaya (Peraturan 16.2), green salah (Peraturan 13.1e) atau zona dilarang bermain (Peraturan 16.1f dan 17.1e), atau dalammengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan Setempat.

Itu adalah titik perkiraan dimana bola tersebut akan berhenti yang:

  • Terdekat dengan tempat semula bola, namun tidak lebih dekat ke lubang daritempat tersebut,
  • Berada di area lapangan yang diharuskan, dan
  • Mana kondisi tidak akan menganggu pukulan yang akan dilakukan pemain dari tempat semula bila kondisi tersebut tidak ada.

Memperkirakan titik referensi ini mengharuskan pemain untuk menentukan pilihan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk melakukanpukulan.

Pemain tidak perlu melakukan simulasi pukulan dengan mengambil ancang-ancangdan mengayunkan klab pilihan tersebut (namun secara umum pemain direkomendasikan untuk melakukan hal ini untuk membantu menentukan perkiraan yang tepat).

Titik pembebasan penuh terdekat berhubungan hanya atas kondisi tertentu dimana pembebasan akan diambil dan kemungkinan di sebuah lokasi dimana terdapat gangguan dari sesuatu yang lain:

  • Bila pemain mengambil pembebasan kemudian mendapat gangguan dari kondisilain dimana pembebasan diperkenankan, pemain tersebut dapat mengambilpembebasan kembali dengan menentukan titik pembebasan penuh terdekat yangbaru dari kondisi baru tersebut.
  • Pembebasan harus diambil secara terpisah atas tiap kondisi, namun pemain dapatmengambil pembebasan dari kedua kondisi secara bersamaan (dengan penentuantitik pembebasan penuh terdekat dari kedua kondisi) disaat, setelah mengambilpembebasan dari tiap kondisi secara terpisah, dapat disimpulkan secara wajarbila tetap melakukan hal tersebut kondisi-kondisi tersebut akan tetap salingmengganggu.

 

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /1 – Diagram Ilustrasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Dalam diagram, terminologi “titik pembebasan penuh terdekat” dalam Peraturan 16.1 (Kondisi Lapangan Tidak Normal) untuk pembebasan dari gangguan oleh Gugus Untuk Rawat diilustrasikan pemain bermain dengan tangan kanan dan tangan kiri.

Titik pembebasan penuh terdekat harus diinterprestasikan secara tegas. Pemain tidak boleh memilih di sisi mana dari gugus untuk rawat bola akan didrop, kecuali ada dua jarak yang sama atas titik pembebasan penuh terdekat. Bahkan bila satu sisi dari gugus untuk rawat di fairway dan lainnya di semak, bila titik pembebasan penuh terdekat berada di semak, maka itulah titik pembebasan penuh terdekat pemain.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /2 – Pemain Tidak Mengikuti Prosedur yang Direkomendasi dalam Memutuskan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Walaupun ada prosedur yang direkomendasikan untuk menentukan titik pembebasan penuh terdekat, Peraturan tidak mengharuskan pemain untuk menentukan titik ini saat mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan (seperti saat mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal berdasarkan Peraturan 16.1b (Pembebasan ata Bola di Area Umum)). Apabila pemain tidak menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara akurat atau menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara tidak tepat, pemain hanya dikenai penalti bila hal ini mengakibatkan ia mengedrop bola di area pembebasan yang tidak sesuai ketentuan dari Peraturan dan bola kemudian dimainkan.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /3 – Apakah Pemain Telah Mengambil Pembebasan Secara Salah Bila Kondisi Tetap Mengganggu untuk Pukulan dengan Klab yang Tidak Digunakan untuk Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Di saat pemain mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal, ia mengambil pembebasan hanya atas gangguan yang ia dapati dengan menggunakan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk memainkan bola dari tempat tersebut. Setelah pemain mengambil pembebasan dan tidak ada lagi gangguan untuk pukulan yang pemain akan lakukan, segala gangguan berikutnya adalah suatu situasi baru.

Contoh, bola pemain berhenti di rough tebal di area umum kira-kira 230 yard dari green. Pemain memilih wedge untuk melakukan pukulan berikutnya dan mendapati ancang-ancangnya menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat. Pemain menentukan titik pembebasan penuh terdekat nya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan berdasarkan Peraturan 14.3b(3) (Bola Harus Didrop di Area Pembebasan) dan Peraturan 16.1 (Pembebasan dari Kondisi Lapangan Tidak Normal).

Bola bergulir ke letak yang bagus dalam area pembebasan dari mana pemain meyakini pukulan berikutnya dapat dimainkan dengan wood 3. Bila pemain menggunakan wedge untuk pukulan selanjutnya tidak akan gangguan dari gugus untuk rawat. Namun, menggunakan wood 3, kaki pemain kembali menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat tersebut. Ini adalah suatu situasi baru dan pemain dapat memainkan bolanya sebagaimana letaknya atau mengambil pembebasan atas situasi baru tersebut.

Interpretasi Hilang /4 – Pemain Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat namun Secara Fisik Tidak Dapat Melakukan Pukulan yang Diinginkan

Tujuan dari menentukan titik pembebasan penuh terdekat adalah untuk mencari titik referensi di lokasi yang terdekat agar lagi terdapat gangguan dari kondisi. Dalam menentukan titik pembebasan penuh terdekat, pemain tidak dijamin untuk mendapat letak yang bagus atau dapat dmainkan.

Contoh, apabila pemain tidak dapat melakukan pukulan dari area pembebasan sebagaimana diukur dari titik pembebasan penuh terdekat karena arah main terhalangi pohon, atau pemain tidak dapat melakukan ayunan ke belakang untuk pukulan yang diinginkan karena semak, ini tidak merubah kenyataan bahwa titik yang ditentukan tersebut adalah titik pembebasan penuh terdekat.

Setelah bola berada dalam permainan, pemain harus memutuskan tipe pukulan yang akan ia lakukan. Pukulan ini, yang termasuk pilihan klab, dapat berbeda dari yang seharusnya dilakukan dari tempat bola semula bila kondisi tidak ada di sana.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di bagian manapun dari area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan dari kondisi tersebut.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /5 – Pemain Secara Fisik Tidak Dapat Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Apabila pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya, harus diperkirakan, dan area pembebasan kemudian didasarkan atas titik estimasi tersebut.

Contoh, dalam mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan 16.1, pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya karena titik tersebut berada di tengan pokok pohon atau pagar pembatas lapangan menghalangi peain dalam mengambil ancang-ancang.

Pemain harus mengestimasi titik pembebasan penuh terdekatnya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan berdasarkan Peraturan 16.1.

Putting Green

Area di hole yang pemain mainkan yang:

  • Secara khusus dipersiapkan untuk putting, atau
  • Komite tetapkan sebagai putting green (seperti disaat menggunakan greensementara).

Terdapat lubang pada putting green di suatu hole dimana pemain berupayamemasukkan bola. Putting green adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan. Putting green pada semula hole lain (yang saat itu pemain tidak mainkan) adalah green salah dan merupakan bagian dari area umum.

Sisi dari suatu putting green ditentukan mulai dari area yang terlihat secara khususdipersiapkan (seperti dimana rumput secara jelas dipotong untuk menunjukkantepinya), kecuali Komite menentukan sisi dengan cara lain (seperti dengan menggunakan garis atau titik-titik).

Apabila green ganda digunakan untuk dua hole berbeda:

  • Keseluruhan area yang dipersiapkan dimana terdapat kedua lubang diperlakukan sebagai putting green disaat memainkan masing-masing hole.

Namun Komite dapat menetapkan suatu tepi yang membagi green ganda menjadi dua putting green terpisah, sehingga disaat pemain memainkan satu diantaranya,bagian dari green ganda untuk hole yang lain adalah green salah.

Area Umum

Area lapangan yang mencakup keseluruhan lapangan selain keempat area yang ditetapkan: (1) area tee di mana pemain harus bermain saat memulai hole yang ia mainkan, (2) semua  area penalti, (3) semua bunker, dan (4) putting green dari hole yang pemain mainkan.

Area umum mencakup:

  • Semua lokasi tee di lapangan selain dari area tee, dan
  • Semua green salah.
Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Titik referensi untuk mengambil pembebasan gratis dari suatu kondisi lapangan tidak normal (Peraturan 16.1), kondisi binatang berbahaya (Peraturan 16.2), green salah (Peraturan 13.1e) atau zona dilarang bermain (Peraturan 16.1f dan 17.1e), atau dalammengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan Setempat.

Itu adalah titik perkiraan dimana bola tersebut akan berhenti yang:

  • Terdekat dengan tempat semula bola, namun tidak lebih dekat ke lubang daritempat tersebut,
  • Berada di area lapangan yang diharuskan, dan
  • Mana kondisi tidak akan menganggu pukulan yang akan dilakukan pemain dari tempat semula bila kondisi tersebut tidak ada.

Memperkirakan titik referensi ini mengharuskan pemain untuk menentukan pilihan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk melakukanpukulan.

Pemain tidak perlu melakukan simulasi pukulan dengan mengambil ancang-ancangdan mengayunkan klab pilihan tersebut (namun secara umum pemain direkomendasikan untuk melakukan hal ini untuk membantu menentukan perkiraan yang tepat).

Titik pembebasan penuh terdekat berhubungan hanya atas kondisi tertentu dimana pembebasan akan diambil dan kemungkinan di sebuah lokasi dimana terdapat gangguan dari sesuatu yang lain:

  • Bila pemain mengambil pembebasan kemudian mendapat gangguan dari kondisilain dimana pembebasan diperkenankan, pemain tersebut dapat mengambilpembebasan kembali dengan menentukan titik pembebasan penuh terdekat yangbaru dari kondisi baru tersebut.
  • Pembebasan harus diambil secara terpisah atas tiap kondisi, namun pemain dapatmengambil pembebasan dari kedua kondisi secara bersamaan (dengan penentuantitik pembebasan penuh terdekat dari kedua kondisi) disaat, setelah mengambilpembebasan dari tiap kondisi secara terpisah, dapat disimpulkan secara wajarbila tetap melakukan hal tersebut kondisi-kondisi tersebut akan tetap salingmengganggu.

 

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /1 – Diagram Ilustrasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Dalam diagram, terminologi “titik pembebasan penuh terdekat” dalam Peraturan 16.1 (Kondisi Lapangan Tidak Normal) untuk pembebasan dari gangguan oleh Gugus Untuk Rawat diilustrasikan pemain bermain dengan tangan kanan dan tangan kiri.

Titik pembebasan penuh terdekat harus diinterprestasikan secara tegas. Pemain tidak boleh memilih di sisi mana dari gugus untuk rawat bola akan didrop, kecuali ada dua jarak yang sama atas titik pembebasan penuh terdekat. Bahkan bila satu sisi dari gugus untuk rawat di fairway dan lainnya di semak, bila titik pembebasan penuh terdekat berada di semak, maka itulah titik pembebasan penuh terdekat pemain.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /2 – Pemain Tidak Mengikuti Prosedur yang Direkomendasi dalam Memutuskan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Walaupun ada prosedur yang direkomendasikan untuk menentukan titik pembebasan penuh terdekat, Peraturan tidak mengharuskan pemain untuk menentukan titik ini saat mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan (seperti saat mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal berdasarkan Peraturan 16.1b (Pembebasan ata Bola di Area Umum)). Apabila pemain tidak menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara akurat atau menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara tidak tepat, pemain hanya dikenai penalti bila hal ini mengakibatkan ia mengedrop bola di area pembebasan yang tidak sesuai ketentuan dari Peraturan dan bola kemudian dimainkan.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /3 – Apakah Pemain Telah Mengambil Pembebasan Secara Salah Bila Kondisi Tetap Mengganggu untuk Pukulan dengan Klab yang Tidak Digunakan untuk Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Di saat pemain mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal, ia mengambil pembebasan hanya atas gangguan yang ia dapati dengan menggunakan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk memainkan bola dari tempat tersebut. Setelah pemain mengambil pembebasan dan tidak ada lagi gangguan untuk pukulan yang pemain akan lakukan, segala gangguan berikutnya adalah suatu situasi baru.

Contoh, bola pemain berhenti di rough tebal di area umum kira-kira 230 yard dari green. Pemain memilih wedge untuk melakukan pukulan berikutnya dan mendapati ancang-ancangnya menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat. Pemain menentukan titik pembebasan penuh terdekat nya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan berdasarkan Peraturan 14.3b(3) (Bola Harus Didrop di Area Pembebasan) dan Peraturan 16.1 (Pembebasan dari Kondisi Lapangan Tidak Normal).

Bola bergulir ke letak yang bagus dalam area pembebasan dari mana pemain meyakini pukulan berikutnya dapat dimainkan dengan wood 3. Bila pemain menggunakan wedge untuk pukulan selanjutnya tidak akan gangguan dari gugus untuk rawat. Namun, menggunakan wood 3, kaki pemain kembali menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat tersebut. Ini adalah suatu situasi baru dan pemain dapat memainkan bolanya sebagaimana letaknya atau mengambil pembebasan atas situasi baru tersebut.

Interpretasi Hilang /4 – Pemain Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat namun Secara Fisik Tidak Dapat Melakukan Pukulan yang Diinginkan

Tujuan dari menentukan titik pembebasan penuh terdekat adalah untuk mencari titik referensi di lokasi yang terdekat agar lagi terdapat gangguan dari kondisi. Dalam menentukan titik pembebasan penuh terdekat, pemain tidak dijamin untuk mendapat letak yang bagus atau dapat dmainkan.

Contoh, apabila pemain tidak dapat melakukan pukulan dari area pembebasan sebagaimana diukur dari titik pembebasan penuh terdekat karena arah main terhalangi pohon, atau pemain tidak dapat melakukan ayunan ke belakang untuk pukulan yang diinginkan karena semak, ini tidak merubah kenyataan bahwa titik yang ditentukan tersebut adalah titik pembebasan penuh terdekat.

Setelah bola berada dalam permainan, pemain harus memutuskan tipe pukulan yang akan ia lakukan. Pukulan ini, yang termasuk pilihan klab, dapat berbeda dari yang seharusnya dilakukan dari tempat bola semula bila kondisi tidak ada di sana.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di bagian manapun dari area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan dari kondisi tersebut.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /5 – Pemain Secara Fisik Tidak Dapat Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Apabila pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya, harus diperkirakan, dan area pembebasan kemudian didasarkan atas titik estimasi tersebut.

Contoh, dalam mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan 16.1, pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya karena titik tersebut berada di tengan pokok pohon atau pagar pembatas lapangan menghalangi peain dalam mengambil ancang-ancang.

Pemain harus mengestimasi titik pembebasan penuh terdekatnya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan berdasarkan Peraturan 16.1.

Titik Pembebasan Maksimum Tersedia

Titik referensi untuk mengambil pembebasan gratis dari suatu kondisi lapangan tidak normal di bunker (Peraturan 16.1c) atau di putting green (Peraturan 16.1d) disaat tidakterdapat titik pembebasan penuh terdekat.

Itu adalah titik perkiraan dimana bola akan berada yang:

  • Terdekat dengan tempat semula bola, namun tidak lebih mendekati lubang dari tempat tersebut,
  • Berada di area lapangan yang diharuskan, dan
  • Pemain mendapat gangguan paling minim dari kondisi lapangan tidak normal tersebut dibanding apabila pemain melakukan pukulan di tempat semula tanpa ada kondisi tersebut.

Memperkirakan titik referensi ini mencakup menentukan pilihan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang pemain akan gunakan dalam melakukan pukulan.

Pemain tidak perlu mensimulasikan pukulan dengan mengambil ancang-ancang sebenarnya dan ayunan menggunakan klab pilihannya (namun disarankan agar pemain selalu melakukan hal ini untuk membantu membuat perkiraan yang akurat).

Titik pembebasan maksimum tersedia didapat dengan membandingkan besar relatif gangguan atas letak bola dan area ancang-ancang dan ayunan yang pemain inginkandan, khusus di putting green, garis mainnya. Sebagai contoh, disaat mengambil pembebasan dari air sementara:

  • Titik pembebasan maksimum tersedia kemungkinan dimana bola berada di airyang lebih dangkal dari tempat pemain akan berdiri (lebih mempengaruhi ancang-ancang daripada letak dan ayunan), atau dimana bola berada di air yang lebih dalam dari tempat pemain akan berdiri (lebih mempengaruhi letak dan ayunan daripada ancang-ancang).
  • Di putting green, titik pembebasan maksimum tersedia kemungkinan berdasarkangaris main dimana bola akan melalui air sementara terdangkal atau rentang terpendek.
Putting Green

Area di hole yang pemain mainkan yang:

  • Secara khusus dipersiapkan untuk putting, atau
  • Komite tetapkan sebagai putting green (seperti disaat menggunakan greensementara).

Terdapat lubang pada putting green di suatu hole dimana pemain berupayamemasukkan bola. Putting green adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan. Putting green pada semula hole lain (yang saat itu pemain tidak mainkan) adalah green salah dan merupakan bagian dari area umum.

Sisi dari suatu putting green ditentukan mulai dari area yang terlihat secara khususdipersiapkan (seperti dimana rumput secara jelas dipotong untuk menunjukkantepinya), kecuali Komite menentukan sisi dengan cara lain (seperti dengan menggunakan garis atau titik-titik).

Apabila green ganda digunakan untuk dua hole berbeda:

  • Keseluruhan area yang dipersiapkan dimana terdapat kedua lubang diperlakukan sebagai putting green disaat memainkan masing-masing hole.

Namun Komite dapat menetapkan suatu tepi yang membagi green ganda menjadi dua putting green terpisah, sehingga disaat pemain memainkan satu diantaranya,bagian dari green ganda untuk hole yang lain adalah green salah.

Area Umum

Area lapangan yang mencakup keseluruhan lapangan selain keempat area yang ditetapkan: (1) area tee di mana pemain harus bermain saat memulai hole yang ia mainkan, (2) semua  area penalti, (3) semua bunker, dan (4) putting green dari hole yang pemain mainkan.

Area umum mencakup:

  • Semua lokasi tee di lapangan selain dari area tee, dan
  • Semua green salah.
Diketahui atau Hampir Dapat Dipastikan

Ukuran dasar untuk memutuskan apa yang terjadi pada bola pemain – sebagaicontoh, apakah bola tersebut berhenti di sebuah area penalti, apakah ia bergerak atau apa yang menyebabkan ia bergerak.

Diketahui atau hampir dapat dipastikan memiliki arti lebih dari sekedar mungkin atau disangka. Ia bermakna diantara:

  • Ada bukti yang meyakinkan bahwa kejadian yang dimaksud memang terjadi atasbola pemain, misalnya pemain tersebut atau saksi lain melihat hal tersebut terjadi,atau
  • Walau terdapat sedikit keraguan, semua informasi yang tersedia secara wajar menunjukkan bahwa kejadian yang dimaksud setidaknya 95% kemungkinan terjadi.

“Semua informasi yang tersedia secara wajar” mencakup semua informasi yangpemain tersebut ketahui dan semua informasi lain yang ia bisa dapatkan dengan usaha yang wajar tanpa penundaan yang berlebihan.

 

Interpretasi Diketahui atau Hampir Dapat Dipastikan /1 – Menerapkan Standar “Diketahui atau Hampir Dapat Dipastikan” Saat Bola Bergerak

Di saat tidak “diketahui” apa yang menyebabkan bola bergerak, semua informasi yang tersedia dan masuk akal harus dipertimbangkan dan bukti harus dievaluasi untuk memutuskan apakah “hampir dapat dipastikan” bahwa pemain, lawan atau pengaruh luar yang menyebabkan bola bergerak.

Bergantung pada keadaan, informasi yang tersedia dan masuk akal dapat berupa namun tidak terbatas pada:

  • Akibat dari segala tindakan yang dilakukan di dekat bola (seperti gerakan benda alam lepas, ayunan latih, menggroundkan klab dan mengambil ancang-ancang).
  • Jeda waktu dari tindakan-tindakan tersebut dan bergeraknya bola.
  • Letak dari bola sebelum ia bergerak (seperti di fairway, bertengger di rumput tinggi, di permukaan yang tidak rata  atau di putting green).
  • Kondisi dari dasar di dekat bola (seperti kemiringan atau adanya ketidaksumpurnaan permukaan, dll), dan
  • Kecepatan dan arah angin, hujan dan kondisi cuaca lainnya.

Interpretasi Diketahui atau Hampir Dapat Dipastikan /2 – Hampir Dapat Dipastikan Tidak Relevan Lagi Bila Disadari Setelah Pencarian Tiga-Menit Selesai

Menentukan apakah ada pengetahuan atau hampir dapat dipastikan harus didasarkan pada bukti yang diketahui oleh pemain saat waktu pencarian tiga-menit selesai.

Contoh temuan pemain kemudian yang tidak relevan saat:

  • Pukulan tee pemain berhenti di area berumput tebal dan terdapat lubang binatang yang besar. Setelah pencarian tiga-menit, diputuskan bahwa tidak diketahui atau hampir dapat dipastikan bahwa bola berada di dalam lubang binatang. Saat pemain kembali ke area tee, bola ditemukan di dalam lubang binatang.
  • Walaupun pemain belum meletakkan bola lain ke dalam permainan, pemain harus mengambil pembebasan pukulan-dan-jarak atas bola hilang (Peraturan 18.2b – Apa yang Harus Dilakukan Saat Bola Hilang Atau Di Luar Perbatasan) karena tidak diketahui atau hampir dapat dipastikan bahwa bola berada di lubang binatang, saat waktu pencarian selesai.
  • Pemain tidak dapat menemukan bolanya dan meyakini bolanya kemungkinan telah diangkat oleh penonton (pengaruh luar), namun tidak cukup bukti untuk memenuhi hampir dapat dipastikan. Tidak lama setelah waktu pencarian tiga-menit selesai, seorang penonton didapati membawa bola pemain.

Pemain harus mengambil pembebasan pukulan-dan-jarak untuk bola hilang (Peraturan 18.2b) karena perpindahan oleh pengaruh luar hanya diketahui setelah waktu pencarian selesai.

Interpretasi Diketahui atau Hampir Dapat Dipastikan /3 – Pemain Tidak Menyadari Bola Dimainkan Oleh Pemain Lain

Harus diketahui atau hampir dapat dipastikan bahwa bola pemain telah dimainkan oleh pemain lain sebagai bola salah untuk diberlakukan sebagai telah digerakkan.

Contoh, dalam stroke play, Pemain A dan Pemain B memukul pukulan tee-nya ke lokasi umum yang sama. Pemain A menemukan sebuah bola dan memainkannya. Pemain B maju untuk mencari bolanya dan tidak menemukannya. Setelah tiga menit, Pemain B kembali ke tee untuk memainkan bola lain. Dalam perjalanan, Pemain B menemukan bola Pemain A dan menyadari bahwa Pemain A telah memainkan bolanya secara keliru.

Pemain A dikenai penalti umum atas memainkan bola salah dan harus memainkan bolanya sendiri (Peraturan 6.3c). Bola pemain A tidak hilang walaupun kedua pemain mencari lebih dari tiga menit karena Pemain A tidak memulai pencarian bolanya; pencarian hanya untuk bola Pemain B. Mengenai bola Pemain B, bola semula Pemain B hilang dan ia harus menaruh bola lain ke dalam permainan berdasarkan penalti pukulan dan jarak (Peraturan 18.2b), karena tidak diketahui atau hampir dapat dipastikan saat waktu pencarian tiga-menit selesai bahwa bola itu telah dimainkan oleh pemain lain.

Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Lapangan

Keseluruhan area permainan di dalam sisi segala pembatas lapangan yang ditentukan oleh Komite.

  • Seluruh area di dalam dari sisi pembatas adalah dalam perbatasan (in bounds) danmerupakan bagian dari lapangan.
  • Seluruh area di luar dari sisi pembatas adalahdi luar perbatasan (out of bounds) dan bukan bagian dari lapangan.
  • Sisi pembatas berlanjut baik ke atas maupun kebawah dari dasar.

Lapangan terbentuk atas lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Pukulan dan Jarak

Suatu prosedur dan penalti disaat pemain mengambil pembebasan berdasarkanPeraturan 17, 18, 19 dengan memainkan sebuah bola dari tempat dimana pukulan sebelumnya dilakukan (lihat Peraturan 14.6).

Istilah pukulan dan jarak bermakna pemain:

  • Mendapat satu pukulan penalti, dan
  • Kehilangan keuntungan atas segala jarak yang didapat terhadap lubang dari titik dimana pukulan sebelumnya dilakukan.
Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Lapangan

Keseluruhan area permainan di dalam sisi segala pembatas lapangan yang ditentukan oleh Komite.

  • Seluruh area di dalam dari sisi pembatas adalah dalam perbatasan (in bounds) danmerupakan bagian dari lapangan.
  • Seluruh area di luar dari sisi pembatas adalahdi luar perbatasan (out of bounds) dan bukan bagian dari lapangan.
  • Sisi pembatas berlanjut baik ke atas maupun kebawah dari dasar.

Lapangan terbentuk atas lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Titik referensi untuk mengambil pembebasan gratis dari suatu kondisi lapangan tidak normal (Peraturan 16.1), kondisi binatang berbahaya (Peraturan 16.2), green salah (Peraturan 13.1e) atau zona dilarang bermain (Peraturan 16.1f dan 17.1e), atau dalammengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan Setempat.

Itu adalah titik perkiraan dimana bola tersebut akan berhenti yang:

  • Terdekat dengan tempat semula bola, namun tidak lebih dekat ke lubang daritempat tersebut,
  • Berada di area lapangan yang diharuskan, dan
  • Mana kondisi tidak akan menganggu pukulan yang akan dilakukan pemain dari tempat semula bila kondisi tersebut tidak ada.

Memperkirakan titik referensi ini mengharuskan pemain untuk menentukan pilihan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk melakukanpukulan.

Pemain tidak perlu melakukan simulasi pukulan dengan mengambil ancang-ancangdan mengayunkan klab pilihan tersebut (namun secara umum pemain direkomendasikan untuk melakukan hal ini untuk membantu menentukan perkiraan yang tepat).

Titik pembebasan penuh terdekat berhubungan hanya atas kondisi tertentu dimana pembebasan akan diambil dan kemungkinan di sebuah lokasi dimana terdapat gangguan dari sesuatu yang lain:

  • Bila pemain mengambil pembebasan kemudian mendapat gangguan dari kondisilain dimana pembebasan diperkenankan, pemain tersebut dapat mengambilpembebasan kembali dengan menentukan titik pembebasan penuh terdekat yangbaru dari kondisi baru tersebut.
  • Pembebasan harus diambil secara terpisah atas tiap kondisi, namun pemain dapatmengambil pembebasan dari kedua kondisi secara bersamaan (dengan penentuantitik pembebasan penuh terdekat dari kedua kondisi) disaat, setelah mengambilpembebasan dari tiap kondisi secara terpisah, dapat disimpulkan secara wajarbila tetap melakukan hal tersebut kondisi-kondisi tersebut akan tetap salingmengganggu.

 

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /1 – Diagram Ilustrasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Dalam diagram, terminologi “titik pembebasan penuh terdekat” dalam Peraturan 16.1 (Kondisi Lapangan Tidak Normal) untuk pembebasan dari gangguan oleh Gugus Untuk Rawat diilustrasikan pemain bermain dengan tangan kanan dan tangan kiri.

Titik pembebasan penuh terdekat harus diinterprestasikan secara tegas. Pemain tidak boleh memilih di sisi mana dari gugus untuk rawat bola akan didrop, kecuali ada dua jarak yang sama atas titik pembebasan penuh terdekat. Bahkan bila satu sisi dari gugus untuk rawat di fairway dan lainnya di semak, bila titik pembebasan penuh terdekat berada di semak, maka itulah titik pembebasan penuh terdekat pemain.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /2 – Pemain Tidak Mengikuti Prosedur yang Direkomendasi dalam Memutuskan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Walaupun ada prosedur yang direkomendasikan untuk menentukan titik pembebasan penuh terdekat, Peraturan tidak mengharuskan pemain untuk menentukan titik ini saat mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan (seperti saat mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal berdasarkan Peraturan 16.1b (Pembebasan ata Bola di Area Umum)). Apabila pemain tidak menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara akurat atau menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara tidak tepat, pemain hanya dikenai penalti bila hal ini mengakibatkan ia mengedrop bola di area pembebasan yang tidak sesuai ketentuan dari Peraturan dan bola kemudian dimainkan.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /3 – Apakah Pemain Telah Mengambil Pembebasan Secara Salah Bila Kondisi Tetap Mengganggu untuk Pukulan dengan Klab yang Tidak Digunakan untuk Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Di saat pemain mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal, ia mengambil pembebasan hanya atas gangguan yang ia dapati dengan menggunakan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk memainkan bola dari tempat tersebut. Setelah pemain mengambil pembebasan dan tidak ada lagi gangguan untuk pukulan yang pemain akan lakukan, segala gangguan berikutnya adalah suatu situasi baru.

Contoh, bola pemain berhenti di rough tebal di area umum kira-kira 230 yard dari green. Pemain memilih wedge untuk melakukan pukulan berikutnya dan mendapati ancang-ancangnya menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat. Pemain menentukan titik pembebasan penuh terdekat nya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan berdasarkan Peraturan 14.3b(3) (Bola Harus Didrop di Area Pembebasan) dan Peraturan 16.1 (Pembebasan dari Kondisi Lapangan Tidak Normal).

Bola bergulir ke letak yang bagus dalam area pembebasan dari mana pemain meyakini pukulan berikutnya dapat dimainkan dengan wood 3. Bila pemain menggunakan wedge untuk pukulan selanjutnya tidak akan gangguan dari gugus untuk rawat. Namun, menggunakan wood 3, kaki pemain kembali menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat tersebut. Ini adalah suatu situasi baru dan pemain dapat memainkan bolanya sebagaimana letaknya atau mengambil pembebasan atas situasi baru tersebut.

Interpretasi Hilang /4 – Pemain Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat namun Secara Fisik Tidak Dapat Melakukan Pukulan yang Diinginkan

Tujuan dari menentukan titik pembebasan penuh terdekat adalah untuk mencari titik referensi di lokasi yang terdekat agar lagi terdapat gangguan dari kondisi. Dalam menentukan titik pembebasan penuh terdekat, pemain tidak dijamin untuk mendapat letak yang bagus atau dapat dmainkan.

Contoh, apabila pemain tidak dapat melakukan pukulan dari area pembebasan sebagaimana diukur dari titik pembebasan penuh terdekat karena arah main terhalangi pohon, atau pemain tidak dapat melakukan ayunan ke belakang untuk pukulan yang diinginkan karena semak, ini tidak merubah kenyataan bahwa titik yang ditentukan tersebut adalah titik pembebasan penuh terdekat.

Setelah bola berada dalam permainan, pemain harus memutuskan tipe pukulan yang akan ia lakukan. Pukulan ini, yang termasuk pilihan klab, dapat berbeda dari yang seharusnya dilakukan dari tempat bola semula bila kondisi tidak ada di sana.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di bagian manapun dari area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan dari kondisi tersebut.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /5 – Pemain Secara Fisik Tidak Dapat Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Apabila pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya, harus diperkirakan, dan area pembebasan kemudian didasarkan atas titik estimasi tersebut.

Contoh, dalam mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan 16.1, pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya karena titik tersebut berada di tengan pokok pohon atau pagar pembatas lapangan menghalangi peain dalam mengambil ancang-ancang.

Pemain harus mengestimasi titik pembebasan penuh terdekatnya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan berdasarkan Peraturan 16.1.

Dalam Permainan

Status dari bola pemain saat berada di lapangan dan sedang digunakan dalam permainan suatu hole:

  • Sebuah bola mulai menjadi dalam permainan dalam suatu hole:
    • Di saat pemain melakukan pukulan atas bola tersebut dari dalam area tee, atau
    • Dalam match play, di saat pemain melakukan pukulan atas bola tersebut dari luar area tee dan lawannya tidak membatalkan pukulan tersebut berdasarkan Peraturan 6.1b.
  • Bola tetap dalam permainan hingga ia telah masuk lubang, kecuali ia tidak lagi dalam permainan:
    • Di saat ia diangkat dari lapangan,
    • Di saat ia hilang (bahkan bila ia berada di lapangan) atau berhenti di luar perbatasan, atau
    • Di saat ia telah diganti oleh bola lain, bahkan bila pergantian tidak diperkenankan oleh suatu Peraturan.

Sebuah bola yang tidak dalam permainan adalah bola salah.

Pemain tidak dapat memiliki lebih dari satu bola dalam permainan dalam suatuwaktu. (Lihat Peraturan 6.3d untuk kasus-kasus terbatas dimana seorang pemainboleh memainkan lebih dari satu bola bersamaan di suatu hole.)

Di saat Peraturan merujuk pada suatu bola yang berhenti atau bergerak, ini berartisuatu bola yang berada dalam permainan.

Disaat sebuah markah-bola berada ditempat untuk memarkahi tempat sebuah bola dalam permainan:

  • Bila bola tersebut telah diangkat, ia tetap dalam permainan, dan
  • Bila bola tersebut telah diangkat dan diletakkan kembali, ia dalam permainan bahkan bila markah-bolanya telah dipindahkan.
Dalam Permainan

Status dari bola pemain saat berada di lapangan dan sedang digunakan dalam permainan suatu hole:

  • Sebuah bola mulai menjadi dalam permainan dalam suatu hole:
    • Di saat pemain melakukan pukulan atas bola tersebut dari dalam area tee, atau
    • Dalam match play, di saat pemain melakukan pukulan atas bola tersebut dari luar area tee dan lawannya tidak membatalkan pukulan tersebut berdasarkan Peraturan 6.1b.
  • Bola tetap dalam permainan hingga ia telah masuk lubang, kecuali ia tidak lagi dalam permainan:
    • Di saat ia diangkat dari lapangan,
    • Di saat ia hilang (bahkan bila ia berada di lapangan) atau berhenti di luar perbatasan, atau
    • Di saat ia telah diganti oleh bola lain, bahkan bila pergantian tidak diperkenankan oleh suatu Peraturan.

Sebuah bola yang tidak dalam permainan adalah bola salah.

Pemain tidak dapat memiliki lebih dari satu bola dalam permainan dalam suatuwaktu. (Lihat Peraturan 6.3d untuk kasus-kasus terbatas dimana seorang pemainboleh memainkan lebih dari satu bola bersamaan di suatu hole.)

Di saat Peraturan merujuk pada suatu bola yang berhenti atau bergerak, ini berartisuatu bola yang berada dalam permainan.

Disaat sebuah markah-bola berada ditempat untuk memarkahi tempat sebuah bola dalam permainan:

  • Bila bola tersebut telah diangkat, ia tetap dalam permainan, dan
  • Bila bola tersebut telah diangkat dan diletakkan kembali, ia dalam permainan bahkan bila markah-bolanya telah dipindahkan.
Lapangan

Keseluruhan area permainan di dalam sisi segala pembatas lapangan yang ditentukan oleh Komite.

  • Seluruh area di dalam dari sisi pembatas adalah dalam perbatasan (in bounds) danmerupakan bagian dari lapangan.
  • Seluruh area di luar dari sisi pembatas adalahdi luar perbatasan (out of bounds) dan bukan bagian dari lapangan.
  • Sisi pembatas berlanjut baik ke atas maupun kebawah dari dasar.

Lapangan terbentuk atas lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Diketahui atau Hampir Dapat Dipastikan

Ukuran dasar untuk memutuskan apa yang terjadi pada bola pemain – sebagaicontoh, apakah bola tersebut berhenti di sebuah area penalti, apakah ia bergerak atau apa yang menyebabkan ia bergerak.

Diketahui atau hampir dapat dipastikan memiliki arti lebih dari sekedar mungkin atau disangka. Ia bermakna diantara:

  • Ada bukti yang meyakinkan bahwa kejadian yang dimaksud memang terjadi atasbola pemain, misalnya pemain tersebut atau saksi lain melihat hal tersebut terjadi,atau
  • Walau terdapat sedikit keraguan, semua informasi yang tersedia secara wajar menunjukkan bahwa kejadian yang dimaksud setidaknya 95% kemungkinan terjadi.

“Semua informasi yang tersedia secara wajar” mencakup semua informasi yangpemain tersebut ketahui dan semua informasi lain yang ia bisa dapatkan dengan usaha yang wajar tanpa penundaan yang berlebihan.

 

Interpretasi Diketahui atau Hampir Dapat Dipastikan /1 – Menerapkan Standar “Diketahui atau Hampir Dapat Dipastikan” Saat Bola Bergerak

Di saat tidak “diketahui” apa yang menyebabkan bola bergerak, semua informasi yang tersedia dan masuk akal harus dipertimbangkan dan bukti harus dievaluasi untuk memutuskan apakah “hampir dapat dipastikan” bahwa pemain, lawan atau pengaruh luar yang menyebabkan bola bergerak.

Bergantung pada keadaan, informasi yang tersedia dan masuk akal dapat berupa namun tidak terbatas pada:

  • Akibat dari segala tindakan yang dilakukan di dekat bola (seperti gerakan benda alam lepas, ayunan latih, menggroundkan klab dan mengambil ancang-ancang).
  • Jeda waktu dari tindakan-tindakan tersebut dan bergeraknya bola.
  • Letak dari bola sebelum ia bergerak (seperti di fairway, bertengger di rumput tinggi, di permukaan yang tidak rata  atau di putting green).
  • Kondisi dari dasar di dekat bola (seperti kemiringan atau adanya ketidaksumpurnaan permukaan, dll), dan
  • Kecepatan dan arah angin, hujan dan kondisi cuaca lainnya.

Interpretasi Diketahui atau Hampir Dapat Dipastikan /2 – Hampir Dapat Dipastikan Tidak Relevan Lagi Bila Disadari Setelah Pencarian Tiga-Menit Selesai

Menentukan apakah ada pengetahuan atau hampir dapat dipastikan harus didasarkan pada bukti yang diketahui oleh pemain saat waktu pencarian tiga-menit selesai.

Contoh temuan pemain kemudian yang tidak relevan saat:

  • Pukulan tee pemain berhenti di area berumput tebal dan terdapat lubang binatang yang besar. Setelah pencarian tiga-menit, diputuskan bahwa tidak diketahui atau hampir dapat dipastikan bahwa bola berada di dalam lubang binatang. Saat pemain kembali ke area tee, bola ditemukan di dalam lubang binatang.
  • Walaupun pemain belum meletakkan bola lain ke dalam permainan, pemain harus mengambil pembebasan pukulan-dan-jarak atas bola hilang (Peraturan 18.2b – Apa yang Harus Dilakukan Saat Bola Hilang Atau Di Luar Perbatasan) karena tidak diketahui atau hampir dapat dipastikan bahwa bola berada di lubang binatang, saat waktu pencarian selesai.
  • Pemain tidak dapat menemukan bolanya dan meyakini bolanya kemungkinan telah diangkat oleh penonton (pengaruh luar), namun tidak cukup bukti untuk memenuhi hampir dapat dipastikan. Tidak lama setelah waktu pencarian tiga-menit selesai, seorang penonton didapati membawa bola pemain.

Pemain harus mengambil pembebasan pukulan-dan-jarak untuk bola hilang (Peraturan 18.2b) karena perpindahan oleh pengaruh luar hanya diketahui setelah waktu pencarian selesai.

Interpretasi Diketahui atau Hampir Dapat Dipastikan /3 – Pemain Tidak Menyadari Bola Dimainkan Oleh Pemain Lain

Harus diketahui atau hampir dapat dipastikan bahwa bola pemain telah dimainkan oleh pemain lain sebagai bola salah untuk diberlakukan sebagai telah digerakkan.

Contoh, dalam stroke play, Pemain A dan Pemain B memukul pukulan tee-nya ke lokasi umum yang sama. Pemain A menemukan sebuah bola dan memainkannya. Pemain B maju untuk mencari bolanya dan tidak menemukannya. Setelah tiga menit, Pemain B kembali ke tee untuk memainkan bola lain. Dalam perjalanan, Pemain B menemukan bola Pemain A dan menyadari bahwa Pemain A telah memainkan bolanya secara keliru.

Pemain A dikenai penalti umum atas memainkan bola salah dan harus memainkan bolanya sendiri (Peraturan 6.3c). Bola pemain A tidak hilang walaupun kedua pemain mencari lebih dari tiga menit karena Pemain A tidak memulai pencarian bolanya; pencarian hanya untuk bola Pemain B. Mengenai bola Pemain B, bola semula Pemain B hilang dan ia harus menaruh bola lain ke dalam permainan berdasarkan penalti pukulan dan jarak (Peraturan 18.2b), karena tidak diketahui atau hampir dapat dipastikan saat waktu pencarian tiga-menit selesai bahwa bola itu telah dimainkan oleh pemain lain.

Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Hilang

Status dari sebuah bola yang tidak ditemukan dalam tiga menit setelah pemain ataukedinya (atau partner pemain atau kedi dari partner) memulai pencarian.

Bila setelah pencarian dimulai kemudian terganggu sementara dengan alasanyang bisa diterima (seperti saat pemain menghentikan pencarian disaat permainanditangguhkan atau harus menyingkir untuk menunggu pemain lain bermain) ataudisaat pemain tersebut tanpa sengaja mengidentifikasi bola salah:

  • Waktu antara gangguan dan saat pencarian dilanjutkan tidak dihitung, dan
  • Waktu yang diberikan untuk pencarian secara total adalah tiga menit, terhitungkeduanya atas waktu pencarian sebelum gangguan dan setelah pencariandilanjutkan.

 

Interpretasi Hilang /1 – Bola Tidak Dapat Dinyatakan Hilang

Pemain tidak dapat membuat bola menjadi hilang dengan pernyataan. Bola menjadi hilang hanya saat ia tidak ditemukan dalam tiga menit setelah pemain atau kedinya atau partner memulai pencarian.

Contoh, pemain mencari bolanya selama dua menit, menyatakannya hilang dan berjalan kembali untuk memainkan bola lain. Sebelum pemain menaruh bola lain ke dalam permainan, bola semulanya ditemukan dalam waktu pencarian tiga menit. Karena pemain tidak dapat menyatakan bolanya hilang, bola semula tetap berada dalam permainan.

Interpretasi Hilang /2 – Pemain Tidak Boleh Menunda Memulai Pencarian untuk Mendapat Keuntungan

Waktu pencarian tiga menit untuk suatu bola dimulai saat pemain atau kedinya (atau partner pemain atau kedi partner) memulai pencarian. Pemain tidak dapat menunda memulai pencarian dengan tujuan mendapatkan keuntungan dengan membiarkan orang lain mencari baginya.

Contoh, bila pemain berjalan menuju bolanya dan penonton sudah mencari bolanya, pemain tidak boleh dengan sengaja menunda tiba di area tersebut untuk menjaga agar waktu pencarian tiga menit tidak dimulai. Dalam keadaan demikian, waktu pencarian dimulai saat pemain dianggap akan tiba di posisi untuk mencari bila ia tidak dengan sengaja menunda tiba di area.

Interpretasi Hilang /3 – Waktu Pencarian Berlanjut Saat Pemain Kembali untuk Memainkan Bola Provisional

Apabila pemain telah memulai pencarian bollanya dan kembali ke tempat pukulan sebelumnya untuk memainkan bola provisional, waktu pencarian tiga menit tetap berlanjut baik orang lain terus mencari bola pemain ataupun tidak.

Interpretasi Hilang /4 – Waktu Pencarian Saat Mencari Dua Bola

Di saat pemain telah memainkan dua bola (seperti bola dalam permainan dan bola provisional) dan mencari keduanya, apakah pemain diberikan dua waktu pencarian tiga menit terpisah bergantung seberapa dekat bola-bola tersebut satu dan lainnya.

Apabila bola-bola berada di area yang sama di mana mereka dapat dicari secara bersamaan, pemain hanya diberikan tiga menit pencarian untuk kedua bola. Namun, apabila bola-bola berada di are yang berbeda (seperti di sisi seberang fairway) pemain diberikan waktu pencarian tiga menit untuk masing-masing bola.

Pukulan dan Jarak

Suatu prosedur dan penalti disaat pemain mengambil pembebasan berdasarkanPeraturan 17, 18, 19 dengan memainkan sebuah bola dari tempat dimana pukulan sebelumnya dilakukan (lihat Peraturan 14.6).

Istilah pukulan dan jarak bermakna pemain:

  • Mendapat satu pukulan penalti, dan
  • Kehilangan keuntungan atas segala jarak yang didapat terhadap lubang dari titik dimana pukulan sebelumnya dilakukan.
Zona Dilarang Bermain

Bagian dari lapangan dimana Komite melarang permainan. Sebuah zona dilarang bermain harus ditetapkan sebagai bagian dari suatu kondisi lapangan tidak normal atausuatu area penalti.

Komite dapat menerapkan zona dilarang bermain untuk alasan apapun, seperti:

  • Melindungi margasatwa, habitat binatang, dan area lingkungan sensitif,
  • Mencegah kerusakan atas tanaman muda, hamparan bunga (flower beds), pembibitan rumput atau area tanaman lain,
  • Melindungi para pemain dari bahaya, dan
  • Melindungi situs sejarah atau kepentingan budaya.

Komite seyogyanya menetapkan sisi dari zona dilarang bermain dengan garis atau patok-patok, dan garis atau patok-patok tersebut (atau ujung atas patok-patoktersebut) seyogyanya dapat membedakan zona dilarang bermain tersebut dengankondisi lapangan tidak normal biasa atau area penalti tanpa zona dilarang bermain.

 

Interpretasi Zona Dilarang Bermain /1 – Status dari Benda Tumbuh yang Menggantung di Zona Dilarang Bermain

Status dari benda tumbuh yang menggantung di zona dilarang bermain bergantung dari jenis zona dilarang bermain. Ini akan menjadi permasalahan karena benda tumbuh dapat merupakan bagian dari zona dilarang bermain, yang mana pemain diharuskn untuk mengambil pembebasan.

Contoh, bila zona dilarang bermain ditentukan sebagai area penalti (dimana sisinya berlanjut ke atas dan bawah dasar), bagian manapun dari benda tumbuh yang berlanjut melewati sisi dari zona dilarang bermain bukanlah bagian dari zona dilarang bermain. Namun, bila zona dilarang bermain ditentukan sebagai gusus untuk rawat (yang termasuk seluruh bagian di sisi dalam dari area yang ditentukan dan apapun yang tumbuh yang berlanjut di atas dasar dan keluar dari sisinya), segala yang menggantung di sisi adalah bagian dari zona dilarang bermain.

Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Area Umum

Area lapangan yang mencakup keseluruhan lapangan selain keempat area yang ditetapkan: (1) area tee di mana pemain harus bermain saat memulai hole yang ia mainkan, (2) semua  area penalti, (3) semua bunker, dan (4) putting green dari hole yang pemain mainkan.

Area umum mencakup:

  • Semua lokasi tee di lapangan selain dari area tee, dan
  • Semua green salah.
Bunker

Area pasir yang disiapkan secara khusus, umumnya berupa cekungan di mana rumput atau tanah dipindahkan.

Berikut ini bukan bagian dari sebuah bunker:

  • Bibir, dinding atau muka di sisi area yang disiapkan dan berupa tanah, rumput, tumpukan lempeng rumput atau material artifisial;
  • Tanah atau segala benda natural yang tumbuh atau menempel di dalam tepi area yang disiapkan (seperti rumput, semak atau pohon);
  • Pasir yang tumpah keluar atau berada di luar sisi area yang disiapkan; dan
  • Semua area pasir lain di lapangan yang tidak berada di dalam sisi area yang disiapkan (seperti gurun pasir dan area pasir alamiah lainnya atau area yang sering dirujuk sebagai waste area).

Bunker adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Komite dapat menetapkan area pasir yang disiapkan sebagai bagian dari area umum (yang berarti bukan sebuah bunker) atau dapat menetapkan area pasir yang ada sebagai sebuah bunker.

Saat sebuah bunker sedang diperbaiki dan Komite menetapkan keseluruhan bunker sebagai gugus untuk rawat, ia diperlakukan sebagai area umum (yang berarti bukan sebuah bunker).

Kata “pasir” sebagaimana dipergunakan dalam Definisi ini dan Peraturan 12mencakup segala material serupa dengan pasir yang digunakan sebagai materialbunker (seperti kerang yang ditumbuk), demikian juga segala tanah yang dicampur dengan pasir.

Putting Green

Area di hole yang pemain mainkan yang:

  • Secara khusus dipersiapkan untuk putting, atau
  • Komite tetapkan sebagai putting green (seperti disaat menggunakan greensementara).

Terdapat lubang pada putting green di suatu hole dimana pemain berupayamemasukkan bola. Putting green adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan. Putting green pada semula hole lain (yang saat itu pemain tidak mainkan) adalah green salah dan merupakan bagian dari area umum.

Sisi dari suatu putting green ditentukan mulai dari area yang terlihat secara khususdipersiapkan (seperti dimana rumput secara jelas dipotong untuk menunjukkantepinya), kecuali Komite menentukan sisi dengan cara lain (seperti dengan menggunakan garis atau titik-titik).

Apabila green ganda digunakan untuk dua hole berbeda:

  • Keseluruhan area yang dipersiapkan dimana terdapat kedua lubang diperlakukan sebagai putting green disaat memainkan masing-masing hole.

Namun Komite dapat menetapkan suatu tepi yang membagi green ganda menjadi dua putting green terpisah, sehingga disaat pemain memainkan satu diantaranya,bagian dari green ganda untuk hole yang lain adalah green salah.

Zona Dilarang Bermain

Bagian dari lapangan dimana Komite melarang permainan. Sebuah zona dilarang bermain harus ditetapkan sebagai bagian dari suatu kondisi lapangan tidak normal atausuatu area penalti.

Komite dapat menerapkan zona dilarang bermain untuk alasan apapun, seperti:

  • Melindungi margasatwa, habitat binatang, dan area lingkungan sensitif,
  • Mencegah kerusakan atas tanaman muda, hamparan bunga (flower beds), pembibitan rumput atau area tanaman lain,
  • Melindungi para pemain dari bahaya, dan
  • Melindungi situs sejarah atau kepentingan budaya.

Komite seyogyanya menetapkan sisi dari zona dilarang bermain dengan garis atau patok-patok, dan garis atau patok-patok tersebut (atau ujung atas patok-patoktersebut) seyogyanya dapat membedakan zona dilarang bermain tersebut dengankondisi lapangan tidak normal biasa atau area penalti tanpa zona dilarang bermain.

 

Interpretasi Zona Dilarang Bermain /1 – Status dari Benda Tumbuh yang Menggantung di Zona Dilarang Bermain

Status dari benda tumbuh yang menggantung di zona dilarang bermain bergantung dari jenis zona dilarang bermain. Ini akan menjadi permasalahan karena benda tumbuh dapat merupakan bagian dari zona dilarang bermain, yang mana pemain diharuskn untuk mengambil pembebasan.

Contoh, bila zona dilarang bermain ditentukan sebagai area penalti (dimana sisinya berlanjut ke atas dan bawah dasar), bagian manapun dari benda tumbuh yang berlanjut melewati sisi dari zona dilarang bermain bukanlah bagian dari zona dilarang bermain. Namun, bila zona dilarang bermain ditentukan sebagai gusus untuk rawat (yang termasuk seluruh bagian di sisi dalam dari area yang ditentukan dan apapun yang tumbuh yang berlanjut di atas dasar dan keluar dari sisinya), segala yang menggantung di sisi adalah bagian dari zona dilarang bermain.

Area Umum

Area lapangan yang mencakup keseluruhan lapangan selain keempat area yang ditetapkan: (1) area tee di mana pemain harus bermain saat memulai hole yang ia mainkan, (2) semua  area penalti, (3) semua bunker, dan (4) putting green dari hole yang pemain mainkan.

Area umum mencakup:

  • Semua lokasi tee di lapangan selain dari area tee, dan
  • Semua green salah.
Bunker

Area pasir yang disiapkan secara khusus, umumnya berupa cekungan di mana rumput atau tanah dipindahkan.

Berikut ini bukan bagian dari sebuah bunker:

  • Bibir, dinding atau muka di sisi area yang disiapkan dan berupa tanah, rumput, tumpukan lempeng rumput atau material artifisial;
  • Tanah atau segala benda natural yang tumbuh atau menempel di dalam tepi area yang disiapkan (seperti rumput, semak atau pohon);
  • Pasir yang tumpah keluar atau berada di luar sisi area yang disiapkan; dan
  • Semua area pasir lain di lapangan yang tidak berada di dalam sisi area yang disiapkan (seperti gurun pasir dan area pasir alamiah lainnya atau area yang sering dirujuk sebagai waste area).

Bunker adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Komite dapat menetapkan area pasir yang disiapkan sebagai bagian dari area umum (yang berarti bukan sebuah bunker) atau dapat menetapkan area pasir yang ada sebagai sebuah bunker.

Saat sebuah bunker sedang diperbaiki dan Komite menetapkan keseluruhan bunker sebagai gugus untuk rawat, ia diperlakukan sebagai area umum (yang berarti bukan sebuah bunker).

Kata “pasir” sebagaimana dipergunakan dalam Definisi ini dan Peraturan 12mencakup segala material serupa dengan pasir yang digunakan sebagai materialbunker (seperti kerang yang ditumbuk), demikian juga segala tanah yang dicampur dengan pasir.

Putting Green

Area di hole yang pemain mainkan yang:

  • Secara khusus dipersiapkan untuk putting, atau
  • Komite tetapkan sebagai putting green (seperti disaat menggunakan greensementara).

Terdapat lubang pada putting green di suatu hole dimana pemain berupayamemasukkan bola. Putting green adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan. Putting green pada semula hole lain (yang saat itu pemain tidak mainkan) adalah green salah dan merupakan bagian dari area umum.

Sisi dari suatu putting green ditentukan mulai dari area yang terlihat secara khususdipersiapkan (seperti dimana rumput secara jelas dipotong untuk menunjukkantepinya), kecuali Komite menentukan sisi dengan cara lain (seperti dengan menggunakan garis atau titik-titik).

Apabila green ganda digunakan untuk dua hole berbeda:

  • Keseluruhan area yang dipersiapkan dimana terdapat kedua lubang diperlakukan sebagai putting green disaat memainkan masing-masing hole.

Namun Komite dapat menetapkan suatu tepi yang membagi green ganda menjadi dua putting green terpisah, sehingga disaat pemain memainkan satu diantaranya,bagian dari green ganda untuk hole yang lain adalah green salah.

Zona Dilarang Bermain

Bagian dari lapangan dimana Komite melarang permainan. Sebuah zona dilarang bermain harus ditetapkan sebagai bagian dari suatu kondisi lapangan tidak normal atausuatu area penalti.

Komite dapat menerapkan zona dilarang bermain untuk alasan apapun, seperti:

  • Melindungi margasatwa, habitat binatang, dan area lingkungan sensitif,
  • Mencegah kerusakan atas tanaman muda, hamparan bunga (flower beds), pembibitan rumput atau area tanaman lain,
  • Melindungi para pemain dari bahaya, dan
  • Melindungi situs sejarah atau kepentingan budaya.

Komite seyogyanya menetapkan sisi dari zona dilarang bermain dengan garis atau patok-patok, dan garis atau patok-patok tersebut (atau ujung atas patok-patoktersebut) seyogyanya dapat membedakan zona dilarang bermain tersebut dengankondisi lapangan tidak normal biasa atau area penalti tanpa zona dilarang bermain.

 

Interpretasi Zona Dilarang Bermain /1 – Status dari Benda Tumbuh yang Menggantung di Zona Dilarang Bermain

Status dari benda tumbuh yang menggantung di zona dilarang bermain bergantung dari jenis zona dilarang bermain. Ini akan menjadi permasalahan karena benda tumbuh dapat merupakan bagian dari zona dilarang bermain, yang mana pemain diharuskn untuk mengambil pembebasan.

Contoh, bila zona dilarang bermain ditentukan sebagai area penalti (dimana sisinya berlanjut ke atas dan bawah dasar), bagian manapun dari benda tumbuh yang berlanjut melewati sisi dari zona dilarang bermain bukanlah bagian dari zona dilarang bermain. Namun, bila zona dilarang bermain ditentukan sebagai gusus untuk rawat (yang termasuk seluruh bagian di sisi dalam dari area yang ditentukan dan apapun yang tumbuh yang berlanjut di atas dasar dan keluar dari sisinya), segala yang menggantung di sisi adalah bagian dari zona dilarang bermain.

Kondisi Lapangan Tidak Normal

Yang manapun dari ke empat kondisi yang ditetapkan berikut:

  • Lubang Binatang
  • Gugus Untuk Rawat - GUR
  • Obstruksi Permanen, atau
  • Air Sementara.
Area Penalti

Suatu area darimana diperkenankan pembebasan dengan satu pukulan penalti bila bola pemain berhenti di sana.

Suatu area penalti adalah:

  • Segala badan air di lapangan (baik itu dimarkahi atau tidak oleh Komite), termasuk laut, danau, kolam, sungai, selokan, saluran air di permukaan atau lokasi air terbuka lainnya (walaupun tidak mengandung air), dan
  • Segala bagian lapangan lain yang ditetapkan oleh Komite sebagai sebuah area penalti.

Area penalti adalah salah satu dari lima area lapangan yang ditetapkan.

Ada dua tipe berbeda dari area penalti, dibedakan oleh warna yang digunakan untuk memarkahinya:

  • Area penalti kuning (dimarkahi oleh garis atau patok-patok kuning) memberikanpemain dua pilihan pembebasan (Peraturan 17.1d(1) dan (2)).
  • Area penalti merah (dimarkahi oleh garis atau patok-patok merah) memberikanpemain tambahan pilihan pembebasan menyamping (Peraturan 17.1d(3)), sebagai tambahan atas dua pilihan pembebasan yang tersedia pada area penalti kuning.

Apabila warna area penalti tidak dimarkahi atau ditandai oleh Komite, ia diperlakukan sebagai area penalti merah.

Sisi dari area penalti berlanjut ke atas maupun ke bawah dari dasar (ground):

  • Hal ini berarti semua dasar (ground) dan segala benda lainnya (seperti segalabenda artifisial atau alamiah) di sisi dalam dari tepi adalah bagian dari area penaltitersebut, baik itu pada, di atas ataupun dibawah permukaan dari dasar (ground).
  • Apabila sebuah benda berada di kedua sisi baik itu sisi dalam dan sisi luar tepi(seperti sebuah jembatan di atas area penalti, atau sebuah pohon yang berakar disisi dalam tepi dengan cabang-cabang menjorok ke sisi luar tepi atau sebaliknya),hanya bagian dari benda tersebut yang berada di sisi dalam tepi merupakan bagiandari area penalti.

Sisi dari suatu area penalti seyogyanya ditentukan dengan patok-patok, garis ataufitur fisik:

  • Patok: Di saat ditetapkan oleh patok-patok, sisi dari area penalti ditentukan oleh garis antara titik di sisi luar patok-patok di dasar (ground), dan patok-patok berada di dalam area penalti.
  • Garis: Di saat ditetapkan oleh cat garis di dasar (ground), sisi dari area penalti adalah sisi dari sisi luar garis tersebut, dan garis itu sendiri berada di area penalti.
  • Fitur Fisik Di saat ditetapkan oleh fitur fisik (seperti pantai, atau area gurun atautembok penahan), Komite seyogyanya menyatakan bagaimana sisi dari area penalti tersebut ditentukan.

Di saat sisi dari area penalti ditentukan oleh garis atau oleh fitur fisik, patok-patokdapat digunakan untuk menunjukkan dimana area penalti berada, namun merekatidak memiliki arti lain.

Di saat sisi dari badan air tidak ditetapkan oleh Komite, sisi dari area penalti ditentukan oleh pembatas alaminya (yaitu, disaat dasar (ground) menurun untuk membentuk lekukan dimana air akan berada).

Apabila suatu lokasi air terbuka umumnya tidak mengandung air (seperti selokan airatau area aliran air yang kering selain dalam musim hujan), Komite dapat menetapkan area itu sebagai bagian dari area umum (yang berarti ia bukanlah area penalti).

Ancang-ancang

Posisi kaki dan badan pemain saat bersiap untuk dan melakukan suatu pukulan.

Area Umum

Area lapangan yang mencakup keseluruhan lapangan selain keempat area yang ditetapkan: (1) area tee di mana pemain harus bermain saat memulai hole yang ia mainkan, (2) semua  area penalti, (3) semua bunker, dan (4) putting green dari hole yang pemain mainkan.

Area umum mencakup:

  • Semua lokasi tee di lapangan selain dari area tee, dan
  • Semua green salah.
Bunker

Area pasir yang disiapkan secara khusus, umumnya berupa cekungan di mana rumput atau tanah dipindahkan.

Berikut ini bukan bagian dari sebuah bunker:

  • Bibir, dinding atau muka di sisi area yang disiapkan dan berupa tanah, rumput, tumpukan lempeng rumput atau material artifisial;
  • Tanah atau segala benda natural yang tumbuh atau menempel di dalam tepi area yang disiapkan (seperti rumput, semak atau pohon);
  • Pasir yang tumpah keluar atau berada di luar sisi area yang disiapkan; dan
  • Semua area pasir lain di lapangan yang tidak berada di dalam sisi area yang disiapkan (seperti gurun pasir dan area pasir alamiah lainnya atau area yang sering dirujuk sebagai waste area).

Bunker adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Komite dapat menetapkan area pasir yang disiapkan sebagai bagian dari area umum (yang berarti bukan sebuah bunker) atau dapat menetapkan area pasir yang ada sebagai sebuah bunker.

Saat sebuah bunker sedang diperbaiki dan Komite menetapkan keseluruhan bunker sebagai gugus untuk rawat, ia diperlakukan sebagai area umum (yang berarti bukan sebuah bunker).

Kata “pasir” sebagaimana dipergunakan dalam Definisi ini dan Peraturan 12mencakup segala material serupa dengan pasir yang digunakan sebagai materialbunker (seperti kerang yang ditumbuk), demikian juga segala tanah yang dicampur dengan pasir.

Putting Green

Area di hole yang pemain mainkan yang:

  • Secara khusus dipersiapkan untuk putting, atau
  • Komite tetapkan sebagai putting green (seperti disaat menggunakan greensementara).

Terdapat lubang pada putting green di suatu hole dimana pemain berupayamemasukkan bola. Putting green adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan. Putting green pada semula hole lain (yang saat itu pemain tidak mainkan) adalah green salah dan merupakan bagian dari area umum.

Sisi dari suatu putting green ditentukan mulai dari area yang terlihat secara khususdipersiapkan (seperti dimana rumput secara jelas dipotong untuk menunjukkantepinya), kecuali Komite menentukan sisi dengan cara lain (seperti dengan menggunakan garis atau titik-titik).

Apabila green ganda digunakan untuk dua hole berbeda:

  • Keseluruhan area yang dipersiapkan dimana terdapat kedua lubang diperlakukan sebagai putting green disaat memainkan masing-masing hole.

Namun Komite dapat menetapkan suatu tepi yang membagi green ganda menjadi dua putting green terpisah, sehingga disaat pemain memainkan satu diantaranya,bagian dari green ganda untuk hole yang lain adalah green salah.

Zona Dilarang Bermain

Bagian dari lapangan dimana Komite melarang permainan. Sebuah zona dilarang bermain harus ditetapkan sebagai bagian dari suatu kondisi lapangan tidak normal atausuatu area penalti.

Komite dapat menerapkan zona dilarang bermain untuk alasan apapun, seperti:

  • Melindungi margasatwa, habitat binatang, dan area lingkungan sensitif,
  • Mencegah kerusakan atas tanaman muda, hamparan bunga (flower beds), pembibitan rumput atau area tanaman lain,
  • Melindungi para pemain dari bahaya, dan
  • Melindungi situs sejarah atau kepentingan budaya.

Komite seyogyanya menetapkan sisi dari zona dilarang bermain dengan garis atau patok-patok, dan garis atau patok-patok tersebut (atau ujung atas patok-patoktersebut) seyogyanya dapat membedakan zona dilarang bermain tersebut dengankondisi lapangan tidak normal biasa atau area penalti tanpa zona dilarang bermain.

 

Interpretasi Zona Dilarang Bermain /1 – Status dari Benda Tumbuh yang Menggantung di Zona Dilarang Bermain

Status dari benda tumbuh yang menggantung di zona dilarang bermain bergantung dari jenis zona dilarang bermain. Ini akan menjadi permasalahan karena benda tumbuh dapat merupakan bagian dari zona dilarang bermain, yang mana pemain diharuskn untuk mengambil pembebasan.

Contoh, bila zona dilarang bermain ditentukan sebagai area penalti (dimana sisinya berlanjut ke atas dan bawah dasar), bagian manapun dari benda tumbuh yang berlanjut melewati sisi dari zona dilarang bermain bukanlah bagian dari zona dilarang bermain. Namun, bila zona dilarang bermain ditentukan sebagai gusus untuk rawat (yang termasuk seluruh bagian di sisi dalam dari area yang ditentukan dan apapun yang tumbuh yang berlanjut di atas dasar dan keluar dari sisinya), segala yang menggantung di sisi adalah bagian dari zona dilarang bermain.

Area Penalti

Suatu area darimana diperkenankan pembebasan dengan satu pukulan penalti bila bola pemain berhenti di sana.

Suatu area penalti adalah:

  • Segala badan air di lapangan (baik itu dimarkahi atau tidak oleh Komite), termasuk laut, danau, kolam, sungai, selokan, saluran air di permukaan atau lokasi air terbuka lainnya (walaupun tidak mengandung air), dan
  • Segala bagian lapangan lain yang ditetapkan oleh Komite sebagai sebuah area penalti.

Area penalti adalah salah satu dari lima area lapangan yang ditetapkan.

Ada dua tipe berbeda dari area penalti, dibedakan oleh warna yang digunakan untuk memarkahinya:

  • Area penalti kuning (dimarkahi oleh garis atau patok-patok kuning) memberikanpemain dua pilihan pembebasan (Peraturan 17.1d(1) dan (2)).
  • Area penalti merah (dimarkahi oleh garis atau patok-patok merah) memberikanpemain tambahan pilihan pembebasan menyamping (Peraturan 17.1d(3)), sebagai tambahan atas dua pilihan pembebasan yang tersedia pada area penalti kuning.

Apabila warna area penalti tidak dimarkahi atau ditandai oleh Komite, ia diperlakukan sebagai area penalti merah.

Sisi dari area penalti berlanjut ke atas maupun ke bawah dari dasar (ground):

  • Hal ini berarti semua dasar (ground) dan segala benda lainnya (seperti segalabenda artifisial atau alamiah) di sisi dalam dari tepi adalah bagian dari area penaltitersebut, baik itu pada, di atas ataupun dibawah permukaan dari dasar (ground).
  • Apabila sebuah benda berada di kedua sisi baik itu sisi dalam dan sisi luar tepi(seperti sebuah jembatan di atas area penalti, atau sebuah pohon yang berakar disisi dalam tepi dengan cabang-cabang menjorok ke sisi luar tepi atau sebaliknya),hanya bagian dari benda tersebut yang berada di sisi dalam tepi merupakan bagiandari area penalti.

Sisi dari suatu area penalti seyogyanya ditentukan dengan patok-patok, garis ataufitur fisik:

  • Patok: Di saat ditetapkan oleh patok-patok, sisi dari area penalti ditentukan oleh garis antara titik di sisi luar patok-patok di dasar (ground), dan patok-patok berada di dalam area penalti.
  • Garis: Di saat ditetapkan oleh cat garis di dasar (ground), sisi dari area penalti adalah sisi dari sisi luar garis tersebut, dan garis itu sendiri berada di area penalti.
  • Fitur Fisik Di saat ditetapkan oleh fitur fisik (seperti pantai, atau area gurun atautembok penahan), Komite seyogyanya menyatakan bagaimana sisi dari area penalti tersebut ditentukan.

Di saat sisi dari area penalti ditentukan oleh garis atau oleh fitur fisik, patok-patokdapat digunakan untuk menunjukkan dimana area penalti berada, namun merekatidak memiliki arti lain.

Di saat sisi dari badan air tidak ditetapkan oleh Komite, sisi dari area penalti ditentukan oleh pembatas alaminya (yaitu, disaat dasar (ground) menurun untuk membentuk lekukan dimana air akan berada).

Apabila suatu lokasi air terbuka umumnya tidak mengandung air (seperti selokan airatau area aliran air yang kering selain dalam musim hujan), Komite dapat menetapkan area itu sebagai bagian dari area umum (yang berarti ia bukanlah area penalti).

Penalti Umum

Kalah hole dalam match play atau dua pukulan penaltidalam stroke play.

Binatang

Semua anggota hidup dari dunia binatang (selain manusia), termasuk para mamalia,burung, reptil, binatang ampibi dan invertebrata (seperti cacing, serangga, laba-laba dan krustasea).

Binatang

Semua anggota hidup dari dunia binatang (selain manusia), termasuk para mamalia,burung, reptil, binatang ampibi dan invertebrata (seperti cacing, serangga, laba-laba dan krustasea).

Binatang

Semua anggota hidup dari dunia binatang (selain manusia), termasuk para mamalia,burung, reptil, binatang ampibi dan invertebrata (seperti cacing, serangga, laba-laba dan krustasea).

Lapangan

Keseluruhan area permainan di dalam sisi segala pembatas lapangan yang ditentukan oleh Komite.

  • Seluruh area di dalam dari sisi pembatas adalah dalam perbatasan (in bounds) danmerupakan bagian dari lapangan.
  • Seluruh area di luar dari sisi pembatas adalahdi luar perbatasan (out of bounds) dan bukan bagian dari lapangan.
  • Sisi pembatas berlanjut baik ke atas maupun kebawah dari dasar.

Lapangan terbentuk atas lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Binatang

Semua anggota hidup dari dunia binatang (selain manusia), termasuk para mamalia,burung, reptil, binatang ampibi dan invertebrata (seperti cacing, serangga, laba-laba dan krustasea).

Pukulan

Gerakan ke depan suatu klab yang dilakukan untuk memukul bola.

Namun pukulan belum dilakukan apabila pemain tersebut:

  • Memutuskan di saat ayunan ke depan tidak untuk memukul bola tersebut danmencegah terjadinya pukulan dengan secara sengaja menghentikan kepala klabsebelum mengenai bola tersebut atau, apabila tidak dapat dihentikan, dengansecara sengaja tidak mengenai bola tersebut.
  • Secara tidak sengaja memukul bola disaat melakukan ayunan latih atau disaatmelakukan persiapan untuk melakukan pukulan.

Disaat Peraturan merujuk pada “memainkan sebuah bola,” ini bermakna samadengan melakukan sebuah pukulan.

Skor pemain pada suatu hole atau ronde dinyatakan sebagai sejumlah “pukulan” atau “pukulan yang dilakukan” yang mana bermakna pukulan-pukulan yang dibuat maupun segala pukulan-pukulan penalti (lihat Peraturan 3.1c).

 

Interpretasi Pukulan /1 – Menentukan Apakah Pukulan Telah Dilakukan

Apabila pemain memulai ayunan ke depan sebuah klab dengan tujuan memukul bola, tindakannya dihitung sebagai suatu pukulan saat:

  • Kepala klabnya dibelokkan atau dihentikan oleh pengaruh luar (seperti dahan pohon) baik bola terpukul ataupun tidak.
  • Kepala klabnya terlepas dari tangkainya selama ayunan ke depan dan pemain melanjutkan ayunan ke depannya dengan tangkainya saja, baik bola terpukul ataupun tidak.
  • Kepala klabnya terlepas dari tangkainya selama ayunan ke depan dan pemain melanjutkan ayunan ke depannya dengan tangkainya saja, dengan kepala kalbnya jatuh dan membentur bola tersebut.

Tindakan pemain tidak dihitung sebagai pukulan di tiap situasi berikut:

  • Selama ayunan ke depan, kepala klab pemain terlepas dari tangkainya. Pemain menghentikan ayunan ke depannya sebelum bolanya, namun kepala klab jatuh dan memukul dan menggerakkan bolanya.
  • Selama ayinan ke belakang, kepala klab pemain terlepas dari tangkainya. Pemain menyelesaikan ayunan ke depannya dnegan tangkainya namun tidak memukul bola.
  • Bola berhenti di dahan pohon di luar jangkauan sebuah klab. Apabila pemain menggerakkan bolanya dengan memukul bagian bawah dari dahan bukan bolanya, Peraturan 9.4 (Bola Diangkat atau Digerakkan oleh Pemain) berlaku.
Ancang-ancang

Posisi kaki dan badan pemain saat bersiap untuk dan melakukan suatu pukulan.

Binatang

Semua anggota hidup dari dunia binatang (selain manusia), termasuk para mamalia,burung, reptil, binatang ampibi dan invertebrata (seperti cacing, serangga, laba-laba dan krustasea).

Area Umum

Area lapangan yang mencakup keseluruhan lapangan selain keempat area yang ditetapkan: (1) area tee di mana pemain harus bermain saat memulai hole yang ia mainkan, (2) semua  area penalti, (3) semua bunker, dan (4) putting green dari hole yang pemain mainkan.

Area umum mencakup:

  • Semua lokasi tee di lapangan selain dari area tee, dan
  • Semua green salah.
Bunker

Area pasir yang disiapkan secara khusus, umumnya berupa cekungan di mana rumput atau tanah dipindahkan.

Berikut ini bukan bagian dari sebuah bunker:

  • Bibir, dinding atau muka di sisi area yang disiapkan dan berupa tanah, rumput, tumpukan lempeng rumput atau material artifisial;
  • Tanah atau segala benda natural yang tumbuh atau menempel di dalam tepi area yang disiapkan (seperti rumput, semak atau pohon);
  • Pasir yang tumpah keluar atau berada di luar sisi area yang disiapkan; dan
  • Semua area pasir lain di lapangan yang tidak berada di dalam sisi area yang disiapkan (seperti gurun pasir dan area pasir alamiah lainnya atau area yang sering dirujuk sebagai waste area).

Bunker adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan.

Komite dapat menetapkan area pasir yang disiapkan sebagai bagian dari area umum (yang berarti bukan sebuah bunker) atau dapat menetapkan area pasir yang ada sebagai sebuah bunker.

Saat sebuah bunker sedang diperbaiki dan Komite menetapkan keseluruhan bunker sebagai gugus untuk rawat, ia diperlakukan sebagai area umum (yang berarti bukan sebuah bunker).

Kata “pasir” sebagaimana dipergunakan dalam Definisi ini dan Peraturan 12mencakup segala material serupa dengan pasir yang digunakan sebagai materialbunker (seperti kerang yang ditumbuk), demikian juga segala tanah yang dicampur dengan pasir.

Putting Green

Area di hole yang pemain mainkan yang:

  • Secara khusus dipersiapkan untuk putting, atau
  • Komite tetapkan sebagai putting green (seperti disaat menggunakan greensementara).

Terdapat lubang pada putting green di suatu hole dimana pemain berupayamemasukkan bola. Putting green adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan. Putting green pada semula hole lain (yang saat itu pemain tidak mainkan) adalah green salah dan merupakan bagian dari area umum.

Sisi dari suatu putting green ditentukan mulai dari area yang terlihat secara khususdipersiapkan (seperti dimana rumput secara jelas dipotong untuk menunjukkantepinya), kecuali Komite menentukan sisi dengan cara lain (seperti dengan menggunakan garis atau titik-titik).

Apabila green ganda digunakan untuk dua hole berbeda:

  • Keseluruhan area yang dipersiapkan dimana terdapat kedua lubang diperlakukan sebagai putting green disaat memainkan masing-masing hole.

Namun Komite dapat menetapkan suatu tepi yang membagi green ganda menjadi dua putting green terpisah, sehingga disaat pemain memainkan satu diantaranya,bagian dari green ganda untuk hole yang lain adalah green salah.

Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Titik referensi untuk mengambil pembebasan gratis dari suatu kondisi lapangan tidak normal (Peraturan 16.1), kondisi binatang berbahaya (Peraturan 16.2), green salah (Peraturan 13.1e) atau zona dilarang bermain (Peraturan 16.1f dan 17.1e), atau dalammengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan Setempat.

Itu adalah titik perkiraan dimana bola tersebut akan berhenti yang:

  • Terdekat dengan tempat semula bola, namun tidak lebih dekat ke lubang daritempat tersebut,
  • Berada di area lapangan yang diharuskan, dan
  • Mana kondisi tidak akan menganggu pukulan yang akan dilakukan pemain dari tempat semula bila kondisi tersebut tidak ada.

Memperkirakan titik referensi ini mengharuskan pemain untuk menentukan pilihan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk melakukanpukulan.

Pemain tidak perlu melakukan simulasi pukulan dengan mengambil ancang-ancangdan mengayunkan klab pilihan tersebut (namun secara umum pemain direkomendasikan untuk melakukan hal ini untuk membantu menentukan perkiraan yang tepat).

Titik pembebasan penuh terdekat berhubungan hanya atas kondisi tertentu dimana pembebasan akan diambil dan kemungkinan di sebuah lokasi dimana terdapat gangguan dari sesuatu yang lain:

  • Bila pemain mengambil pembebasan kemudian mendapat gangguan dari kondisilain dimana pembebasan diperkenankan, pemain tersebut dapat mengambilpembebasan kembali dengan menentukan titik pembebasan penuh terdekat yangbaru dari kondisi baru tersebut.
  • Pembebasan harus diambil secara terpisah atas tiap kondisi, namun pemain dapatmengambil pembebasan dari kedua kondisi secara bersamaan (dengan penentuantitik pembebasan penuh terdekat dari kedua kondisi) disaat, setelah mengambilpembebasan dari tiap kondisi secara terpisah, dapat disimpulkan secara wajarbila tetap melakukan hal tersebut kondisi-kondisi tersebut akan tetap salingmengganggu.

 

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /1 – Diagram Ilustrasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Dalam diagram, terminologi “titik pembebasan penuh terdekat” dalam Peraturan 16.1 (Kondisi Lapangan Tidak Normal) untuk pembebasan dari gangguan oleh Gugus Untuk Rawat diilustrasikan pemain bermain dengan tangan kanan dan tangan kiri.

Titik pembebasan penuh terdekat harus diinterprestasikan secara tegas. Pemain tidak boleh memilih di sisi mana dari gugus untuk rawat bola akan didrop, kecuali ada dua jarak yang sama atas titik pembebasan penuh terdekat. Bahkan bila satu sisi dari gugus untuk rawat di fairway dan lainnya di semak, bila titik pembebasan penuh terdekat berada di semak, maka itulah titik pembebasan penuh terdekat pemain.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /2 – Pemain Tidak Mengikuti Prosedur yang Direkomendasi dalam Memutuskan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Walaupun ada prosedur yang direkomendasikan untuk menentukan titik pembebasan penuh terdekat, Peraturan tidak mengharuskan pemain untuk menentukan titik ini saat mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan (seperti saat mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal berdasarkan Peraturan 16.1b (Pembebasan ata Bola di Area Umum)). Apabila pemain tidak menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara akurat atau menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara tidak tepat, pemain hanya dikenai penalti bila hal ini mengakibatkan ia mengedrop bola di area pembebasan yang tidak sesuai ketentuan dari Peraturan dan bola kemudian dimainkan.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /3 – Apakah Pemain Telah Mengambil Pembebasan Secara Salah Bila Kondisi Tetap Mengganggu untuk Pukulan dengan Klab yang Tidak Digunakan untuk Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Di saat pemain mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal, ia mengambil pembebasan hanya atas gangguan yang ia dapati dengan menggunakan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk memainkan bola dari tempat tersebut. Setelah pemain mengambil pembebasan dan tidak ada lagi gangguan untuk pukulan yang pemain akan lakukan, segala gangguan berikutnya adalah suatu situasi baru.

Contoh, bola pemain berhenti di rough tebal di area umum kira-kira 230 yard dari green. Pemain memilih wedge untuk melakukan pukulan berikutnya dan mendapati ancang-ancangnya menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat. Pemain menentukan titik pembebasan penuh terdekat nya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan berdasarkan Peraturan 14.3b(3) (Bola Harus Didrop di Area Pembebasan) dan Peraturan 16.1 (Pembebasan dari Kondisi Lapangan Tidak Normal).

Bola bergulir ke letak yang bagus dalam area pembebasan dari mana pemain meyakini pukulan berikutnya dapat dimainkan dengan wood 3. Bila pemain menggunakan wedge untuk pukulan selanjutnya tidak akan gangguan dari gugus untuk rawat. Namun, menggunakan wood 3, kaki pemain kembali menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat tersebut. Ini adalah suatu situasi baru dan pemain dapat memainkan bolanya sebagaimana letaknya atau mengambil pembebasan atas situasi baru tersebut.

Interpretasi Hilang /4 – Pemain Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat namun Secara Fisik Tidak Dapat Melakukan Pukulan yang Diinginkan

Tujuan dari menentukan titik pembebasan penuh terdekat adalah untuk mencari titik referensi di lokasi yang terdekat agar lagi terdapat gangguan dari kondisi. Dalam menentukan titik pembebasan penuh terdekat, pemain tidak dijamin untuk mendapat letak yang bagus atau dapat dmainkan.

Contoh, apabila pemain tidak dapat melakukan pukulan dari area pembebasan sebagaimana diukur dari titik pembebasan penuh terdekat karena arah main terhalangi pohon, atau pemain tidak dapat melakukan ayunan ke belakang untuk pukulan yang diinginkan karena semak, ini tidak merubah kenyataan bahwa titik yang ditentukan tersebut adalah titik pembebasan penuh terdekat.

Setelah bola berada dalam permainan, pemain harus memutuskan tipe pukulan yang akan ia lakukan. Pukulan ini, yang termasuk pilihan klab, dapat berbeda dari yang seharusnya dilakukan dari tempat bola semula bila kondisi tidak ada di sana.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di bagian manapun dari area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan dari kondisi tersebut.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /5 – Pemain Secara Fisik Tidak Dapat Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Apabila pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya, harus diperkirakan, dan area pembebasan kemudian didasarkan atas titik estimasi tersebut.

Contoh, dalam mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan 16.1, pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya karena titik tersebut berada di tengan pokok pohon atau pagar pembatas lapangan menghalangi peain dalam mengambil ancang-ancang.

Pemain harus mengestimasi titik pembebasan penuh terdekatnya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan berdasarkan Peraturan 16.1.

Area Pembebasan

Area dimana pemain harus mengedrop sebuah bola disaat mengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan. Tiap Peraturan pembebasan mengharuskan pemain untuk menggunakan area pembebasan yang spesifik dimana ukuran dan tempatnya berdasarkan atas tiga faktor berikut:

  • Titik Referensi Titik darimana ukuran area pembebasan diukur.
  • Ukuran Area Pembebasan Diukur dari Titik Referensi: Area pembebasan adalah satu ataupun dua panjang-klab dari titik referensi, namun dengan batas tertentu:
  • Batas Lokasi Area Pembebasan Lokasi dari area pembebasan dapat dibatasidengan satu cara atau lebih sehingga, contoh:
    • Ia hanya berada di area dari lapangan yang ditentukan tertentu, seperti hanya di area umum, atau tidak di bunker atau area penalti,
    • Ia tidak lebih mendekati lubang dari titik referensi atau harus berada di luar area penalti atau bunker darimana pembebasan diambil, atau
    • Ia berada dimana tidak terdapat gangguan (sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan tertentu) dari kondisi darimana pembebasan diambil.

Dalam menggunakan panjang-klab untuk menentukan ukuran dari area pembebasan, pemain diperkenankan mengukur secara langsung melewati selokan, lubang atau kondisi serupa, dan secara langsung melewati atau menembus suatu benda (seperti sebuah pohon, pagar, tembok, terowongan, saluran air atau kepala sprinkler), namun tidak diperkenankan untuk mengukur menembus dasar (ground) yang secara alamiah turun dan naik.

Lihat Committee Procedures, Section 2I (Komite dapat memilih untuk memperbolehkan atau mengharuskan pemain menggunakan zona drop sebagai area pembebasan saat mengambil pembebasan tertentu).


Klarifikasi – Menentukan Apakah Bola di Area Pembebasan

Di saat menentukan apakah suatu bola telah berhenti di area pembebasan (seperti satu atau dua panjang-klab dari titik referensi bergantung dari Peraturan yang diterapkan), bola itu berada di area pembebasan bila sebagian dari bola itu berada di dalam pengukuran satu atau dua panjang-klab. Namun, sebuah bola tidak berada di area pembebasan bila sebagian dari bola berada lebih dekat ke lubang dari titik referensi atau di saat sebagian dari bola mendapat gangguan dari kondisi dari mana pembebasan gratis diambil.
(Klarifikasi ditambahkan 12/2018)

Area Penalti

Suatu area darimana diperkenankan pembebasan dengan satu pukulan penalti bila bola pemain berhenti di sana.

Suatu area penalti adalah:

  • Segala badan air di lapangan (baik itu dimarkahi atau tidak oleh Komite), termasuk laut, danau, kolam, sungai, selokan, saluran air di permukaan atau lokasi air terbuka lainnya (walaupun tidak mengandung air), dan
  • Segala bagian lapangan lain yang ditetapkan oleh Komite sebagai sebuah area penalti.

Area penalti adalah salah satu dari lima area lapangan yang ditetapkan.

Ada dua tipe berbeda dari area penalti, dibedakan oleh warna yang digunakan untuk memarkahinya:

  • Area penalti kuning (dimarkahi oleh garis atau patok-patok kuning) memberikanpemain dua pilihan pembebasan (Peraturan 17.1d(1) dan (2)).
  • Area penalti merah (dimarkahi oleh garis atau patok-patok merah) memberikanpemain tambahan pilihan pembebasan menyamping (Peraturan 17.1d(3)), sebagai tambahan atas dua pilihan pembebasan yang tersedia pada area penalti kuning.

Apabila warna area penalti tidak dimarkahi atau ditandai oleh Komite, ia diperlakukan sebagai area penalti merah.

Sisi dari area penalti berlanjut ke atas maupun ke bawah dari dasar (ground):

  • Hal ini berarti semua dasar (ground) dan segala benda lainnya (seperti segalabenda artifisial atau alamiah) di sisi dalam dari tepi adalah bagian dari area penaltitersebut, baik itu pada, di atas ataupun dibawah permukaan dari dasar (ground).
  • Apabila sebuah benda berada di kedua sisi baik itu sisi dalam dan sisi luar tepi(seperti sebuah jembatan di atas area penalti, atau sebuah pohon yang berakar disisi dalam tepi dengan cabang-cabang menjorok ke sisi luar tepi atau sebaliknya),hanya bagian dari benda tersebut yang berada di sisi dalam tepi merupakan bagiandari area penalti.

Sisi dari suatu area penalti seyogyanya ditentukan dengan patok-patok, garis ataufitur fisik:

  • Patok: Di saat ditetapkan oleh patok-patok, sisi dari area penalti ditentukan oleh garis antara titik di sisi luar patok-patok di dasar (ground), dan patok-patok berada di dalam area penalti.
  • Garis: Di saat ditetapkan oleh cat garis di dasar (ground), sisi dari area penalti adalah sisi dari sisi luar garis tersebut, dan garis itu sendiri berada di area penalti.
  • Fitur Fisik Di saat ditetapkan oleh fitur fisik (seperti pantai, atau area gurun atautembok penahan), Komite seyogyanya menyatakan bagaimana sisi dari area penalti tersebut ditentukan.

Di saat sisi dari area penalti ditentukan oleh garis atau oleh fitur fisik, patok-patokdapat digunakan untuk menunjukkan dimana area penalti berada, namun merekatidak memiliki arti lain.

Di saat sisi dari badan air tidak ditetapkan oleh Komite, sisi dari area penalti ditentukan oleh pembatas alaminya (yaitu, disaat dasar (ground) menurun untuk membentuk lekukan dimana air akan berada).

Apabila suatu lokasi air terbuka umumnya tidak mengandung air (seperti selokan airatau area aliran air yang kering selain dalam musim hujan), Komite dapat menetapkan area itu sebagai bagian dari area umum (yang berarti ia bukanlah area penalti).

Binatang

Semua anggota hidup dari dunia binatang (selain manusia), termasuk para mamalia,burung, reptil, binatang ampibi dan invertebrata (seperti cacing, serangga, laba-laba dan krustasea).

Area Penalti

Suatu area darimana diperkenankan pembebasan dengan satu pukulan penalti bila bola pemain berhenti di sana.

Suatu area penalti adalah:

  • Segala badan air di lapangan (baik itu dimarkahi atau tidak oleh Komite), termasuk laut, danau, kolam, sungai, selokan, saluran air di permukaan atau lokasi air terbuka lainnya (walaupun tidak mengandung air), dan
  • Segala bagian lapangan lain yang ditetapkan oleh Komite sebagai sebuah area penalti.

Area penalti adalah salah satu dari lima area lapangan yang ditetapkan.

Ada dua tipe berbeda dari area penalti, dibedakan oleh warna yang digunakan untuk memarkahinya:

  • Area penalti kuning (dimarkahi oleh garis atau patok-patok kuning) memberikanpemain dua pilihan pembebasan (Peraturan 17.1d(1) dan (2)).
  • Area penalti merah (dimarkahi oleh garis atau patok-patok merah) memberikanpemain tambahan pilihan pembebasan menyamping (Peraturan 17.1d(3)), sebagai tambahan atas dua pilihan pembebasan yang tersedia pada area penalti kuning.

Apabila warna area penalti tidak dimarkahi atau ditandai oleh Komite, ia diperlakukan sebagai area penalti merah.

Sisi dari area penalti berlanjut ke atas maupun ke bawah dari dasar (ground):

  • Hal ini berarti semua dasar (ground) dan segala benda lainnya (seperti segalabenda artifisial atau alamiah) di sisi dalam dari tepi adalah bagian dari area penaltitersebut, baik itu pada, di atas ataupun dibawah permukaan dari dasar (ground).
  • Apabila sebuah benda berada di kedua sisi baik itu sisi dalam dan sisi luar tepi(seperti sebuah jembatan di atas area penalti, atau sebuah pohon yang berakar disisi dalam tepi dengan cabang-cabang menjorok ke sisi luar tepi atau sebaliknya),hanya bagian dari benda tersebut yang berada di sisi dalam tepi merupakan bagiandari area penalti.

Sisi dari suatu area penalti seyogyanya ditentukan dengan patok-patok, garis ataufitur fisik:

  • Patok: Di saat ditetapkan oleh patok-patok, sisi dari area penalti ditentukan oleh garis antara titik di sisi luar patok-patok di dasar (ground), dan patok-patok berada di dalam area penalti.
  • Garis: Di saat ditetapkan oleh cat garis di dasar (ground), sisi dari area penalti adalah sisi dari sisi luar garis tersebut, dan garis itu sendiri berada di area penalti.
  • Fitur Fisik Di saat ditetapkan oleh fitur fisik (seperti pantai, atau area gurun atautembok penahan), Komite seyogyanya menyatakan bagaimana sisi dari area penalti tersebut ditentukan.

Di saat sisi dari area penalti ditentukan oleh garis atau oleh fitur fisik, patok-patokdapat digunakan untuk menunjukkan dimana area penalti berada, namun merekatidak memiliki arti lain.

Di saat sisi dari badan air tidak ditetapkan oleh Komite, sisi dari area penalti ditentukan oleh pembatas alaminya (yaitu, disaat dasar (ground) menurun untuk membentuk lekukan dimana air akan berada).

Apabila suatu lokasi air terbuka umumnya tidak mengandung air (seperti selokan airatau area aliran air yang kering selain dalam musim hujan), Komite dapat menetapkan area itu sebagai bagian dari area umum (yang berarti ia bukanlah area penalti).

Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Titik referensi untuk mengambil pembebasan gratis dari suatu kondisi lapangan tidak normal (Peraturan 16.1), kondisi binatang berbahaya (Peraturan 16.2), green salah (Peraturan 13.1e) atau zona dilarang bermain (Peraturan 16.1f dan 17.1e), atau dalammengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan Setempat.

Itu adalah titik perkiraan dimana bola tersebut akan berhenti yang:

  • Terdekat dengan tempat semula bola, namun tidak lebih dekat ke lubang daritempat tersebut,
  • Berada di area lapangan yang diharuskan, dan
  • Mana kondisi tidak akan menganggu pukulan yang akan dilakukan pemain dari tempat semula bila kondisi tersebut tidak ada.

Memperkirakan titik referensi ini mengharuskan pemain untuk menentukan pilihan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk melakukanpukulan.

Pemain tidak perlu melakukan simulasi pukulan dengan mengambil ancang-ancangdan mengayunkan klab pilihan tersebut (namun secara umum pemain direkomendasikan untuk melakukan hal ini untuk membantu menentukan perkiraan yang tepat).

Titik pembebasan penuh terdekat berhubungan hanya atas kondisi tertentu dimana pembebasan akan diambil dan kemungkinan di sebuah lokasi dimana terdapat gangguan dari sesuatu yang lain:

  • Bila pemain mengambil pembebasan kemudian mendapat gangguan dari kondisilain dimana pembebasan diperkenankan, pemain tersebut dapat mengambilpembebasan kembali dengan menentukan titik pembebasan penuh terdekat yangbaru dari kondisi baru tersebut.
  • Pembebasan harus diambil secara terpisah atas tiap kondisi, namun pemain dapatmengambil pembebasan dari kedua kondisi secara bersamaan (dengan penentuantitik pembebasan penuh terdekat dari kedua kondisi) disaat, setelah mengambilpembebasan dari tiap kondisi secara terpisah, dapat disimpulkan secara wajarbila tetap melakukan hal tersebut kondisi-kondisi tersebut akan tetap salingmengganggu.

 

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /1 – Diagram Ilustrasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Dalam diagram, terminologi “titik pembebasan penuh terdekat” dalam Peraturan 16.1 (Kondisi Lapangan Tidak Normal) untuk pembebasan dari gangguan oleh Gugus Untuk Rawat diilustrasikan pemain bermain dengan tangan kanan dan tangan kiri.

Titik pembebasan penuh terdekat harus diinterprestasikan secara tegas. Pemain tidak boleh memilih di sisi mana dari gugus untuk rawat bola akan didrop, kecuali ada dua jarak yang sama atas titik pembebasan penuh terdekat. Bahkan bila satu sisi dari gugus untuk rawat di fairway dan lainnya di semak, bila titik pembebasan penuh terdekat berada di semak, maka itulah titik pembebasan penuh terdekat pemain.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /2 – Pemain Tidak Mengikuti Prosedur yang Direkomendasi dalam Memutuskan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Walaupun ada prosedur yang direkomendasikan untuk menentukan titik pembebasan penuh terdekat, Peraturan tidak mengharuskan pemain untuk menentukan titik ini saat mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan (seperti saat mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal berdasarkan Peraturan 16.1b (Pembebasan ata Bola di Area Umum)). Apabila pemain tidak menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara akurat atau menentukan titik pembebasan penuh terdekat secara tidak tepat, pemain hanya dikenai penalti bila hal ini mengakibatkan ia mengedrop bola di area pembebasan yang tidak sesuai ketentuan dari Peraturan dan bola kemudian dimainkan.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /3 – Apakah Pemain Telah Mengambil Pembebasan Secara Salah Bila Kondisi Tetap Mengganggu untuk Pukulan dengan Klab yang Tidak Digunakan untuk Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Di saat pemain mengambil pembebasan dari kondisi lapangan tidak normal, ia mengambil pembebasan hanya atas gangguan yang ia dapati dengan menggunakan klab, ancang-ancang, ayunan dan garis main yang ia akan gunakan untuk memainkan bola dari tempat tersebut. Setelah pemain mengambil pembebasan dan tidak ada lagi gangguan untuk pukulan yang pemain akan lakukan, segala gangguan berikutnya adalah suatu situasi baru.

Contoh, bola pemain berhenti di rough tebal di area umum kira-kira 230 yard dari green. Pemain memilih wedge untuk melakukan pukulan berikutnya dan mendapati ancang-ancangnya menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat. Pemain menentukan titik pembebasan penuh terdekat nya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan berdasarkan Peraturan 14.3b(3) (Bola Harus Didrop di Area Pembebasan) dan Peraturan 16.1 (Pembebasan dari Kondisi Lapangan Tidak Normal).

Bola bergulir ke letak yang bagus dalam area pembebasan dari mana pemain meyakini pukulan berikutnya dapat dimainkan dengan wood 3. Bila pemain menggunakan wedge untuk pukulan selanjutnya tidak akan gangguan dari gugus untuk rawat. Namun, menggunakan wood 3, kaki pemain kembali menyentuh garis yang menentukan gugus untuk rawat tersebut. Ini adalah suatu situasi baru dan pemain dapat memainkan bolanya sebagaimana letaknya atau mengambil pembebasan atas situasi baru tersebut.

Interpretasi Hilang /4 – Pemain Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat namun Secara Fisik Tidak Dapat Melakukan Pukulan yang Diinginkan

Tujuan dari menentukan titik pembebasan penuh terdekat adalah untuk mencari titik referensi di lokasi yang terdekat agar lagi terdapat gangguan dari kondisi. Dalam menentukan titik pembebasan penuh terdekat, pemain tidak dijamin untuk mendapat letak yang bagus atau dapat dmainkan.

Contoh, apabila pemain tidak dapat melakukan pukulan dari area pembebasan sebagaimana diukur dari titik pembebasan penuh terdekat karena arah main terhalangi pohon, atau pemain tidak dapat melakukan ayunan ke belakang untuk pukulan yang diinginkan karena semak, ini tidak merubah kenyataan bahwa titik yang ditentukan tersebut adalah titik pembebasan penuh terdekat.

Setelah bola berada dalam permainan, pemain harus memutuskan tipe pukulan yang akan ia lakukan. Pukulan ini, yang termasuk pilihan klab, dapat berbeda dari yang seharusnya dilakukan dari tempat bola semula bila kondisi tidak ada di sana.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di bagian manapun dari area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan dari kondisi tersebut.

Interpretasi Titik Pembebasan Penuh Terdekat /5 – Pemain Secara Fisik Tidak Dapat Menentukan Titik Pembebasan Penuh Terdekat

Apabila pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya, harus diperkirakan, dan area pembebasan kemudian didasarkan atas titik estimasi tersebut.

Contoh, dalam mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan 16.1, pemain secara fisik tidak dapat menentukan titik pembebasan penuh terdekatnya karena titik tersebut berada di tengan pokok pohon atau pagar pembatas lapangan menghalangi peain dalam mengambil ancang-ancang.

Pemain harus mengestimasi titik pembebasan penuh terdekatnya dan mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan.

Bila secara fisik tidak memungkinkan untuk mengedrop bola di area pembebasan yang ditentukan itu, pembebasan tidak diperbolehkan berdasarkan Peraturan 16.1.

Lubang

Titik penyelesaian di putting green untuk hole yang dimainkan:

  • Lubang harus berdiameter 4 ¼ inci (108 mm) dengan kedalaman sekurangkurangnya4 inci (101.6 mm).
  • Bila mengunakan pelapis, ukuran luar diameternya tidak boleh melebihi 4 ¼ inci(108 mm). Pelapis tersebut harus dibenamkan sekurang-kurangnya 1 inci (25.4 mm)di bawah permukaan putting green, kecuali jika sifat tanahnya mengharuskannya lebih dekat ke permukaan.

Kata "hole" (saat tidak digunakan dalam definisi) digunakan di sepanjang Peraturan yang berarti bagian dari lapangan yang dikaitkan dengan suatu area tee, putting green dan lubang tertentu. Memainkan suatu hole dimulai dari area tee dan berakhir saat bola telah masuk lubang di putting green (atau saat Peraturan menyatakan hole itu telah diselesaikan).

 

Binatang

Semua anggota hidup dari dunia binatang (selain manusia), termasuk para mamalia,burung, reptil, binatang ampibi dan invertebrata (seperti cacing, serangga, laba-laba dan krustasea).

Tempat Salah

Semua tempat di lapangan selain dari tempat dimana pemain diharuskan atau diperbolehkan untuk memainkan bolanya berdasarkan Peraturan.

Contoh bermain dari tempat salah:

  • Memainkan sebuah bola setelah meletakkannya kembali di tempat yang salah atau tanpa meletakkannya kembali sebagaimana diharuskan oleh Peraturan.
  • Memainkan sebuah bola dari luar area pembebasan yang diharuskan.
  • Mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan yang salah, sehingga bola didrop dan dimainkan dari sebuah tempat yang tidak perkenankan oleh Peraturan.
  • Memainkan sebuah bola dari zona dilarang bermain atau di saat zona dilarang bermain mengganggu area ancang-ancang atau ayunan yang diinginkan oleh pemain.

Memainkan sebuah bola dari luar area tee disaat memulai permainan sebuah hole atau disaat mencoba memperbaiki kesalahan tersebut bukanlah bermain dari tempat salah (lihat Peraturan 6.1b).

Penalti Umum

Kalah hole dalam match play atau dua pukulan penaltidalam stroke play.

Tertanam

Kondisi dimana sebuah bola berhenti di bekas-jatuhannya sendiri yang terbentuksebagai akibat dari pukulan sebelumnya oleh pemain di mana sebagian dari bola tersebut berada di bawah permukaan tanah.

Sebuah bola yang tertanam tidak harus menyentuh tanah (contoh, rumput dan benda alam lepas dapat berada di antara bola dan tanah).

Area Umum

Area lapangan yang mencakup keseluruhan lapangan selain keempat area yang ditetapkan: (1) area tee di mana pemain harus bermain saat memulai hole yang ia mainkan, (2) semua  area penalti, (3) semua bunker, dan (4) putting green dari hole yang pemain mainkan.

Area umum mencakup:

  • Semua lokasi tee di lapangan selain dari area tee, dan
  • Semua green salah.
Tertanam

Kondisi dimana sebuah bola berhenti di bekas-jatuhannya sendiri yang terbentuksebagai akibat dari pukulan sebelumnya oleh pemain di mana sebagian dari bola tersebut berada di bawah permukaan tanah.

Sebuah bola yang tertanam tidak harus menyentuh tanah (contoh, rumput dan benda alam lepas dapat berada di antara bola dan tanah).

Area Umum

Area lapangan yang mencakup keseluruhan lapangan selain keempat area yang ditetapkan: (1) area tee di mana pemain harus bermain saat memulai hole yang ia mainkan, (2) semua  area penalti, (3) semua bunker, dan (4) putting green dari hole yang pemain mainkan.

Area umum mencakup:

  • Semua lokasi tee di lapangan selain dari area tee, dan
  • Semua green salah.
Tertanam

Kondisi dimana sebuah bola berhenti di bekas-jatuhannya sendiri yang terbentuksebagai akibat dari pukulan sebelumnya oleh pemain di mana sebagian dari bola tersebut berada di bawah permukaan tanah.

Sebuah bola yang tertanam tidak harus menyentuh tanah (contoh, rumput dan benda alam lepas dapat berada di antara bola dan tanah).

Putting Green

Area di hole yang pemain mainkan yang:

  • Secara khusus dipersiapkan untuk putting, atau
  • Komite tetapkan sebagai putting green (seperti disaat menggunakan greensementara).

Terdapat lubang pada putting green di suatu hole dimana pemain berupayamemasukkan bola. Putting green adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan. Putting green pada semula hole lain (yang saat itu pemain tidak mainkan) adalah green salah dan merupakan bagian dari area umum.

Sisi dari suatu putting green ditentukan mulai dari area yang terlihat secara khususdipersiapkan (seperti dimana rumput secara jelas dipotong untuk menunjukkantepinya), kecuali Komite menentukan sisi dengan cara lain (seperti dengan menggunakan garis atau titik-titik).

Apabila green ganda digunakan untuk dua hole berbeda:

  • Keseluruhan area yang dipersiapkan dimana terdapat kedua lubang diperlakukan sebagai putting green disaat memainkan masing-masing hole.

Namun Komite dapat menetapkan suatu tepi yang membagi green ganda menjadi dua putting green terpisah, sehingga disaat pemain memainkan satu diantaranya,bagian dari green ganda untuk hole yang lain adalah green salah.

Memarkahi

Menunjukkan titik dimana sebuah berhenti dengan:

  • Meletakkan sebuah markah-bola tepat di belakang atau tepat di sebelah bola,ataupun
  • Memegang sebuah klab di dasar (ground) tepat di belakang atau tepat di sebelahbola.

Hal ini dilakukan untuk menunjukkan titik di mana bola tersebut harus diletakkan kembali setelah diangkat.

Meletakkan Kembali

Menaruh sebuah bola dengan meletakan dan melepaskannya, dengan niat agar bola menjadi dalam permainan.

Apabila pemain meletakkan bola tanpa niat agar bola menjadi dalam permainan, bola tersebut belum diletakkan kembali dan belum di dalam permainan (lihat Peraturan 14.4).

Di saat kapanpun suatu Peraturan mengharuskan sebuah bola untuk diletakkan kembali, Peraturan tersebut menentukan titik spesifik di mana bola tersebut harus didiletakkan kembali.

 

Interpretasi Meletakkan Kembali /1 – Bola Tidak Dapat Diletakkan Kembali Menggunakan Klab

Untuk sebuah bola diletakkan kembali dengan cara yang benar, ia harus ditaruh dan dilepaskan. Ini berarti pemain harus menggunakan tangannya untuk menaruh bola kembali ke dalam permainan di tempat ia diangkat atau dipindahkan.

Contoh, apabila pemain mengangkat bolanya dari putting green dan menaruhnya disamping, pemain tidak bolah meletakkan kembali bola dengan menggulirkannya ke tempat seharusnya menggunakan sebuah klab. Apabila ia melakukannya, bola tidak diletakkan kembali dengan cara yang benar dan pemain dikenai satu pukulan penalti berdasarkan Peraturan 14.2b(2) (Bagaimana Bola Harus Dilletakkan Kembali) apabila kesalahan tidak diperbaiki sebelum pukulan dilakukan.

Tertanam

Kondisi dimana sebuah bola berhenti di bekas-jatuhannya sendiri yang terbentuksebagai akibat dari pukulan sebelumnya oleh pemain di mana sebagian dari bola tersebut berada di bawah permukaan tanah.

Sebuah bola yang tertanam tidak harus menyentuh tanah (contoh, rumput dan benda alam lepas dapat berada di antara bola dan tanah).

Area Umum

Area lapangan yang mencakup keseluruhan lapangan selain keempat area yang ditetapkan: (1) area tee di mana pemain harus bermain saat memulai hole yang ia mainkan, (2) semua  area penalti, (3) semua bunker, dan (4) putting green dari hole yang pemain mainkan.

Area umum mencakup:

  • Semua lokasi tee di lapangan selain dari area tee, dan
  • Semua green salah.
Tertanam

Kondisi dimana sebuah bola berhenti di bekas-jatuhannya sendiri yang terbentuksebagai akibat dari pukulan sebelumnya oleh pemain di mana sebagian dari bola tersebut berada di bawah permukaan tanah.

Sebuah bola yang tertanam tidak harus menyentuh tanah (contoh, rumput dan benda alam lepas dapat berada di antara bola dan tanah).

Pukulan

Gerakan ke depan suatu klab yang dilakukan untuk memukul bola.

Namun pukulan belum dilakukan apabila pemain tersebut:

  • Memutuskan di saat ayunan ke depan tidak untuk memukul bola tersebut danmencegah terjadinya pukulan dengan secara sengaja menghentikan kepala klabsebelum mengenai bola tersebut atau, apabila tidak dapat dihentikan, dengansecara sengaja tidak mengenai bola tersebut.
  • Secara tidak sengaja memukul bola disaat melakukan ayunan latih atau disaatmelakukan persiapan untuk melakukan pukulan.

Disaat Peraturan merujuk pada “memainkan sebuah bola,” ini bermakna samadengan melakukan sebuah pukulan.

Skor pemain pada suatu hole atau ronde dinyatakan sebagai sejumlah “pukulan” atau “pukulan yang dilakukan” yang mana bermakna pukulan-pukulan yang dibuat maupun segala pukulan-pukulan penalti (lihat Peraturan 3.1c).

 

Interpretasi Pukulan /1 – Menentukan Apakah Pukulan Telah Dilakukan

Apabila pemain memulai ayunan ke depan sebuah klab dengan tujuan memukul bola, tindakannya dihitung sebagai suatu pukulan saat:

  • Kepala klabnya dibelokkan atau dihentikan oleh pengaruh luar (seperti dahan pohon) baik bola terpukul ataupun tidak.
  • Kepala klabnya terlepas dari tangkainya selama ayunan ke depan dan pemain melanjutkan ayunan ke depannya dengan tangkainya saja, baik bola terpukul ataupun tidak.
  • Kepala klabnya terlepas dari tangkainya selama ayunan ke depan dan pemain melanjutkan ayunan ke depannya dengan tangkainya saja, dengan kepala kalbnya jatuh dan membentur bola tersebut.

Tindakan pemain tidak dihitung sebagai pukulan di tiap situasi berikut:

  • Selama ayunan ke depan, kepala klab pemain terlepas dari tangkainya. Pemain menghentikan ayunan ke depannya sebelum bolanya, namun kepala klab jatuh dan memukul dan menggerakkan bolanya.
  • Selama ayinan ke belakang, kepala klab pemain terlepas dari tangkainya. Pemain menyelesaikan ayunan ke depannya dnegan tangkainya namun tidak memukul bola.
  • Bola berhenti di dahan pohon di luar jangkauan sebuah klab. Apabila pemain menggerakkan bolanya dengan memukul bagian bawah dari dahan bukan bolanya, Peraturan 9.4 (Bola Diangkat atau Digerakkan oleh Pemain) berlaku.
Pukulan

Gerakan ke depan suatu klab yang dilakukan untuk memukul bola.

Namun pukulan belum dilakukan apabila pemain tersebut:

  • Memutuskan di saat ayunan ke depan tidak untuk memukul bola tersebut danmencegah terjadinya pukulan dengan secara sengaja menghentikan kepala klabsebelum mengenai bola tersebut atau, apabila tidak dapat dihentikan, dengansecara sengaja tidak mengenai bola tersebut.
  • Secara tidak sengaja memukul bola disaat melakukan ayunan latih atau disaatmelakukan persiapan untuk melakukan pukulan.

Disaat Peraturan merujuk pada “memainkan sebuah bola,” ini bermakna samadengan melakukan sebuah pukulan.

Skor pemain pada suatu hole atau ronde dinyatakan sebagai sejumlah “pukulan” atau “pukulan yang dilakukan” yang mana bermakna pukulan-pukulan yang dibuat maupun segala pukulan-pukulan penalti (lihat Peraturan 3.1c).

 

Interpretasi Pukulan /1 – Menentukan Apakah Pukulan Telah Dilakukan

Apabila pemain memulai ayunan ke depan sebuah klab dengan tujuan memukul bola, tindakannya dihitung sebagai suatu pukulan saat:

  • Kepala klabnya dibelokkan atau dihentikan oleh pengaruh luar (seperti dahan pohon) baik bola terpukul ataupun tidak.
  • Kepala klabnya terlepas dari tangkainya selama ayunan ke depan dan pemain melanjutkan ayunan ke depannya dengan tangkainya saja, baik bola terpukul ataupun tidak.
  • Kepala klabnya terlepas dari tangkainya selama ayunan ke depan dan pemain melanjutkan ayunan ke depannya dengan tangkainya saja, dengan kepala kalbnya jatuh dan membentur bola tersebut.

Tindakan pemain tidak dihitung sebagai pukulan di tiap situasi berikut:

  • Selama ayunan ke depan, kepala klab pemain terlepas dari tangkainya. Pemain menghentikan ayunan ke depannya sebelum bolanya, namun kepala klab jatuh dan memukul dan menggerakkan bolanya.
  • Selama ayinan ke belakang, kepala klab pemain terlepas dari tangkainya. Pemain menyelesaikan ayunan ke depannya dnegan tangkainya namun tidak memukul bola.
  • Bola berhenti di dahan pohon di luar jangkauan sebuah klab. Apabila pemain menggerakkan bolanya dengan memukul bagian bawah dari dahan bukan bolanya, Peraturan 9.4 (Bola Diangkat atau Digerakkan oleh Pemain) berlaku.
Tertanam

Kondisi dimana sebuah bola berhenti di bekas-jatuhannya sendiri yang terbentuksebagai akibat dari pukulan sebelumnya oleh pemain di mana sebagian dari bola tersebut berada di bawah permukaan tanah.

Sebuah bola yang tertanam tidak harus menyentuh tanah (contoh, rumput dan benda alam lepas dapat berada di antara bola dan tanah).

Pukulan

Gerakan ke depan suatu klab yang dilakukan untuk memukul bola.

Namun pukulan belum dilakukan apabila pemain tersebut:

  • Memutuskan di saat ayunan ke depan tidak untuk memukul bola tersebut danmencegah terjadinya pukulan dengan secara sengaja menghentikan kepala klabsebelum mengenai bola tersebut atau, apabila tidak dapat dihentikan, dengansecara sengaja tidak mengenai bola tersebut.
  • Secara tidak sengaja memukul bola disaat melakukan ayunan latih atau disaatmelakukan persiapan untuk melakukan pukulan.

Disaat Peraturan merujuk pada “memainkan sebuah bola,” ini bermakna samadengan melakukan sebuah pukulan.

Skor pemain pada suatu hole atau ronde dinyatakan sebagai sejumlah “pukulan” atau “pukulan yang dilakukan” yang mana bermakna pukulan-pukulan yang dibuat maupun segala pukulan-pukulan penalti (lihat Peraturan 3.1c).

 

Interpretasi Pukulan /1 – Menentukan Apakah Pukulan Telah Dilakukan

Apabila pemain memulai ayunan ke depan sebuah klab dengan tujuan memukul bola, tindakannya dihitung sebagai suatu pukulan saat:

  • Kepala klabnya dibelokkan atau dihentikan oleh pengaruh luar (seperti dahan pohon) baik bola terpukul ataupun tidak.
  • Kepala klabnya terlepas dari tangkainya selama ayunan ke depan dan pemain melanjutkan ayunan ke depannya dengan tangkainya saja, baik bola terpukul ataupun tidak.
  • Kepala klabnya terlepas dari tangkainya selama ayunan ke depan dan pemain melanjutkan ayunan ke depannya dengan tangkainya saja, dengan kepala kalbnya jatuh dan membentur bola tersebut.

Tindakan pemain tidak dihitung sebagai pukulan di tiap situasi berikut:

  • Selama ayunan ke depan, kepala klab pemain terlepas dari tangkainya. Pemain menghentikan ayunan ke depannya sebelum bolanya, namun kepala klab jatuh dan memukul dan menggerakkan bolanya.
  • Selama ayinan ke belakang, kepala klab pemain terlepas dari tangkainya. Pemain menyelesaikan ayunan ke depannya dnegan tangkainya namun tidak memukul bola.
  • Bola berhenti di dahan pohon di luar jangkauan sebuah klab. Apabila pemain menggerakkan bolanya dengan memukul bagian bawah dari dahan bukan bolanya, Peraturan 9.4 (Bola Diangkat atau Digerakkan oleh Pemain) berlaku.
Tertanam

Kondisi dimana sebuah bola berhenti di bekas-jatuhannya sendiri yang terbentuksebagai akibat dari pukulan sebelumnya oleh pemain di mana sebagian dari bola tersebut berada di bawah permukaan tanah.

Sebuah bola yang tertanam tidak harus menyentuh tanah (contoh, rumput dan benda alam lepas dapat berada di antara bola dan tanah).

Tertanam

Kondisi dimana sebuah bola berhenti di bekas-jatuhannya sendiri yang terbentuksebagai akibat dari pukulan sebelumnya oleh pemain di mana sebagian dari bola tersebut berada di bawah permukaan tanah.

Sebuah bola yang tertanam tidak harus menyentuh tanah (contoh, rumput dan benda alam lepas dapat berada di antara bola dan tanah).

Pukulan

Gerakan ke depan suatu klab yang dilakukan untuk memukul bola.

Namun pukulan belum dilakukan apabila pemain tersebut:

  • Memutuskan di saat ayunan ke depan tidak untuk memukul bola tersebut danmencegah terjadinya pukulan dengan secara sengaja menghentikan kepala klabsebelum mengenai bola tersebut atau, apabila tidak dapat dihentikan, dengansecara sengaja tidak mengenai bola tersebut.
  • Secara tidak sengaja memukul bola disaat melakukan ayunan latih atau disaatmelakukan persiapan untuk melakukan pukulan.

Disaat Peraturan merujuk pada “memainkan sebuah bola,” ini bermakna samadengan melakukan sebuah pukulan.

Skor pemain pada suatu hole atau ronde dinyatakan sebagai sejumlah “pukulan” atau “pukulan yang dilakukan” yang mana bermakna pukulan-pukulan yang dibuat maupun segala pukulan-pukulan penalti (lihat Peraturan 3.1c).

 

Interpretasi Pukulan /1 – Menentukan Apakah Pukulan Telah Dilakukan

Apabila pemain memulai ayunan ke depan sebuah klab dengan tujuan memukul bola, tindakannya dihitung sebagai suatu pukulan saat:

  • Kepala klabnya dibelokkan atau dihentikan oleh pengaruh luar (seperti dahan pohon) baik bola terpukul ataupun tidak.
  • Kepala klabnya terlepas dari tangkainya selama ayunan ke depan dan pemain melanjutkan ayunan ke depannya dengan tangkainya saja, baik bola terpukul ataupun tidak.
  • Kepala klabnya terlepas dari tangkainya selama ayunan ke depan dan pemain melanjutkan ayunan ke depannya dengan tangkainya saja, dengan kepala kalbnya jatuh dan membentur bola tersebut.

Tindakan pemain tidak dihitung sebagai pukulan di tiap situasi berikut:

  • Selama ayunan ke depan, kepala klab pemain terlepas dari tangkainya. Pemain menghentikan ayunan ke depannya sebelum bolanya, namun kepala klab jatuh dan memukul dan menggerakkan bolanya.
  • Selama ayinan ke belakang, kepala klab pemain terlepas dari tangkainya. Pemain menyelesaikan ayunan ke depannya dnegan tangkainya namun tidak memukul bola.
  • Bola berhenti di dahan pohon di luar jangkauan sebuah klab. Apabila pemain menggerakkan bolanya dengan memukul bagian bawah dari dahan bukan bolanya, Peraturan 9.4 (Bola Diangkat atau Digerakkan oleh Pemain) berlaku.
Drop

Memegang bola dan melepaskannya sehingga jatuh melalui udara, dengan tujuan agar bola berada dalam permainan.

Apabila pemain melepaskan sebuah bola tidak dengan tujuan agar bola berada dalam permainan, bola tersebut belum didrop dan tidak berada dalam permainan (lihat Peraturan 14.4).

Setiap Peraturan pembebasan memberi ketentuan area pembebasan secara spesifik di mana bola harus didrop dan berhenti.

Dalam mengambil pembebasan, pemain harus melepaskan bola dari suatu lokasisetinggi lutut sehingga bola tersebut:

  • Jatuh lurus ke bawah, tanpa pemain melempar, memutar atau menggulirkannya atau menggunakan gerakan apapun yang dapat mempengaruhi kemana bola akanberhenti, dan
  • Tidak menyentuh bagian manapun dari badan atau perlengkapan pemain sebelum ia membentur dasar (ground). (lihat Peraturan 14.3b).
Tertanam

Kondisi dimana sebuah bola berhenti di bekas-jatuhannya sendiri yang terbentuksebagai akibat dari pukulan sebelumnya oleh pemain di mana sebagian dari bola tersebut berada di bawah permukaan tanah.

Sebuah bola yang tertanam tidak harus menyentuh tanah (contoh, rumput dan benda alam lepas dapat berada di antara bola dan tanah).

Area Umum

Area lapangan yang mencakup keseluruhan lapangan selain keempat area yang ditetapkan: (1) area tee di mana pemain harus bermain saat memulai hole yang ia mainkan, (2) semua  area penalti, (3) semua bunker, dan (4) putting green dari hole yang pemain mainkan.

Area umum mencakup:

  • Semua lokasi tee di lapangan selain dari area tee, dan
  • Semua green salah.
Drop

Memegang bola dan melepaskannya sehingga jatuh melalui udara, dengan tujuan agar bola berada dalam permainan.

Apabila pemain melepaskan sebuah bola tidak dengan tujuan agar bola berada dalam permainan, bola tersebut belum didrop dan tidak berada dalam permainan (lihat Peraturan 14.4).

Setiap Peraturan pembebasan memberi ketentuan area pembebasan secara spesifik di mana bola harus didrop dan berhenti.

Dalam mengambil pembebasan, pemain harus melepaskan bola dari suatu lokasisetinggi lutut sehingga bola tersebut:

  • Jatuh lurus ke bawah, tanpa pemain melempar, memutar atau menggulirkannya atau menggunakan gerakan apapun yang dapat mempengaruhi kemana bola akanberhenti, dan
  • Tidak menyentuh bagian manapun dari badan atau perlengkapan pemain sebelum ia membentur dasar (ground). (lihat Peraturan 14.3b).
Area Pembebasan

Area dimana pemain harus mengedrop sebuah bola disaat mengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan. Tiap Peraturan pembebasan mengharuskan pemain untuk menggunakan area pembebasan yang spesifik dimana ukuran dan tempatnya berdasarkan atas tiga faktor berikut:

  • Titik Referensi Titik darimana ukuran area pembebasan diukur.
  • Ukuran Area Pembebasan Diukur dari Titik Referensi: Area pembebasan adalah satu ataupun dua panjang-klab dari titik referensi, namun dengan batas tertentu:
  • Batas Lokasi Area Pembebasan Lokasi dari area pembebasan dapat dibatasidengan satu cara atau lebih sehingga, contoh:
    • Ia hanya berada di area dari lapangan yang ditentukan tertentu, seperti hanya di area umum, atau tidak di bunker atau area penalti,
    • Ia tidak lebih mendekati lubang dari titik referensi atau harus berada di luar area penalti atau bunker darimana pembebasan diambil, atau
    • Ia berada dimana tidak terdapat gangguan (sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan tertentu) dari kondisi darimana pembebasan diambil.

Dalam menggunakan panjang-klab untuk menentukan ukuran dari area pembebasan, pemain diperkenankan mengukur secara langsung melewati selokan, lubang atau kondisi serupa, dan secara langsung melewati atau menembus suatu benda (seperti sebuah pohon, pagar, tembok, terowongan, saluran air atau kepala sprinkler), namun tidak diperkenankan untuk mengukur menembus dasar (ground) yang secara alamiah turun dan naik.

Lihat Committee Procedures, Section 2I (Komite dapat memilih untuk memperbolehkan atau mengharuskan pemain menggunakan zona drop sebagai area pembebasan saat mengambil pembebasan tertentu).


Klarifikasi – Menentukan Apakah Bola di Area Pembebasan

Di saat menentukan apakah suatu bola telah berhenti di area pembebasan (seperti satu atau dua panjang-klab dari titik referensi bergantung dari Peraturan yang diterapkan), bola itu berada di area pembebasan bila sebagian dari bola itu berada di dalam pengukuran satu atau dua panjang-klab. Namun, sebuah bola tidak berada di area pembebasan bila sebagian dari bola berada lebih dekat ke lubang dari titik referensi atau di saat sebagian dari bola mendapat gangguan dari kondisi dari mana pembebasan gratis diambil.
(Klarifikasi ditambahkan 12/2018)

Tertanam

Kondisi dimana sebuah bola berhenti di bekas-jatuhannya sendiri yang terbentuksebagai akibat dari pukulan sebelumnya oleh pemain di mana sebagian dari bola tersebut berada di bawah permukaan tanah.

Sebuah bola yang tertanam tidak harus menyentuh tanah (contoh, rumput dan benda alam lepas dapat berada di antara bola dan tanah).

Panjang-Klab

Panjang dari klab terpanjang dari ke 14 (atau kurang) klab yang pemain miliki selama ronde (sebagaimana diperkenankan oleh Peraturan 4.1b(1)), selain putter.

Sebagai contoh, bila klab terpanjang (selain putter) yang pemain miliki selama ronde adalah driver 43 inci (109.22 cm), panjang-klab bagi pemain tersebut adalah 43 inci untuk ronde tersebut.

Panjang-klab digunakan untuk menetapkan area tee pemain di tiap hole dan dalam menentukan besar area pembebasan pemain disaat mengambil pembebasan berdasarkan suatu Peraturan.

 

Interpretasi Panjang-Klab/1 – Arti dari “Panjang-Klab” Saat Pengukuran

Untuk tujuan pengukuran saat menentukan area pembebasan, panjang keseluruhan klab digunakan, mulai dari ujung kepala klab sampai pangkal grip. Namun bila klab memakai penutup kepala atau memiliki tambahan di pangkal grip, mereka tidak boleh digunakan sebagai bagian dari klab untuk mengukur.

Interpretasi Panjang-Klab/2 – Bagaimana Mengukur Saat Klab Terpanjang Patah

Apabila klab terpanjang yang pemain miliki dalam ronde patah, klab patah itu tetap digunakan untuk menentukan ukuran area pembebasanya. Namun, bila klab terpanjang patah dan pemain diperbolehkan menggantinya dengan klab lain (Pengecualian atas Peraturan 4.1b(3)) dan pemain melakukannya, klab patah tersebut tidak lagi merupakan sebagai klab terpanjangnya.

Apabila pemain memulai suatu ronde dengan kurang dari 14 klab dan memutuskan untuk menambah klab lain ayng lebih lebih panjang dari semua klabnya, klab yang ditambahkan itu digunakan untuk pengukuran asalkan itu bukan putter.

Klarifikasi –  Arti “Panjang-Klab” Saat Bermain dengan Partner

Dalam bentuk permainan berpartner, klab terpanjang dari kedua partner, kecuali putter, dapat digunakan untuk menentukan area tee atau ukuran area pembebasan.
(Klarifikasi ditambahkan 12/2018)

Area Umum

Area lapangan yang mencakup keseluruhan lapangan selain keempat area yang ditetapkan: (1) area tee di mana pemain harus bermain saat memulai hole yang ia mainkan, (2) semua  area penalti, (3) semua bunker, dan (4) putting green dari hole yang pemain mainkan.

Area umum mencakup:

  • Semua lokasi tee di lapangan selain dari area tee, dan
  • Semua green salah.
Lubang

Titik penyelesaian di putting green untuk hole yang dimainkan:

  • Lubang harus berdiameter 4 ¼ inci (108 mm) dengan kedalaman sekurangkurangnya4 inci (101.6 mm).
  • Bila mengunakan pelapis, ukuran luar diameternya tidak boleh melebihi 4 ¼ inci(108 mm). Pelapis tersebut harus dibenamkan sekurang-kurangnya 1 inci (25.4 mm)di bawah permukaan putting green, kecuali jika sifat tanahnya mengharuskannya lebih dekat ke permukaan.

Kata "hole" (saat tidak digunakan dalam definisi) digunakan di sepanjang Peraturan yang berarti bagian dari lapangan yang dikaitkan dengan suatu area tee, putting green dan lubang tertentu. Memainkan suatu hole dimulai dari area tee dan berakhir saat bola telah masuk lubang di putting green (atau saat Peraturan menyatakan hole itu telah diselesaikan).

 

Komite

Seseorang atau kelompok orang yang bertanggung jawab atas kompetisi atau lapangan tersebut.

Lihat Committee Procedures, Section 1 (menjelaskan peran dari Komite).

Tertanam

Kondisi dimana sebuah bola berhenti di bekas-jatuhannya sendiri yang terbentuksebagai akibat dari pukulan sebelumnya oleh pemain di mana sebagian dari bola tersebut berada di bawah permukaan tanah.

Sebuah bola yang tertanam tidak harus menyentuh tanah (contoh, rumput dan benda alam lepas dapat berada di antara bola dan tanah).

Tempat Salah

Semua tempat di lapangan selain dari tempat dimana pemain diharuskan atau diperbolehkan untuk memainkan bolanya berdasarkan Peraturan.

Contoh bermain dari tempat salah:

  • Memainkan sebuah bola setelah meletakkannya kembali di tempat yang salah atau tanpa meletakkannya kembali sebagaimana diharuskan oleh Peraturan.
  • Memainkan sebuah bola dari luar area pembebasan yang diharuskan.
  • Mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan yang salah, sehingga bola didrop dan dimainkan dari sebuah tempat yang tidak perkenankan oleh Peraturan.
  • Memainkan sebuah bola dari zona dilarang bermain atau di saat zona dilarang bermain mengganggu area ancang-ancang atau ayunan yang diinginkan oleh pemain.

Memainkan sebuah bola dari luar area tee disaat memulai permainan sebuah hole atau disaat mencoba memperbaiki kesalahan tersebut bukanlah bermain dari tempat salah (lihat Peraturan 6.1b).

Penalti Umum

Kalah hole dalam match play atau dua pukulan penaltidalam stroke play.

Memarkahi

Menunjukkan titik dimana sebuah berhenti dengan:

  • Meletakkan sebuah markah-bola tepat di belakang atau tepat di sebelah bola,ataupun
  • Memegang sebuah klab di dasar (ground) tepat di belakang atau tepat di sebelahbola.

Hal ini dilakukan untuk menunjukkan titik di mana bola tersebut harus diletakkan kembali setelah diangkat.

Putting Green

Area di hole yang pemain mainkan yang:

  • Secara khusus dipersiapkan untuk putting, atau
  • Komite tetapkan sebagai putting green (seperti disaat menggunakan greensementara).

Terdapat lubang pada putting green di suatu hole dimana pemain berupayamemasukkan bola. Putting green adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan. Putting green pada semula hole lain (yang saat itu pemain tidak mainkan) adalah green salah dan merupakan bagian dari area umum.

Sisi dari suatu putting green ditentukan mulai dari area yang terlihat secara khususdipersiapkan (seperti dimana rumput secara jelas dipotong untuk menunjukkantepinya), kecuali Komite menentukan sisi dengan cara lain (seperti dengan menggunakan garis atau titik-titik).

Apabila green ganda digunakan untuk dua hole berbeda:

  • Keseluruhan area yang dipersiapkan dimana terdapat kedua lubang diperlakukan sebagai putting green disaat memainkan masing-masing hole.

Namun Komite dapat menetapkan suatu tepi yang membagi green ganda menjadi dua putting green terpisah, sehingga disaat pemain memainkan satu diantaranya,bagian dari green ganda untuk hole yang lain adalah green salah.

Putting Green

Area di hole yang pemain mainkan yang:

  • Secara khusus dipersiapkan untuk putting, atau
  • Komite tetapkan sebagai putting green (seperti disaat menggunakan greensementara).

Terdapat lubang pada putting green di suatu hole dimana pemain berupayamemasukkan bola. Putting green adalah salah satu dari lima area dari lapangan yang ditetapkan. Putting green pada semula hole lain (yang saat itu pemain tidak mainkan) adalah green salah dan merupakan bagian dari area umum.

Sisi dari suatu putting green ditentukan mulai dari area yang terlihat secara khususdipersiapkan (seperti dimana rumput secara jelas dipotong untuk menunjukkantepinya), kecuali Komite menentukan sisi dengan cara lain (seperti dengan menggunakan garis atau titik-titik).

Apabila green ganda digunakan untuk dua hole berbeda:

  • Keseluruhan area yang dipersiapkan dimana terdapat kedua lubang diperlakukan sebagai putting green disaat memainkan masing-masing hole.

Namun Komite dapat menetapkan suatu tepi yang membagi green ganda menjadi dua putting green terpisah, sehingga disaat pemain memainkan satu diantaranya,bagian dari green ganda untuk hole yang lain adalah green salah.

Memarkahi

Menunjukkan titik dimana sebuah berhenti dengan:

  • Meletakkan sebuah markah-bola tepat di belakang atau tepat di sebelah bola,ataupun
  • Memegang sebuah klab di dasar (ground) tepat di belakang atau tepat di sebelahbola.

Hal ini dilakukan untuk menunjukkan titik di mana bola tersebut harus diletakkan kembali setelah diangkat.

Memarkahi

Menunjukkan titik dimana sebuah berhenti dengan:

  • Meletakkan sebuah markah-bola tepat di belakang atau tepat di sebelah bola,ataupun
  • Memegang sebuah klab di dasar (ground) tepat di belakang atau tepat di sebelahbola.

Hal ini dilakukan untuk menunjukkan titik di mana bola tersebut harus diletakkan kembali setelah diangkat.

Meletakkan Kembali

Menaruh sebuah bola dengan meletakan dan melepaskannya, dengan niat agar bola menjadi dalam permainan.

Apabila pemain meletakkan bola tanpa niat agar bola menjadi dalam permainan, bola tersebut belum diletakkan kembali dan belum di dalam permainan (lihat Peraturan 14.4).

Di saat kapanpun suatu Peraturan mengharuskan sebuah bola untuk diletakkan kembali, Peraturan tersebut menentukan titik spesifik di mana bola tersebut harus didiletakkan kembali.

 

Interpretasi Meletakkan Kembali /1 – Bola Tidak Dapat Diletakkan Kembali Menggunakan Klab

Untuk sebuah bola diletakkan kembali dengan cara yang benar, ia harus ditaruh dan dilepaskan. Ini berarti pemain harus menggunakan tangannya untuk menaruh bola kembali ke dalam permainan di tempat ia diangkat atau dipindahkan.

Contoh, apabila pemain mengangkat bolanya dari putting green dan menaruhnya disamping, pemain tidak bolah meletakkan kembali bola dengan menggulirkannya ke tempat seharusnya menggunakan sebuah klab. Apabila ia melakukannya, bola tidak diletakkan kembali dengan cara yang benar dan pemain dikenai satu pukulan penalti berdasarkan Peraturan 14.2b(2) (Bagaimana Bola Harus Dilletakkan Kembali) apabila kesalahan tidak diperbaiki sebelum pukulan dilakukan.

Mengganti

Menukar suatu bola yang pemain gunakan untuk memainkan suatu hole denganmenjadikan bola lain sebagai bola dalam permainan.

Pemain telah mengganti dengan bola lain disaat ia meletakkan bola selain bolasemula pemain ke dalam permainan dengan cara apapun (lihat Peraturan 14.4) , walaupun bola semula:

  • Dalam permainan, atau
  • Tidak lagi dalam permainan karena ia telah diangkat dari lapangan atau hilang ataudi luar perbatasan.

Suatu bola pengganti adalah bola pemain di dalam permainan bahkan bila:

  • Ia diganti, didrop atau diletakkan dengan cara yang salah atau di tempat salah, atau
  • Pemain diharuskan berdasarkan Peraturan untuk meletakkan bola semula kembalike dalam permainan daripada mengganti dengan bola lain.
Tempat Salah

Semua tempat di lapangan selain dari tempat dimana pemain diharuskan atau diperbolehkan untuk memainkan bolanya berdasarkan Peraturan.

Contoh bermain dari tempat salah:

  • Memainkan sebuah bola setelah meletakkannya kembali di tempat yang salah atau tanpa meletakkannya kembali sebagaimana diharuskan oleh Peraturan.
  • Memainkan sebuah bola dari luar area pembebasan yang diharuskan.
  • Mengambil pembebasan berdasarkan Peraturan yang salah, sehingga bola didrop dan dimainkan dari sebuah tempat yang tidak perkenankan oleh Peraturan.
  • Memainkan sebuah bola dari zona dilarang bermain atau di saat zona dilarang bermain mengganggu area ancang-ancang atau ayunan yang diinginkan oleh pemain.

Memainkan sebuah bola dari luar area tee disaat memulai permainan sebuah hole atau disaat mencoba memperbaiki kesalahan tersebut bukanlah bermain dari tempat salah (lihat Peraturan 6.1b).

Penalti Umum

Kalah hole dalam match play atau dua pukulan penaltidalam stroke play.